Peduli Film Nasional, 300 Relawan LETHO Jawa Timur, Nonton Bareng Film KKN Desa Penari - .

Breaking

Selasa, 17 Mei 2022

Peduli Film Nasional, 300 Relawan LETHO Jawa Timur, Nonton Bareng Film KKN Desa Penari



AENEWS9.COM|Surabaya
– Relawan Dewan Pimpinan Daerah Loyalis Erick Thohir (DPD LETHO) Jawa Timur melakukan sosialisasi figur Erick Thohir (ET) dengan cara kreatif. Bersama 300 anggota, Letho Jatim menggelar acara ‘Nonton Bareng (Nobar) Film Horor Nasional berjudul KKN Desa Kenari’ di XXI Grand City Mall Surabaya, Minggu (15/05/2022).

Hal ini menunjukkan progresivitas dan semakin massif-nya pergerakan DPD Letho Jatim ke segala penjuru. Dimana selalu membuat gebrakan dengan bermacam acara yang selalu positif dan penuh keyakinan.

“Acara nonton bareng Film Horor Nasional berjudul KKN Desa Kenari ini adalah bentuk dukungan kuat untuk mewujudkan Erick Thohir For President 2024 mendatang. Alhamdulillah acara berjalan sukses dan lancar,” kata Edy Torana, SH, MH, M.Kn, CLA, Ketua DPD Jatim, kepada media, Minggu (15/05/2022) di Surabaya.

Bung Edy Torana sapaan akrabnya, menjadi motor dan penggerak acara ‘Nonton Bareng Film Horor Nasional berjudul KKN Desa Kenari’. Dimana semua ini tidak luput dari peran Ketua DPD Letho Jatim yang selalu menjadi berjuang semangat.

“Nonton bareng ini juga salah satu cara bentuk menghargai dan memajukan karya anak bangsa melalui perfilman Indonesia. Kita sebagai anak bangsa wajib turut serta menghargai dan memajukan karya ini dengan cara mendukung Film Nasional,” jelas Bung Edy Torana.

Menurut advokat muda ini, dalam kesempatan kali ini, DPD Letho Jatim mengajak 300 Relawan Letho Jatim untuk Nobar Film Horor Nasional berjudul KKN Desa Kenari. Dimana didahului dengan makan malam bersama ratusan anggota, sebagai bentuk kekompakan dan kesolidan relawan Erick Thohir.

“Acara kita atur dengan santai dan penuh kegembiraan, dengan kumpul-kumpul, foto-foto dan makan malam bersama relawan. Intinya politik capres kedepan harus penuh dengan kegembiraan tanpa saling menjatuhkan dan menebar ujaran kebencian,” pungkas Bung Edy Torana menjelaskan. (Red/Alvin)