Fakultas Perikanan dan Kelautan USB Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Prof. Dr. Ir. Fadli Syamsudin - .

Breaking

Rabu, 15 Juni 2022

Fakultas Perikanan dan Kelautan USB Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Prof. Dr. Ir. Fadli Syamsudin


AENEWS9.COM|Majene
- Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Sulawesi Barat (USB) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Potensi, Peluang dan Tantangan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan,” Selasa (14/6/2022).

Kuliah Umum ini digelar secara offline di gedung Theater, Universitas Sulawesi Barat dengan menghadirkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Barat Prof. Dr. Ir. Fadli Syamsudin, MSc., dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene Ir. Ichwanti, M.Ap. 

Selain itu, hadir pula dalam kegiatan ini Wakil Dekan II Fakultas Peternakan dan Perikanan USB Marsudi, S.Pt., M.Si., dan Kepala Jurusan Perikanan Fakultas Peternakan dan Perikanan USB Dr. Nur Indah Sari Arbit, S.Si., M.Si., dan Ketua Panitia Ady Jufri, SPi., M.Si.

Wakil Dekan II Fakultas Peternakan dan Perikanan, Marsudi, S.Pt., M.Si., menyatakan bahwa potensi sumberdaya alam di wilayah Sulawesi Barat sangat besar, khususnya di sektor perikanan. Ia menegaskan kerjasama atau sinergitas antara Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Sulawesi Barat dan dinas terkait akan dapat membangun kembali dan memulihkan perekonomian di Sulawesi Barat khusunya dari sektor Perikanan yang saat pandemi ini menurun. 

"Potensi sumberdaya alam di wilayah Sulawesi Barat sangat besar, khususnya di sektor perikanan. Kerjasama dengan dinas terkait akan memulihkan perekonomian yang ada," terangnya. 


Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Fadli Syamsudin, MSc., selaku narasumber menyampaikan bahwa selat Makassar merupakan komponen utama sistem sirkulasi arus global, vital dan strategis dalam konteks perubahan iklim dunia serta sebagai lintasan migrasi ikan tuna dari Pasifik menuju Samudera Hindia.

Lebih lanjut, kata Prof. Fadli, gelombang yang ada di selat Makassar dapat berdampak negatif di antaranya tumbuh penyakit ice-ice pada budidaya rumput laut, kenaikan permukaan air laut. Sedangkan dampak positifnya ialah pengadukan nutrient.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Barat itu juga menyampaikan perihal tantangan yang harus dihadapi di Wilayah Slulawesi Barat saat ini.

"Tantangan yang kita hadapi di Wilayah Slulawesi Barat saat ini yaitu sarana dan prasarana yang masih minim seperti tidak adanya cold storage dan pabrik es." kata Prof. Fadli.

Ir. Ichwanti, M.Ap., selaku pembicara kedua mengutarakan bahwa potensi perikanan di wilayah Sulawesi Barat sangat besat, utamanya perikanan tangkap, budidaya, dan pengolahan, namun masih belum maksimal. 

"Pengembangan budidaya ikan air tawar di wilayah Sulawesi barat masih belum maksimal karena sebagian besar masyarakat Mandar masih lebih suka makan ikan laut.  Potensi budidaya air tawar mencapai 8.860 Ha dan baru termanfaatkan 140 Ha. Komoditi air tawar yang dibudidayakan di antaranya ikan nila, lele, dan ikan mas," ungkapnya. 

Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademik Universitas Sulawesi Barat, Mahasiswa, dan masyarakat umum. Setidaknya ada 143 orang yang mengikuti kegaiatan kuliah umum ini. 

Kuliah umum adalah salah satu sarana yang digunakan untuk mendidik mahasiswa dan masyarakat dalam seni dan sains. Perkuliahan ini digelar secara khusus untuk memenuhi kebutuhan khalayak tertentu. (TIM/Red)