Menaguk Untung Dari Budidaya Tanaman Porang - Berita Terbaru

Breaking

Rabu, 13 Januari 2021

Menaguk Untung Dari Budidaya Tanaman Porang

            Katno petani Porang Mojopurno,Ngariboyo Magetan


AENEWS9.COM,  MAGETAN- Memiliki nilai ekonomi tinggi dan perawatan yang mudah, Porang (Amorphophallus oncophyllus) juga salah satu kekayaan hayati umbi-umbian Indonesia juga sebagai tanaman penghasil karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan menjadi alasan Katno warga desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan beralih menanam tanaman Porang diladang miliknya.


Saat ditemui di ladang nya Katno menceritakan kisahnya bagaimana dirinya yang dulu mempunyai usaha bengkel sepeda motor beralih menjadi petani Porang.Dirinya termotivasi menanam Porang selain nilai jual yang tinggi juga ingin membudidayakan dan mengembangkan potensi tanaman Porang di wilayah Magetan sebagai tanaman komoditi andalan yang bernilai tinggi.



"Dulu saya punya usaha bengkel sepeda motor,lalu termotivasi setelah saya tahu porang mempunyai nilai jual yang bagus, saya beralih menanam Porang, selain itu saya ingin membudidayakan tanaman Porang di Magetan sebagai komoditi andalan karena potensinya ada," kata Katno.


Dirinya mengatakan, sudah  membudidaya tumbuhan ini sejak kurang lebih 5 tahun yang lalu.Ia mengungkapkan, penanaman Porang bisa di mungkinkan dibudidayakan di lahan sawah di bawah naungan.Selain itu, yang lebih menguntungkan petani pun dapat memilih sendiri tanaman apa yang akan dijadikan tanaman pelindung bagi porang seperti Pohon jati, sengon,jagung manis,cabai,ketela,pisang sebagai tanaman tumpangsari.


"Budidaya porang bisa digarap secara tumpang sari dengan menanam jagung, cabai,pohon jati, ,ketela,pohon pisang selain itu juga bisa memanfaatkan lahan tidur ," ungkap Katno.


Menurutnya menanam Porang hanya membutuhan modal awal saja untuk bibitnya setelah tanaman Porang tumbuh disetiap ruas daun akan memiliki titik tumbuh atau biasa disebut dengan umbi katak( bubil) yang kedepannya akan menjadi bibit tanaman.Jadi untuk usaha Porang petani hanya modal sekali saja diawal selanjutnya petani bisa memanfaatkan umbi katak yang tumbuh di ujung dahan pohon porang sebagai bibit lanjutan. satu batang pohon porang itu bisa menghasilkan minimal 10 -20 bibit atau katak.

 “Jadi cukup sekali beli bibit selanjutnya dapat dihasilkan bibit baru tiga kali lipat berupa biji katak, dari tanaman induk”  tambah dia

                   Dengan bibit Porang yang akan ditanam

Selain itu, ia juga mengaku memiliki beberapa petani binaan se Kabupaten Magetan yang mengelola  Porang dilahan pertanian.


Menurutnya, sebetulnya banyak sekali petani yang ingin mengembangkan porang, namun kebanyakan dari mereka tidak memiliki modal yang cukup karena benih yang tergolong mahal.


                        umbi katak yang siap menjadi bibit 

Untuk 1 kilogram harga benih saat ini mencapai Rp. 300 ribu sampai Rp. 350 ribu.


Sementara itu, untuk harga umbi porang basah lokal sekitar Rp. 10.000 sampai Rp.11.000 per kilogramnya, dan untuk porang kering atau cip kisaran Rp.50.000 sampai Rp.80.000 per kilogramnya.

                Porang yang sudah dikering siap di pasarkan

Tanaman Porang, kata Katno sangat kaya akan karbohidrat. Sehingga jadi sangat baik untuk bahan makanan, bisa jadi bahan obat- obatan, kosmetik dan banyak lagi yang lainnya.


Melihat potensi seperti ini, ia berharap pemerintah daerah Magetan khususnya dinas terkait memfasilitasi para petani Porang agar  Magetan  nantinya benar-benar juga menjadi  daerah penghasil porang  selain Madiun.


“Pemerintah jangan hanya melirik saja, namun pemerintah harus mendorong dan memfasilitasi petani Porang yang ada di Magetan agar tanaman Porang bisa menjadi produk unggulan untuk ketahanan pangan", tutup Katno




Reporter: Inung