INFO TERKINI

Jokowi Resmikan Tol Ngawi-Kertosono,Tukang Becak Di Kota Madiun Ketiban Berkah

Madiun (aenews9.com) - Ada pemandangan yang tidak biasa di Alun-alun Kota Madiun,ratusan becak dan pengemudinya berjajar rapi menenuhi sepanjang Jalan Kolonel Marhardi,Kamis (29/3).

Ratusan pengemudi becak nampak menunggu dengan sabar seperti menunggu sesuatu,ternyata hari itu ratusan pengemudi becak yang ada di kota Madiun sedang menunggu untuk mendapatkan santunan sembako ditengah kunjungan Presiden Jokowi meresmikan tol Ngawi-Kertosono.

Karyo salah satu pengemudi becak yang biasa mangkal di Jl.Cokroaminoto juga ikut menunggu pembagian santuan sembako dari presiden Joko widodo,dirinya mengatakan bahwa mendapat kupon pengambilan sembako di alun-alun dengan syarat membawa becaknya.

"Saya mendapat kupon pengambilan kupon sembako khusus tukang becak di kota Madiun dari pak jokwi tapi dengan syarat harus mebawa becak ke alun-alun,mas." kata Karyo pada aenews9.com.

Pembagian sembako berlangsung cepat dan tertib karena di bantu Paspampres.Ada sekitar 500 bungkusan sembako berkantong merahputih di bagikan.(zam)

Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Jenasah Pendaki Gunung Lawu Korban Gantung Diri

MAGETAN (aenews9.com)- Proses evakuasi jenasah pendaki yang diduga bunuh diri di areal Hargodalem, puncak Gunung Lawu akhirnya selesai dengan lancar, Senin ( 26/3).

Tim gabungan yang berangkat sekitar Pukul 01.00 dini hari berhasil mengevakuasi jenasah dan  tiba di Cemoro Sewu pukul 11.33 Wib dan langsung masuk kedalam tenda guna pemeriksaan petugas.
Proses Tim Gabungan Evakuasi Korban Gantung Diri
“Untuk Cmn tim pukul 01.00 malam sudah naik, tim beserta korban sampai di bawah sekitar Pukul 11.33 Wib dan langsung masuk tenda pemeriksaan, ” kata Fery Yoga Saputra, Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Magetan melalui tim BPBD dilapangan.

Mayat yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung dibawa ke Kamar Jenasah RSUD dr Sayidiman Kabupaten Magetan.

“Korban belum diketahui identitasnya dan saat ini masih proses pemeriksaan di kamar jenasah RSUD dr Sayidiman Magetan,” jelas Ariska Amir, Staf Pelaksana Instalasi Pemulasaran Jenasah RSUD dr Sayidiman Magetan. (tn)

Komplotan Kawanan Curanmor Antar Wilayah Berhasil Digulung Satuan Resmob Polres Ponorogo

Ponorogo(aenews9.com) -  Unit Resmob Polres Ponorogo telah berhasil membekuk pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan kendaraa
n Roda 4 dan Roda2, yang akhir -akhir ini marak di Ponorogo. Minggu ( 25/03/2018 ).

Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, memang banyak laporan kejadian curanmor di wilayah hukum Polres Ponorogo, diantaranya, Slahung R 4 Mitsubhishi L 300, Jl. Imam Bonjol R 4 Mitsubishi SS, Sukorejo Mitsubishi SS, Mlarak R 2 Kawasaki Ninja , Sambit R 2 Yamaha R 15, Sooko R 2 Honda Supra 125,  Sooko R 2 Honda Scoopy, Slahung R 2 Honda Vario , Sukorejo danyang R 2 Suzuki Satria FU , Jenangan R 2 Honda Scoopy, Pulung R 2 Honda Beat. Semua terjadi mulai bulan November 2017 hingga 14 Maret 2018.

Sedikitnya Empat komplotan pelaku berhasil diamankan satresmob Polres Ponorogo, pada hari Minggu 25/3/ 2018, sekitar pukul 18.30 Wib.

Kronoligis kejadian penangkapan salah satu anggota komplotan curamor bermula saat pelaku sedang ngopi di warung angkringan tepi Jl. Batoro Katong dengan  membawa sepeda motor yang   dicurigai sebagai  hasil  kejahatan dari  tindak pidana pencurian, sehingga dilakukan penangkapan terhadap seorang yang  bernama  Edy dan benar bahwa kendaraan  tersebut  adalah hasil dari  tindak pidana pencurian sehingga dikembangkan ke pelaku lain dan berhasil mengamankan Imam Mujiono alias Kijon dan Andi alias Togok.

