Proyek Irigasi Di Dusun Gilis Tanpa Papan Nama ,Diduga Ada Main Mata - .

Breaking

Cari Berita

Selasa, 03 April 2018

Proyek Irigasi Di Dusun Gilis Tanpa Papan Nama ,Diduga Ada Main Mata

Proyek Jasmas Provinsi di dusun Gilis yang diduga di kerjakan asal-jadi

AENEWS9.COM| Magetan - Proyek pengerjaan Saluran Irigasi dari progam Jasmas propinsi Tahun 2018 yang berada di dusun Gilis Desa Nguntoronadi, Magetan yang baru selesai menjadi pembicaraan mayarakat desa karena dalam pengerjaannya di duga terkesan  asal-asalan.

Deni salah satu warga yang di temui media ini mensayangkan  proyek irigasi yang dibangun di dusun Gilis dianggap proyek Siluman. Dimana pembangunan pekerjaan proyek tersebut tidak nampak terpasang papan nama informasi kegiatan serta diduga dalam pengerjaannya asal-asalan,apalagi lokasinya  di pinggir jalan desa.

pondasi terlihat langsung ditimbun batu, di tumpuk dituangkan campuran pasir dan semen tanpa adanya adukan terlebih dahulu.

"Sangat disayangkan kegiatan proyek saluran di dusun Gilis diduga dikerjakan asal-asalan,juga tidak terpasang papan informasi kegiatan apalagi lokasinya pinggir jalan," kata Deni.

Dari pengamatan dilokasi tampak  bahan -bahan material yang digunakan kurang berkualitas mulai dari pasir, campuran adukan (luloh) diduga tidak mengikuti sesuai perencanaan Juklak maupun Juklis pelaksanaan pekerjaan.
Selain itu pada pondasi terlihat langsung ditimbun batu, di tumpuk  dituangkan campuran pasir dan semen tanpa adanya adukan terlebih dahulu. Pekerjaan proyek irigasi  tersebut terkesan diduga menyalahi BESTEK dan tidak sesuai RAB. Pekerjaan tersebut sangat jauh dari harapan masyarakat karena mutu kwalitas pekerjaan yang asal-asalan di khawatirkan tidak  bertahan lama.

Sugeng ketua pokmas yang juga merangkap Kamituwo Gilis sebagai penerima progam tersebut saat di konfirmasi media ini menyuruh menanyakan langsung kepada pihak CV yang mengerjakan dirinya hanya terima kunci saja, menurutnya pekerjaannya sudah bagus dan sesuai.

" kami hanya penerima progam,silahkan langsung tanya kepada pihak CV yang mengerjakan, menurut hemat kami pekerjaan tersebut sudah bagus dan sesuai.Selain itu masyarakat khususnya pokmas juga bersyukur sudah mendapat bantuan dari propinsi,kami tidak mempermasalahkan pekerjaan CV rekanan tersebut."kata Sugeng .

 
Dalam kesempatan yang sama aktivis LPKSM Pasopati, Sumadi menanggapi terkait proyek Jasmas dari provinsi yang dikerjakan tanpa memasang papan nama terindikasi sebagai cara untuk membohongi masyarakat agar tidak bisa mengawasi besaran anggaran dan sumber anggaran. Seharusnya pihak rekanan  memasang informasi proyek saat di mulai pekerjaan.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan sesuai Amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP ) Nomor 14 Tahun 2008  Pasal 15 Huruf D (Pengelolaan dan penggunaan dana yang bersumber dari APBN dan /atau APBD) dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Dan Nomor 70 Tahun 2012, Dimana mengatur setiap pekerjaan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan nama proyek,skala gambar,dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan"kata Sumadi

Lanjut  pekerjaan pembuatan saluran irigasi oleh CV rekanan  melalui progam Jasmas  propinsi yang peruntukannya dari usulan pokmas dusun Gilis desa nguntoronadi Desa Nguntoronadi sangat buruk dan jauh dari kwalitas yang baik, .

pondasi terlihat langsung ditimbun batu, di tumpuk  dituangkan campuran pasir dan semen tanpa adanya adukan terlebih dahulu.


Selain itu yang sangat disayangkan pokmas penerima hanya diam melihat kondisi pengerjaan proyek tersebut yang ngawur tanpa berbuat untuk menegur CV rekanan atau patut diduga ada 'main mata' antara pokmas Gilis dan CV pelaksana.

Dari hasil informasi penelusuran diperoleh informasi terkait anggaran proyek tersebut sebesar 175 juta rupiah.Sangat disayangkan proyek yang menggunakan anggaran negara untuk peningkatan perekonomian masyarakat terbuang percuma hanya dilaksanakan demi mengejar keuntungan semata tanpa memperhatikan mutu kwalitas pekerjaan.(Ng)