Menyusuri Panorama Keindahan Pantai Bakung Pacitan - .

Breaking

Kamis, 10 Februari 2022

Menyusuri Panorama Keindahan Pantai Bakung Pacitan


AENEWS9.COM
| PACITAN-Menyusuri kawasan wisata di Pacitan memang tidak akan ada habisnya. Bahkan masih banyak tempat wisata yang belum banyak diketahui oleh para wisatawan. Salah satunya adalah Pantai Bakung. Dengan panorama yang menakjubkan dan keindahan alam yang masih terjaga akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengunjungnya.

Pantai Bakung letaknya yang agak jauh dari kota dengan akses  jalan  yang memacu andrenalin jiwa petualangan.  Wisata ini terletak di  Dusun Kalitani, Desa Karangnongko, Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan.

Wisata Pantai Bakung ini mempunyai keindahan yang dapat memikat hati para wisatawan. Tetapi sayangnya banyak wisatawan yang belum mengetahui dengan pesona dari Pantai Bakung ini.  Hal yang masih menjadi suatu kendala khususnya pengembangan wisata di Pacitan terkait dengan akses menuju tempat wisata.  Apalagi  lokasi yang agak terpelosok dan lumayan jauh dari pusat kota.

Namun jika sudah sampai di tujuan.  Keunikan dan ciri khas dari pantai ini dengan  adanya batu cadas besar yang bentuknya menyerupai ikan paus berdiri kokoh ditengah lautan. Pemandangan ini sering dijadikan spot foto maupun berswafoto bagi para pengunjung. Di sepanjang pantai dapat kita nikmati suasana alamnya yang masih terjaga kelestariannya.

Ditandai dengan masih banyaknya pepohonan yang tumbuh subur diantaranya pohon jati, pohon mahoni, pohon akasia, dan pohon sengon. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sekitar masih bisa menjaga keasrian lingkungan di wilayah tersebut.

Masih banyak juga dijumpai satwa liar yang tinggal di wilayah sekitar pantai ini, satwa tersebut salah satunya adalah monyet ekor panjang yang sering lewat dijalan menuju pantai. Disini juga dapat kita lihat view garis pantai yang lebih jelas dengan memanjat batu dengan ketinggian sekitar 6 meter.

Selain sebuah batu yang menyerupai bentuk ikan paus, disisi sebelah Barat terdapat juga sebuah batu yang menyerupai wajah  manusia tepatnya sesosok wanita, dengan pepohonan yang tumbuh diatasnya menyerupai rambut seorang putri yang sedang menatap ke arah surya yang mulai tenggelam. Spot inilah yang biasanya digemari oleh para pengunjung untuk mengabadikan sunset yang seakan akan ditelan lautan.

Sepanjang jalan menuju pantai ini, para wisatawan juga akan disuguhkan dengan pemandangan hamparan sawah terasiring yang mirip dengan ubud di Bali. Sebelum kita sampai ke pantai ini, disetiap tepian jalan terdapat jajaran rumah-rumah warga, dimana sekumpulan perumahan tersebut  sering dipanggil warga dengan sebutan Kampung Baru.

Mengapa disebut dengan Kampung Baru? Kita pasti ingat pada tahun 2017 silam saat Pacitan dilanda bencana banjir dan tanah longsor, wilayah Desa Kkarangnongko khususnya di Dusun Kalitani banyak rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor.

Akhirnya karena rumah mereka sudah tidak memungkinkan untuk ditepati lagi, maka mereka mulai mencari tempat yang lebih aman dan tempat itu adalah di sekitar jalan menuju Pantai Bakung.

Akhirnya mereka mendirikan perumahan disana, karena tempat itu yang dulunya hutan belantara tanpa ada rumah satupun dan sekarang sudah berdiri banyak rumah hingga membentuk sebuah kampung, maka orang-orang mulai memanggilnya dengan sebutan kampung baru, yaitu kampung yang baru atau belum lama berdiri.

Bahkan para wisatawan lebih menikmati pemandangan disepanjang jalan menuju ke pantai ini. Jarak pantai ini sekitar 20 kilometer dari pusat kota yang bisa kamu tempuh selama kurang lebih 30 menit dengan mengendarai sepeda motor.

Pantai Bakung pada sisi bagian Timur, terdapat sebuah goa dimana masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama Goa Kalikarang. Goa yang terdapat di bibir pantai ini menurut warga sekitar merupakan petilasan pertapaan dari Sunan Kalijaga. Didalam gua ini juga terdapat batu stalaktit dan stalakmit yang sangat menakjubkan

Bahkan batu-batu yang ada di goa ini jika ditabuh dapat mengeluarkan bunyi yang menyerupai salah satu alat musik gamelan yaitu gong. Goa dengan panjang kurang lebih 500 meter ini tidak semua masyarakat bisa mencapainya karena medan yang cukup sulit.


Selain itu jika air laut mengalami pasang, wisatawan tidak dapat masuk kedalam goa.  Goa ini ada aliran sungai bawah tanah yang airnya tawar dan langsung kelaut. Sumber dari aliran air ini mungkin berasal dari daerah bagian atas atau daerah pemukiman warga, tapi untuk aliran ini belum bisa diketahui kebenarannya.


Semoga kawasan ini bisa dibuka sebagai tempat wisata dan dipublikasikan ke umum agar ini bisa menjadi ikon wisatanya Pacitan. Warga setempat berharap kepada pemerintah agar dapat ikut serta mengembangkan potensi wisata alam yang ada di Desa Karangnongko. (*)