INFO TERKINI
Home » » Proyek Irigasi Di Dusun Gilis Tanpa Papan Nama ,Diduga Ada Main Mata

Proyek Irigasi Di Dusun Gilis Tanpa Papan Nama ,Diduga Ada Main Mata

Magetan (aenews9.com) - Proyek pengerjaan Saluran Irigasi dari progam Jasmas propinsi Tahun 2018 yang berada di Dusun Gilis Desa Nguntoronadi,Kecamatan Nguntoronadi,Kabupaten ,yang baru selesai menjadi pembicaraan masyarakat desa karena dalam pengerjaannya terkesan  asal-asalan.

Deni salah satu warga yang di temui aenews9.com, mengatakan "sangat menyayangkan proyek irigasi yang dibangun di dusun Gilis dianggap proyek Siluman. Dimana pembangunan pekerjaan proyek tersebut tidak terpasang papan nama informasi proyek saat melaksanakan kegiatan pekerjaan dan nampak asal-asalan,apalagi lokasinya  di pinggir jalan desa" kata Deni.

Ditempat yang sama aktivis LPKSM Pasopati,Sumadi menjelaskan "Proyek yang dikerjakan tanpa memasang papan nama terindikasi sebagai cara untuk membohongi masyarakat agar tidak bisa mengawasi besaran anggaran dan sumber anggaran. Seharusnya pihak rekanan  memasang informasi proyek saat di mulai pekerjaan.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan sesuai Amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP ) Nomor 14 Tahun 2008  Pasal 15 Huruf D (Pengelolaan dan penggunaan dana yang bersumber dari APBN dan /atau APBD) dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Dan Nomor 70 Tahun 2012, Dimana mengatur setiap pekerjaan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan nama proyek,skala gambar,dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan"kata Sumadi

Lanjut Sumadi pekerjaan pembuatan saluran irigasi oleh CV rekanan  melalui progam Jasmas  propinsi yang peruntukannya dari usulan pokmas dusun Gilis desa nguntoronadi Desa Nguntoronadi Sangat buruk dan jauh dari kwalitas yang baik, Dimana bahan -bahan material yang digunakan kurang berkwalitas mulai pasir ,campuran adukan ( luloh ), diduga tidak mengikuti sesuai perencanaan Juklak maupun Juklis pelaksanaan pekerjaan,selain itu terkait  pondasi yang di pakai  langsung ditimbun batu, di tumpuk  dituangkan campuran pasir dan semen tanpa adanya adukan terlebih dahulu.

Pekerjaan proyek irigasi  tersebut terkesan diduga menyalahi BESTEK dan tidak sesuai RAB. Pekerjaan tersebut sangat jauh dari harapan masyarakat karena mutu kwalitas pekerjaan yang asal-asalan di khawatirkan tidak  bertahan lama,selain itu yang sangat disayangkan pokmas penerima hanya diam melihat kondisi pengerjaan proyek tersebut yang ngawur tanpa berbuat untuk menegur CV rekanan,padahal pagu  anggaran itu besar rp.175.000.000 juta atau jangan-jangan antara pokmas dan CV rekanan di duga ada kongkalikong" terang Sumadi.

Saat aenews 9.com mengkonfirmasi kepada Sugeng ketua Pokmas Dusun Gilis yang juga merangkap sebagai Kamituwo Gilis terkait atas cacat mutu pekerjaan CV rekanan,Sugeng mengatakan,
" Kami hanya penerima bantuan hibah dari propinsi,untuk pekerjaan silahkan mas tanya langsung sama pak Win selaku cv pelaksananya,dan menurut kami pekerjaan ini sudah bagus di banding pekerjaan yang sudah-sudah.Selain itu masyarakat khususnya pokmas juga bersyukur sudah mendapat bantuan dari propinsi,kami tidak mempermasalahkan pekerjaan CV rekanan tersebut."kata Sugeng.

Dari pantauan dan informasi  aenenews 9.com di lapangan tidak adanya papan informasi proyek dan  nampak pengerjaan saluran irigasi tersebut terkesan asal -asalan dan pihak CV yang melaksanakan hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan mutu kwalitas pekerjaan (zam)

0 komentar:

Post a Comment

MEDIA GROUP