Adapun beberpa pelaku yang berhasil diamankan diantaranya , IMAM MUJIONO alias KIJO, Alamat : Ds.Sidoharjo Dsn.krajan Rt/Rw.04/01 Kec.pulung kab.Ponorogo, EDY NURCAHYONO alias CEMET, Alamat : Jl.Bali 07 C Rt/Rw. 03/02 Kel.Mangkujayan Kec.Ponorogo Kab.Ponorogo, ANDI ANJAR SETYAWAN alias TOGOG, Alamat : Dsn Gopyak Ds.Pulungmerdiko Rt.Rw/02.02, Kecamatan  pulung Kab.ponorogo, dan PRAMOKO, Alamat : Jl. Oenerus Ds. Paju Rt/Rw. 01/02 Kec. Ponorogo Kab. Ponorogo.

Selain ke Empat pelaku yang sudah berhasil diamankan Polisi juga sudah mengantongi Tiga pelaku lain yang saat ini berstatus DPO.

Dari para pelaku polisi mengamankan barang bukti diantaranya :
- 1 (satu) unit ranmor Jenis Kawasaki Ninja 250 .
- 1(satu) unit ranmor jenis Yamaha R 15
- 1 (satu) unit ranmoe jenis Honda Supra 125.
- 1 (satu) unit ranmor jenis Honda Scoopy.
- 1 (satu) unit ranmor jenis Honda Vario.
- 1 (satu) unit ranmor jenis Suzuki Satria FU.
- 1 (satu) unit ranmor jenis Yamaha Xeon sbg sarana pelaku.
- 1 (satu) unit ranmor jenis Yamaha Mio Soul GT sbg sarana pelaku.
- 1 (satu) unit ranmor jenis Yamaha Force One.
- 1 (satu) set kunci later L.
- 2 (dua) buah anak kunci T.
- 2 (dua) buah batang kunci   T.
- 3 (tiga) lembar stnk yg di duga palsu.
- 1 (satu) buah Hp Nokia warna biru.
- 1 (satu) buah Hp Lennovo warna hitam.
- 1 (satu) buah Hp Xiaomi warna putih.
- 1 (satu) buah Hp Samsung warna putih
- 1 (satu) buah Hp Nokia warna hitam.
- uang tunai senilai Rp 4.200.000.
- 5 (lima) lembar kartu atm.
- 1 (satu) buah sim A a.n Imam Mujiono.
- 1 (satu) lembar Ktp a.n Edy.
- 1 (satu) buah sim C a.n Imam Mujiono.

Selain melakukan operasi kejahatan di Ponorogo pelaku juga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan ranmor R 4 dan R 2 di wilayah Kabupaten Magetan, Madiun Kota,Kabupaten Madiun,Pacitan dan Jombang.

Para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Ng)

Ketum PPWI Angkat Bicara Terkait Pelecehan Tugas Wartawan Oleh Oknum PNS Tanah Datar

Sumbar (aenews9.com) - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA angkat bicara terkait masalah dugaan sikap arogan dan pelecehan terhadap wartawan yang dilakukan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial “MD” yang bertugas di Instansi Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP-Naker) Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat baru-baru ini.

Ketua Umum PPWI amat menyesalkan dan prihatin atas fenomena masih banyaknya oknum pegawai pemerintah, yang pakaian seragam dan kehidupan anak-istrinya dibiayai oleh rakyat, bersikap dan perpola-laku arogan.

"Sangat tidak pantas bagi orang yang isi perutnya dibiayai masyarakat berlaku tidak sopan, bahkan melecehkan warga yang membiayai hidupnya,” katanya.

Ditegaskan, terhadap oknum PNS pelaku pelecehan terhadap wartawan dan masyarakat agar diberi pembinaan oleh atasannya. "Pimpinan yang bersangkutan harus memberikan teguran, pembinaan mental dan etika, serta penegakkan disiplin pegawai negeri sipil yang notabene adalah pelayan masyarakat,” tegasnya.

Diharapkan kepada polisi, lanjut Wilson, yang menerima pengaduan wartawan atas perbuatan tidak menyenangkan dari oknum PNS tersebut untuk memproses kasusnya. "Saya mendesak agar polisi bekerja secara profesional menangani masalah ini," harapnya.

