Menikmati Segarnya Udara di Taman Indonesia Kaya Semarang - .

Breaking

Jumat, 29 Juli 2022

Menikmati Segarnya Udara di Taman Indonesia Kaya Semarang


AENEWS9.COM|Semarang
-Jumat pagi, 29 Juli 2022. Jalanan Kota Semarang tampak padat. Menyusuri Jalan raya Kedungmundu Tembalang, lalu lintas padat merayap. Di sepanjang jalan Sompok juga cukup padat. 

Lalu lintas kendaraan silih berganti. Tampak anak-anak  sekolah berseragam olahraga warna biru bertuliskan SPEGALAN memasuki gerbang sekolah. Tampak semangat dan riang gembira terpancar di wajah generasi penerus bangsa ini.


Sementara itu sepanjang jalan MT Haryono, Jl Ahmad Yani, hingga Jalan Pahlawan juga tampak padat. 


Di perempatan jalan yang menghubungkan jalan pahlawan, jalan Imam Bardjo dan jalan Menteri Supeno, ada bundaran air muncrat.


Aktivitas di jalan Imam Bardjo sekitar kampus Universitas Diponegoro Semarang, Pleburan juga mulai ramai. Logo dan tulisan besar UNIVERSITAS DIPONEGORO terpampang di jalan ini.


Di sebelah barat jalan, tepatnya di jalan Menteri Supeno, tampak ramai oleh aktivitas olahraga. Ada juga yang olahraga jalan kaki. Di jalan inilah terdapat sebuah taman yang sangat populer bagi masyarakat kota Semarang. Taman itu adalah Taman Indonesia Kaya. Biasa disebut TIK. Tanaman hijau mendominasi taman ini. Dilengkapi dengan panggung pertunjukan, menjadikan taman ini sangat akrab di kalangan pecinta seni. Adanya berbagai bangku, dapat digunakan para pengunjung jika ingin melepas lelah setelah berolahraga. 


Sebelumnya taman ini dikenal dengan nama Taman KB. Ciri khasnya adalah patung ibu dan anak di sisi timur menghadap kampus Undip. 


Segarnya udara pagi di sekitar taman sangat menyegarkan. Sehingga tak heran jika banyak orang berolahraga di pagi hari di taman tersebut. Banyak orang menikmati segarnya udara pagi. Begitu juga dengan Sukarno, SIP, SS. 

Sukarno, SIP, SS. yang dikenal sebagai penulis dan editor ini merasa bersyukur dapat menikmati segarnya udara pagi di Taman Indonesia Kaya. 

Sukarno, SIP, SS berpendapat bahwa berbagai fasilitas publik seperti taman dapat meningkatkan berbagai aktivitas seni dan sosial. Selain tentu saja lingkungan menjadi lebih sejuk, terutama di pagi hari.

"Alhamdulillah rasanya seperti menghirup udara di pedesaan yang hijau. Di taman ini memang termasuk rimbun. Ruang terbuka hijau atau taman ibaratnya seperti paru-paru kota. Semakin banyak taman hijau di suatu kota, tentu akan semakin bagus. Kebetulan di Kota Semarang ada cukup banyak taman," ungkapnya.

Sukarno, SIP, SS. menghimbau kepada para pengunjung agar berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan taman dan jalan sekitar. "Kebersihan adalah sebagian dari iman, " ungkapnya.