Tanaman Porang Juga Rentan Diserang Hama Penyakit, Yuk Kenali Penyakit dan Hama Porang - Berita Terbaru

Breaking

Minggu, 23 Mei 2021

Tanaman Porang Juga Rentan Diserang Hama Penyakit, Yuk Kenali Penyakit dan Hama Porang

      keterangan foto: Ulat umbi araechenes yang suka menyerang umbi porang


AENEWS9.COM  ||  Madiun - Tanaman Porang telah menjadi primadona yang di tanam oleh petani saat ini.Selain penanaman yang mudah juga mempunyai nilai jual ekonomis yang tinggi.

Namun untuk petani yang baru mulai menanam porang wajib juga mengenali dan cara mengatasi hama atau penyakit yang menganggu dalam proses pertumbuhan porang agar tidak gagal panen gegera gagal mengantisipasi serangan hama pada tanaman porang .


Berikut ini  hama tanaman Porang berupa hewan yang menyerang tanaman Porang:


1. Belalang: Tidak semua belalang menjadi hama porang, karena terdapat belalang sebagai musuh alami contohnya belalang sembah. Belalang yang menjadi hama porang biasanya memakan bagian daun porang sehingga daun berlubang. Semakin banyak bagian daun yang hilang akan menyabkan fotosintesis terganggu. Sehingga porang tidak tumbuh optimal.


2.Ulat makasar orketti: Ulat ini menyerang bagian daun porang, ulat ini akan memakan daun porang dan merusak tanaman.


3.Ulat umbi araechenes: Ulat ini menyerang bagian umbi dengan cara memakan umbi porang. Dapat menyebabkan berkurangnya bobot porang dan menurunnya kualitas umbi porang kering.


4.Nematoda: Nematoda adalah golongan cacing yang ukurannya lebih kecil dari caing pada umumnya. Nematoda hidup dan berkembangbiak didalam tanah. Nematoda menyerang bagian akar dan umbi porang dan dapat menyebabkan umbi membusuk.

Secara umum penyakit tanaman porang disebabkan oleh golongan cendawan atau jamur dan golongan bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri cenderung berlendir dan busuk. Contohnya penyakit busuk batang semu. Sedangkan penyakit yang diakibatkan oleh fungi cenderung tidak berlendir, tapi terdapat hifa atau miselium yang berkembangbiak di bagian tanaman tersebut. Contohnya layu daun akibat Sclerotium sp., Rhyzoctonia sp. dan Cercospora sp.


Penyakit ini terjadi saat musim hujan yang lebat disertai dengan cuaca panas selama kurang lebih 3 hari berturut-turut.


Daun porang juga dapat mengalami

sunburn symptoms atau daun seperti

terbakar dengan ciri berwarna kuning

kecokelatan.


Daun yang terbakar menunjukkan gelaja kerusakan pada daun dan tepi daun menggulung.


Selain itu ada Penyakit yang

disebabkan oleh jamur antara lain, busuk kaki oleh jamur Rhizoctonia solani, penyakit hawar daun oleh Phythopthora colocasiae, busuk batang/ umbi oleh Phytium helicoides dan Sclerotium rolfsii.


Sementara penyakit yang disebabkan oleh bakteri diantaranya adalah busuk basah oleh Erwinia carotovora.


Upaya pencegahan serangan hama baiki Hama hewan maupun hama dari virus dan bakteri jamur,petani Porang harus melakukan tindakan preventif Upaya preventif merupakan suatu cara mencegah terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan. 


Adapun langkah  preventif yang bisa dilakukan para petani terhadap budidaya tanaman porang :

-Membersihkan rumput liar  dan gulma.Karena jika lahan Porang dibiarkan rumput liar tumbuh dengan subur, tidak hanya merebut kandungan unsur hara saja. Melainkan bisa lebih parah lagi, yakni sebagai tempat berkembangbiaknya hama. Rumput liar ini bisa menjadi sumber dari adanya hama dan penyakit tanaman.

- Waktu yang tepat dalam  pemupukan.

Pemupukan tanaman Porang haruslah sesuai dengan dosisnya. Ketentuan dosisnya ini berdasarkan jenis bibit yang ditanam dan tidak boleh dilakukan pada sembarang waktu. Waktu yang tepat untuk pemupukan ketika tanaman porang sedang dalam siklus vegetatif, dimana terjadinya suatu pertumbuhan.Siklus vegetatif dimusim penghujan.

Selain itu pencegahan dan pengendalian hama pada tanaman Porang dapat dilakukan dengan pemberian pestisida.Penggunaan pestisida hanya bisa diterapkan ketika tanaman porang benar-benar terserang hama dan penyakit.

-Penyemproran  insektisida pada tanaman yang terserang ulat dan serangga dan penggunaan Karbofuran juga dapat disemprotkan jika tanaman porang terserang cacing nematoda.


Pengendalian menggunakan pestisida adalah langkah terakhir jika sudah memang benar-benar diperlukan.( RN/ Dw/ diolah dari berbagai sumber)