Wilson yang juga alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 juga menyampaikan kepada aparat keamanan, terutama aparat Kepolisian, agar senantiasa memberi bantuan perlindungan kepada para wartawan dalam melaksanakan tugas peliputan atau investigasi.

“Jika ada laporan dari rekan wartawan atas perilaku menyimpang dari oknum warga maupun oknum PNS di lokasi peliputan, semestinya segera ditindaklanjuti. Bantu semua pihak mencari solusi damai dengan cara memediasi kedua belah pihak,” sebutnya.

Ditambahkan, jika tidak dapat dicapai kesepakatan damai antara mereka, lakukan tindakan penegakan hukum bagi semua pihak yang dinilai melakukan pelanggaran hukum, harus diproses lebih lanjut ke penegakkan hukum sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Upayakan memediasi para pihak yang berperkara, jika tidak dicapai kata damai, harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," ucap Ketua Umum PPWI kepada media ini melalui pesan WhatsApp-nya, Minggu malam (25/03/2018) saat dimintai tanggapannya atas persoalan sikap arogansi dan pelecehan yang terjadi terhadap Wartawan di Ranah Minang baru-baru ini. (APL/Red)

2 ASN Terciduk Saat Menggelar Pesta Sabu

OKU (aenews9.com) -- Jajaran Sat Narkoba Polres Ogan Komering Ulu (OKU) yang di pimpinan langsung oleh AKP Widhi Andika Darma SH ,SIK, yang baru saja menempati jabatan di Polres OKU, berhasil meringkus salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bertugas di Dinas Pertanian Setempat, berinisial AP Warga Jl. Dahlia No.10 KPR TGI Kecamatan Baturaja, Selasa (20/3/2018) sekira pukul 10.30 Wib.
Saat sedang memakai barang haram narkoba jenis sabu-sabu tersebut, di salah satu rumah bandar sabu di kawasan jalan Ahmad Yani Kemelak KM 5 Kecamatan Baturaja Timur. Parahnya lagi, oknum ASN itu kedapatan, sedang berseragam dinas lengkap.

Bersamaan dengan penangkapan tersebut juga diringkus dua pelaku lainya, salah satunya adalah honorer di dinas yang sama yakni AR warga Jl Padat Karya Lorong Kandis Kelurahan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur Serta satu bandar sabu dengan inisial RS, warga Kemelak Kelurahan Bindung Langit Kecamatan Baturaja Timur.

Sementara Kapolres OKU AKBP Dra.NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Narkoba AKP Widhi Andika Darma, SH, SIK, saat Pres Release Rabu (21/3/2018) siang menjelaskan, awal mula penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat.

"Dengan mendapat informasi tersebut, anggota yang di pimpinan AKP Widhi langsung melakukan penyelidikan, diantara salah satu pelaku yang jadi incaran sejak lama,"kata Kapolres AKP Widhi Andika Darma.

Lanjut Kapolres OKU, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti, sabu sebanyak 8,18 gram, klip kecil, uang Rp 100 ribu, dan alat hisap bong yang masih berisi sabu bekas hisapan serta tiga unit handphone.

"Ancaman sendiri jika untuk RS, bandar narkoba dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 114 ayat 2 Jo 112 ayat 2 UU narkoba nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman seumur hidup,"terang Kapolres .

Tambah kapolres, "untuk dua orang oknum PNS dan Honorer Dinas Pertanian masih dalam penyelidikan namun untuk hukumannya maksimal 20 tahun penjara,"imbuhnya.

Ditempat yang sama kasat narkoba Wihdi Andika Darma SH SIK juga menuturkan berawal dari penagkapan itu."Awalnya kita mau mentangkap RS, tapi saat pengerebekan terdapat dua orang lainnya satu Oknum PNS dan satunya honorer, Dua orang ini sedang menghisap sabu, selain dengan pengerebekan itu, kita berhasil mengamankan tiga pelaku lainnya,"terang Kasat narkoba Wihdi

Sementara dari pengakuan tersangka AP, Oknum (ASN) yang tertangkap narkoba itu, jika sabu adalah semacam suplemen bagi dirinya. Kalau tidak mengkonsumsi sabu, ia akan mengalami lemah fisik dan pegal-pegal. “Kalau makai sabu, seperti hidup ini tenang dan rileks. Aku baru setahun ini jadi pencandu narkoba dan duet buat beli narkoba itu dari minjeman,” bebernya.

