INFO TERKINI
Home » » Elpiji 3Kg Mulai Langka Dipasaran,Warga Kelimpungan

Elpiji 3Kg Mulai Langka Dipasaran,Warga Kelimpungan

Madiun (Aenews9.com)- Keberadaan tabung gas 3Kg bersubsidi  beberapa hari ini mulai langka di pasaran terutama di wilayah kecamatan geger,Kabupaten Madiun.

Situasi ini tentunya menyulitkan masyarakat. Tak hanya menghambat aktivitas masyarakat, kelangkaan ini juga membuat harga isi ulang gas menjadi lebih mahal dari biasanya.

Dari pantauan Aenews9.com dilapangan beberapa warga masyarakat tampak kecewa ketika mendatangi toko maupun agen penyalur gas isi ulang 3Kg,karena stok sedang kosong.

Salah satu warga bernama Retno yang membeli tabung gas 3kg mengaku kecewa karena stok persediaan kosong" saya sudah mencari gas 3kg ini dari pagotan sampai ke kecamatan Kebonsari,semuanya kosong"keluhnya kepada aenews9.com .

Sholihul Hadi salah satu agen pengecer besar di Pagotan juga ikut resah dengan kelangkaan dan kekosongan stok elpiji 3kg ini.
" Wajar mas kalau jelang lebaran stok elpiji 3kg makin langka di pasaran,padahal seharusnya dari pangkalan ada penambahan,mengingat banyaknya permintaan,banyak konsumen yang hendak membeli tapi stok kosong.kata Hadi
Masih menurut Hadi stok elpiji 3kg yang  kosong seperti ini bisa menjadi lahan bagi pengecer yang nakal yang  masih mempunyai stok dengan menjual harga melebihi HET,kalau disini harga tetap sama rp.20 ribu /tabung.ungkapnya.

Menurut Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Madiun, Agus Wiyono, di Madiun,Senin(4/6/2018) bahwa stok elpiji bersubsidi 3kg di wilayah Madiun aman.
"Kami jamin stok elpiji selama bulan Ramadan dan Idulfitri tahun 2018 aman. Jadi masyarakat tidak perlu resah,"
Menurut dia, untuk menjamin stok aman, pihaknya telah melakukan persiapan. Di antaranya berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penambahan fakultatif bahan bakar tersebut

"Penambahan fakultatif dilakukan pada tanggal 1 Mei, 10 Mei, dan awal Ramadan. Hal ini bertujuan agar saat awal Ramadan stok elpiji tercukupi," kata dia.

Agus Wiyono menjelaskan penambahan stok elpiji 3 kilogram yang diterima masing-masing agen berbeda. Hal itu karena menyesuaikan dengan kemampuan agen.

Selain melakukan penambahan, Hiswana Migas bersama pemda dan pihak terkait juga akan melakukan pemantauan di lapangan. Jika ada informasi kekurangan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan, titik mana yang terjadi kekurangan.

Dari situ, stok akan segera dipenuhi, sebab, Hiswana Migas telah melakukan suplai bahan bakar epliji 3 kilogram setiap hari.

"Dalam pendistribusian, kami akan mengutamakan konsumen pengguna langsung, rumah tangga, dan pedagang kaki lima. Untuk pengecer kami batasi sehingga tidak sampai terjadi kelangkaan," katanya.

Terkait harga, pihaknya juga menyatakan masih cukup terjangkau. Adapun, harga eceran tertinggi (HET) elpiji ukuran tabung 3 kilogram sesuai aturan yang ditetapkan adalah sebesar Rp16.000 di tingkat pangkalan. Sedangkan harga di tingkat pengecer sesuai pantauan Hiswana Migas berkisar antara Rp18.000 hingga Rp20.000 per tabung.

Pihaknya menambahkan dimungkinkan akan terjadi peningkatan permintaan konsumen selama Bulan Puasa dan Lebaran. Namun, ia menjamin permintaan dan harga elpiji tersebut masih dalam batas wajar(Ng)

0 komentar:

Post a Comment

MEDIA GROUP