Melihat Usaha Peternakan Kelinci Pedaging ala Kelompok ternak Barokah Jaya Asal Desa Purworejo - Berita Terbaru

Breaking

Rabu, 20 Januari 2021

Melihat Usaha Peternakan Kelinci Pedaging ala Kelompok ternak Barokah Jaya Asal Desa Purworejo

      kelinci pedaging jenis Rex yang diternakan kelompok  Barokah Jaya                 desa   Purworejo, Nguntoronadi Magetan

AENEWS9.COM,MAGETAN-  Budidaya kelinci pedaging memiliki prospek yang menjanjikan.Permintaan pasar yang tinggi,serta pemeliharaan yang relatif mudah.Menjadikan  kelinci pedaging ini menjadi bisnis yang menggiurkan.


Seperti halnya kelompok tani ternak barokah Jaya yang beralamat RT 07/ RW 03 desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan yang membudidayakan  kelinci pedaging.Kelinci pedaging pun bermacam-macam seperti jenis newzealand white dengan ciri bulu putih dan mata merah. Ada juga hycooll dengan ciri tubuh panjang  bokong bulat, ada rex bulu putih bercorak hitam, hyla bulunya putih dan ada corak hitam kecoklatan di bagian hidungnya, tetapi untuk kelompok Barokah Jaya rata- rata  banyak yang jenis Rex yang diternakan.


"Banyak jenis kelinci pedaging seperti newzealand white,hycooll,rex, untuk kelompok Barokah Jaya yang banyak dibudidayakan  jenis rex." ungkap Susilo.


Menurutnya untuk perawatan kelinci sebenarnya tidak sulit, cukup dengan membersihkan kandang minimal sehari sekali dan penyemprotan antiseptik pada kandang 2 kali sehari.


Sedangkan untuk pakan diberi dua kali satu hari yaitu pagi dan sore plus vitamin satu Minggu sekali


"Pakan cukup menggunakan pelet khusus kelinci yang  dan rerumputan seperti kangkung, dan pemberian vitamin, " tambah Susilo


lanjutnya selama ini permintaan yang banyak adalah kelinci sapihan usia 40 hari yang kita jual Rp. 30.ribu, untuk usia 3 bulan betina Rp.100 ribu usia siap kawin dan untuk pedaging Rp.250 ribu.

            Susilo ketua Poktan ternak Barokah Jaya desa Purworejo                             Nguntoronadi Magetan

Selain itu,dirinya juga memanfaatkan kotoran dan air kencing kelinci  sebagai pupuk organik dan ada juga yang dibeli  pelanggan untuk menyemprot tanaman

"Kotoran dan air kencing kelinci bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman dan juga dijual ke beberapa pelanggan yang membutuhkan,"kata susilo



          Kades Purworejo berkunjung ke peternakan kelinci pedaging                     Barokah Jaya dalam pemberdayaan masyarakat.

Lanjut Susilo kelinci pedaging yang diternakan oleh kelompoknya rata-rata selama ini diambil para pedagang untuk  dijadikan makanan  seperti sate kelinci, rica-rica daging kelinci. Melihat peluang potensi yang besar dari olahan daging kelinci tersebut dirinya bersama kelompok ternaknya berinisiatif untuk mengembangkan olahan daging kelinci agar lebih  bervariatif lagi tidak hanya sate kelinci, ataupun rica-rica kelinci,yaitu berinovasi membuat Nugget daging kelinci.Jika selama ini  sate kelinci sudah menjadi kuliner khas di telaga sarangan. 


Maka dengan mengolah menjadi nugget daging kelinci yang nantinya akan diproduksi oleh kelompok ternak Barokah Jaya bisa menjadikan nilai tambah ekonomi bagi warga desa khususnya dan juga ikut mengangkat desa Purworejo untuk menjadi sentra kelinci pedaging dan produk olahannya khususnya nugget di wilayah Magetan bagian timur.


"Semoga kedepannya ada bantuan alat dan pendampingan dari dinas terkait kepada Poktan ternak Barokah Jaya dan  Desa Purworejo dapat terwujud menjadi desa sentra budidaya kelinci pedaging dan olahan khususnya Nugget daging kelinci diwilayah Magetan bagian Timur,"tutup Susilo.


Reporter: Nung