Terpisah, Sekda OKU Dr. Drs ,H. Achmad Tarmizi SE ,MT ,MSi, saat dikonfirmasi terkait penangkapan Oknum ASN yang keterlibat kasus Narkoba itu mengatakan dirinya baru mengetahui hal tersebut. "Namun setiap ASN yang terlibat Narkoba tidak akan ada tolerir dari Pemkab OKU silakan diproses sesuai hukum yang berlaku,"ujarnya

Dan terkait statusnya sebagai seorang ASN jika pihaknya tinggal menunggu putusan dari pengadilan, “Kita lihat dulu keputusan dari pengadilan, kalau sanksi pasti kita berikan sanksi kepada Oknum tersebut,” tegas Tarmizi

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Joni Saihu SP, melalui, pesan WhatsApp saat di Konfirmasi mengtakan, pada dasarnya sebagai atasan saya sedih dan prihatin degan kejadian ini.

"Sedih karena sebagai ASN/PNS Seharusnya mereka memberikan contoh kepada yang lainnya, degan menjauhi narkoba. Bapak bupati juga sudah berkali-kali mengingatkan agar ASN jangan coba-coba untuk bersentuhan dengan Narkoba. Tetapi ini sudah terjadi, maka sebagai atasan saya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. Yang pasti sanksi akan diberikan setelah proses hukum dilaksanakan. Sekarang kita tunggu saja proses selanjutnya," Terang Kepala Dinas Pertanian Joni Saihu .(adi/Media PPWI Group)

Nekat Pasutri Curi Batery Di gardu Induk Tower

Ngawi (aenews9.com) -Beralasan kehabisan ongkos dalam perjalanan, pasangan suami istri asal Bandung, Jawa Barat nekat mencuri battery disebuah gardu induk milik Telkom yang terpasang di pinggir jalan raya Ngawi Jawa Timur. Aksi nekat pasutri ini kepergok seorang satpam sebuah rumah makan yang mengetahui dan melaporkan ke polisi.

Pasutri yang diketahui bernama Ardi Pratama (31) dan Desi Margiati (29) warga Kelurahan Cimapokolan, Kecamatan Rancaksargi, Bandung dibekuk Satreskrim Polres Ngawi usai mencuri Battery di salah satu gardu induk milik Telkom yang terletak di Jalan raya Ngawi-Solo, tepatnya di Desa Watualang, Kecamatan Kota Ngawi.
Penangkapan terhadap pasutri ini setelah petugas keamanan sebuah rumah makan sekitar gardu induk yang curiga terhadap gerak geriknya dan sedang mengambil battery. Karena curiga, satpam tersebut mencatat nomor kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi dan melaporkan ke polisi.

"Setahu saya ada mobil sedang parkir dibagian kiri gardu, saya lihat seorang turun, kemudian menjebol gardu, dan mecopot kayak kabel soketan. Terus gambil battery di masukan kedalam mobil. Setahu saya ada 7 battery dan karena saat itu banyak tamu dan bus masuk. Saya diamkan saja, tapi saya catat nopolnya,"kata Satpam rumah makan, Eri Setyawan saat dikonfirmasi disekitar lokasi kejadian, Rabu (21/3/2018).

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti, 7 battery, obeng yang digunakan.(*)

PPWI Riau Gandeng BNNP Adakan Penyuluhan Narkoba OKP dan Mahasiswa

Pekanbaru - Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Riau melaksanakan kegiatan Penyuluhan Narkoba di Gedung PGRI Riau Jalan Jenderal Soedirman Pekanbaru, Selasa (20/03/2018). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 Orang peserta, yang berasal dari kalangan mahasiswa, para akademisi, OKP dan LSM se- Kota Pekanbaru.
Ketua DPD PPWI Riau, Julian Caisar, menyebutkan tujuan kegiatan penyuluhan dampak narkotika ini dalam rangka menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih, dan bebas dari penyalahgunaan Narkoba.

"Kegiatan ini dapat terlaksana melalui kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau. Penyuluhan narkoba ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi dampak narkotika dalam kehidupan masyarakat," jelas Julian.
Bertindak sebagai narasumber, lanjut Julian, adalah penyuluh dari BNN Provinsi Riau, Dian Lubis.
Dari pantauan media, acara yang merupakan kegiatan perdana setelah kepengurusan baru DPD PPWI Riau terbentuk itu dihadiri oleh Mahasiswi dari STIKES Payung Negeri, OKP Pemuda Pancasila, dan Laskar Melayu Riau, serta mahasiswa dari Universitas Riau.

Sedangkan materi yang disampaikan berkisar tentang kondisi terkini penyalahgunaan narkoba di Indonesia khususnya Riau, pengertian narkotika, jenisnya serta dampaknya terhadap tubuh.

"Termasuk alur proses rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap dan cara melindungi keluarga dari ancaman penyalahgunaan narkoba," tutup Julian Caesar, yang merupakan alumni dari Universitas Riau, Pekanbaru.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para peserta. Hal itu terlihat dengan banyaknya yang mengacungkan tangan untuk bertanya, namun pertanyaan dibatasi dengan satu sesi dan tiga pertanyaan.

Salah seorang peserta yang mengikuti acara berharap program ini dapat berkelanjutan serta adanya peran serius dari pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai pengetahuan tentang bahaya narkoba bagi generasi muda. (JLN/Red)

Tim Berkah Tanggapi Dingin Himbauan Panwas

Madiun, (aenews9.com) -Tim sukses pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madiun Ahmad Dawami - Hari Wuryanto ( BERKAH) tanggapi dingin surat peringatan rekomendasi Pawaslu Kabupaten Madiun tanggal 15 Maret 2018 yang lalu.

Dalam surat tersebut Panwaslu kabupaten Madiun merekomendasikan agar tim Paslon BERKAH segera menurunkan seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) yang terpasang di luar lokasi yang ditentukan KPUD Kabupaten Madiun. Jumlahnya tersebar di 60 titik  di seluruh kabupaten Madiun.

Sekretaris Tim pemenangan Paslon nomor urut satu tersebut, Dimyati Dahlan menegaskan tidak akan menanggapi apa yang direkomendasikan Panwaslu tersebut kepada Tim BERKAH. Alasanya karena APK dan BK yang terpasang tersebut bukan  produk yang dibuat ataupun dicetak tim BERKAH. "Kalau kami menurunkan, berarti kami mengakui jika APK dan BK itu milik kami, padahal bukan," Ungkap Pria yang juga  Ketua PKPI Kabupaten Madiun itu, saat jumpa awak media di Posko BERKAH, Jl. Raya Madiun Surabaya, Desa Tiron Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Selasa (20/3/2018).

“Semua itu kita serakan ke Bawaslu, silahkan mengusut perbuatan siapa. jangan sampai itu menjadi tanggung jawab dari tim Berkah, sebab itu bukan dosa kami. Karena Alat Peraga Kampaye (APK)  dan Bahan Kampanye (BK) seperti pamflet, striker, poster, spanduk, baliho, umbul umbul yang tersebar di 60 titik diberbagai daerah Kabupaten Madiun bukan produk dari paslon nomor satu”, tegasnya.

“Adapun tim Berkah sudah mendesain baik umbul - umbul, pamflet, poster maupun baleho yang telah ditetapkan oleh KPU dan sudah di setorkan ke KPU sesuai standart yang ditetapkan.

Sehingga yang bikin sepanduk kemarin itu memang bukan produk BERKAH. Tim BERKAH menganggap bahwa yang ada di warung sepanduk maupun poster yang ditempel di toko-toko itu bukan produk dari tim kita. Sehingga bukan tugas kita untuk melepas spanduk, itu tugas panwaslu dan Satpol PP untuk menurunkan”, Pungkas Dimyati selaku Sekretaris  tim Berkah. *

Adu Mulut Seorang Pengendara Saat Operasi Gabungan UPTD Dispenda Dan Polres Magetan

Magetan (aenews9.com) - Operasi gabungan rutin yang digelar Unit Pelayanan Tekhnis (UPT) Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur dan Polres Magetan tepatnya di Jalan Pasar Sayur Magetan, Senin (19/3) menuai perdebatan dengan warga.
Operasi yang menyasar kendaraan bermotor luar daerah tersebut mewajibkan pengendaraan luar daerah yang berdomosili di magetan untuk mengisi surat peryataan segera memutasi kendaraanya ke Magetan.

Sempat terjadi perdebatan dan bersitegang dengan petugas, salah satu pengendara mengaku kecewa, karena walaupun dia kelahiran Magetan yang sekarang sudah pindah ke Ciamis tetap disuruh membuat surat peryataan memutasi kendaraanya ke Magetan.

“Ini jelas pembodohan masyarakat, walaupun saya kelahiran Magetan, tapikan saya sudah pindah ke Ciamis, KTP saya Ciamis kenapa saya tetap disuruh buat surat peryataan mutasi kendaraan, “keluh salah satu pengendara yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu ditempat yang sama Kasi Penagihan dan Pembayaran UPT Dispenda Provinsi Jawa Timur Rudi Ariyanto mengatakan, kegiatan tersebut memang rutin dilakukan pihaknya, sasarannya adalah kendaraan mati pajak dan kendaraan luar daerah yang berdomisili di Magetan.

“Kegiatan ini memang kegiatan rutin kami bekerjasama dengan Kepolisian, sasarannya adalah kendraan mati pajak dan juga kendaraan luar daerah yang berdomisili di Magetan, “ujar Rudi kepada wartawan.

Dikatakan Rudi sesuai

peryataan  segera memutasi pajak kendaraanya ke Magetan.
“Kendaraan luar daerah yang 3 bulan berturut-turut berada di Magetan, akan kami himbau segera memutasi kendaraanya dengan mengisi surat peryataan, “jelasnya.

Ditanya mengenai warga yang sudah pindah domisili tapi tetap disuruh mengisi surat peryataan, ia berkilah bahwa hal itu adalah kesalahan tekhnis di lapangan.

“Itu tadi temen-temen mungkin tidak tahu, orangnya kelahiran Magetan tapi sudah pindah ke Ciamis, KTPnya Ciamis tapi kok tetap di suruh membuat surat pernyataan mutasi kendaraan ke Magetan, “pungkasnya. (ton/ng)


Rem Blong Truk Tabrak Tebing Terguling

MAGETAN (aenews9.com)- Terjadi kecelakaan tunggal di Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Jumat (16/3). Satu unit truk terguling setelah menabrak tebing di turunan tajam jalan desa setempat.
Kejadian berawal dari Truk yang dikendarai Wahyudi (19) warga Desa Banjarejo, RT 05/RW 05, Kecamatan Ngariboyo, berjalan dari arah barat ke timur. Sesampaianya dijalan turunan tiba-tiba rem blong dan truk menabrak tebing hingga terguling.
“Truk berjalan dari barat, setibanya diturunan, truk tiba-tiba tabrak tebing dan terguling, katanya remnya blong,” kata Hendro warga setempat.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun proses evakuasi truk sempat mengalami kesulitan karena medan yang sangat membahayakan.
Namun berkat gotong royong warga setempat dan juga petugas kepolisian Polsek Poncol, truk bisa dievakuasi dengan baik.
“Sopirnya selamat mas, tapi narik truknya sangat susah, untungnya warga disini kompak, jadi bersama dengan polisi truk ditarik sampai berhasil, “pungkas Hendro.(ton/

PPWI Dukung Polri Berantas Penyebar Hoax

Jakarta (aenews9.com) - Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mendukung Kepolisian Republik Indonesia memberantas penyebar berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian melalui media sosial.

"PPWI siap mendukung langkah-langkah Polri untuk memberantas penyebar hoax dan/atau siapa pun orang, kelompok, golongan, perorangan yang ingin  memecah-belah masyarakat dengan menyebarkan, berita-berita yang sifatnya mengandung ujaran kebencian," kata Ketua Umum PPWI Nasional Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA melalui Via Whatshaap, Jum'at, (16/3/2018) di Jakarta.

Selain itu, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, juga mengapresiasi langkah kepolisian yang cepat dan tanggap, apalagi terkait rencana Kapolri untuk membentuk satgas guna menangkal hoax di media sosial.

Menurut Wilson, pemberantasan penyebaran berita bohong sangat penting agar tidak memecah belah masyarakat, dan hal ini harus ditindak tegas sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

"Media sosial itu harus dimanfaatkan untuk berkomunikasi, saling menyampaikan info yang benar, bukan sebaliknya dimanfaatkan untuk menyebarkan berita bohong atau fitnah, dan pelakunya juga harus ditindak," tegas Wilson yang juga merupakan trainer jurnalistik bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum di berbagai daerah di Indonesia.

Kendatipun demikian, ia juga mempersilakan kepada pengguna media sosial untuk tetap kritis terhadap pemerintah, hal itu dimaksudkan untuk terjadi perubahan yang lebih baik. Namun, tidak boleh menghujat, menghina apalagi memfitnah.

"Kepada rekan-rekan PPWI dan media yang tergabung dalam PPWI Media Network di seluruh Indonesia agar tidak menyebarkan berita hoax atau berita bohong, apalagi menghasut rasa persatuan dan kesatuan bangsa. dan sampaikanlah informasi yang benar dan akurat," imbauanya.

Alumni dari tiga universitas terbaik di Eropa itu juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar bijak dalam memanfaatkan media sosial, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo juga telah meminta kepada Kapolri untuk menindak tegas para pelaku penyebar hoax atau ujaran kebencian. [JML/Red]

Miris,Kebijakan Kapolri DiKencingi Oknum Bawahannya

Jakarta (aenews9.com) - Kalimat yang dipakai untuk artikel ini mungkin belum cukup menggambarkan situasi kongkrit terhadap perilaku "pembangkangan" beberapa oknum anggota Polri atas kebijakan Kapolri. Tapi saya berharap semoga judul di atas bisa memberi penjelasan singkat betapa bobroknya para oknum (walau jumlahnya semakin sedikit ya) bawahan Pak Tito Karnavian yang tega mengangkangi kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan sang pucuk pimpinan di institusi Polri kebanggaan Indonesia itu. Tidak tanggung-tanggung, oknum bawahan Kapolri yang kurang ajar terhadap atasannya itu tidak hanya di level-level penyapu rumput (tukang kepruk para demonstran), tapi juga ada di level penyandang bintang alias perwira tinggi.

Terdapat banyak sekali kasus yang menimpa rakyat, yang notabene adalah majikan para aparat polisi itu, yang diproses tidak sesuai peraturan perundangan yang ada, walaupun Pak Kapolri setiap saat mendengungkan kebijakan PROMOTER, Profesional, Modern, dan Terpercaya. Dengan berbagai dalih dan strategi, para oknum aparat, yang diduga bermental korup, terutama di unit reskrim dan lantas itu, mempermainkan aturan perundangan. Hasilnya, pihak yang salah bisa jadi benar; yang benar bisa jadi salah dan meringkuk di dalam sel.

Kasus paling gress yang ingin dikritisi dalam tulisan ini adalah kriminalisasi terhadap wartawan Jejak News, Ismail Novendra yang pada hari ini, Kamis, 15 Maret 2018, mengadukan nasibnya ke Sekretariat PPWI Nasional, di Jakarta. Korban kriminalisasi oknum Polda Sumatera Barat ini datang ke Jakarta, khusus menyampaikan surat pengaduan *"Mohon Keadilan dan Perlindungan Hukum Atas Dugaan Kriminalisasi Pers"* kepada berbagai pihak, antara lain ke Kapolri, DPR RI, Presiden, dan Kompolnas. Surat pengaduan yang sama juga disampaikan kepada Kadivpropam Polri.

Bagi saya, sebagai sahabat pewarta yang dilapori masalah ini, hal itu membuktikan bahwa di tubuh Polri masih bercokol oknum-oknum petinggi selevel Kapolda yang belum selesai dengan dirinya sendiri. Masih belum dewasa dalam menyikapi persoalan warga yang berimplikasi langsung maupun tidak langsung terhadap dirinya.

Hal itu dapat dilihat dari sikap dan perilaku arogan, yang tercermin dalam kebijakan menggunakan aturan _semau gue_ terhadap warga yang sekiranya memberitakan sesuatu yang terkesan minus yang terkait dengan si petinggi itu. Dari sekian aturan perundangan, dari sekian pasal, dan dari sekian argumentasi hukum yang tersedia, para oknum ini memilih aturan yang dipandang tidak akan menjerat mereka, dan menjadikan warga yang seharusnya benar menjadi tersalahkan alias terciduk atau tersangka.

Melihat fenomena tersebut, wajar jika ada pihak yang menyarankan agar Kapolri kita yang bertitel profesor doktor itu harus melakukan evaluasi terhadap para bawahan secara periodik, dan langsung mengambil tindakan tegas kepada para oknum Kapolda yang membangkang dan tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya.

Kasus Ismail yang diproses hingga kini sudah P21 dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Padang, atas laporan dugaan pelanggaran pasal 310 dan 311 KUHP oleh seorang oknum direktur PT BMA, adalah contoh kongkrit perilaku "mengencingi" kebijakan Kapolri yang menandatangani nota kesepahaman antara Kepolisian Republik Indonesia dengan Dewan Pers tentang _"Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakkan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan."_ Lagi, sikap Polda Sumatera Barat yang _ngotot_ memproses kasus, yang oleh Dewan Pers dinyatakan melalui suratnya nomor 555/DP/K/X/2017 sebagai _"sengeketa pemberitaan pers"_ yang oleh karenanya harus _"diselesaikan melalui mekanisme penggunaan hak jawab dan hak koreksi,"_ menunjukkan bahwa aparat di Polda ini mengalami *disorientasi hukum akut,* sehingga dengan gagahnya melakukan pelanggaran hukum, minimal telah melanggar kebijakan Kapolri sebagai atasannya. Orang-orang seperti ini amat berbahaya berada di institusi penegak hukum di republik ini.

Membaca fenomena _"degradasi loyalitas"_ beberapa oknum bawahan Kapolri, banyak warga kemudian mengasumsikan bahwa secara makro, saat ini sedang terjadi program pembusukan terhadap Pemerintahan RI yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur, walau belum terlihat masif, melalui tingkah-polah aneh bin ajaib di tubuh institusi berseragam coklat itu. Kondisi ini perlu sekali menjadi perhatian semua pihak, terutama para pencinta NKRI dan pembela pemerintahan yang sah. Rakyat berharap agar Kapolri waspada dan segera melakukan tindakan antisipasi sebelum semuanya terlambat. Wallahu'alam... (WIL/Red)

Apel Kesiapan IP4T Partisipatif dan PTSL Kabupaten Madiun Digelar di Halaman Puspem

Madiun (aenews9.com) - Bertempat di Halaman Pendopo Ronggo Jumeno Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Desa Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun digelar Apel Kesiapan Kegiatan IP4T Partisipatif Dan PTSL  dengan penanggungjawab Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Madiun Ir. Dwi Budi Martono. MT, Kamis (15/03/2018).

Dalam rangkaian kegiatan Apel, Bupati Madiun H.Muhtarom,  S. Sos, menyematkan pita perwakilan pelaksanaan Inventarisasi Penguasaan Pemilikan Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) Partisipatif dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Dalam sambutannya, Bupati Madiun mengatakan, beberapa waktu yang lalu di hadapan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Pemkab Madiun bersama jajaran Forkopimda dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Madiun telah menandatangani kesepakatan bersama tentang kerjasama pelaksanaan IP4T Partisipatif di Kabupaten Madiun.

“Dalam rangka kesiapan akhir sebelum pelaksanaan IP4T Partisipatif yang sekaligus akan ditindaklanjuti dengan program PTSL 2018 khususnya di 59 Desa di Kabupaten Madiun, maka pada hari ini digelar Apel bersama,” kata Bupati.

Lanjut Bupati, hal ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kesiapan masing-masing Tim Desa untuk menindaklanjuti dan melaksanakan program di wilayahnya masing – masing untuk mendukung realisasi target PTSL. Maka dari itu sangat dibutuhkan kerjasama, kerja keras dan komitmen dari beberapa komponen, yaitu Kantor Pertanahan, Kepala Desa, dan Tiga Pilar Kasun, Babinkamtibmas serta Babinsa.

Bupati Madiun juga menjelaskan, hasil IP4T Partisipatif untuk setiap jengkal tanah di Kabupaten Madiun dibagi kedalam empat kelompok untuk kondisi K1 : Clear and Clean siap disertifikatkan, K2 : Tanah bersengketa, belum siap disertifikatkan, K3 : Subyek tidak memenuhi syarat (Badan hukum, WNA, pemilik tidak diketahui) dan K4 : sudah bersertifikat. Untuk itu, dengan pengelompokan ini akan mempermudah dan mempercepat Satgas Yuridis dalam penyelesaian target sertifikat tanah dan penanganan tanah yang bersengketa dan tanah yang tidak bertuan.(NYR/mc)

DPP SPRI minta Kapolri Copot Kapolda Sumbat Terkait Kriminalisasi Wartawan

Jakarta (aenews9.com) - Pelaksanaan Hari Pers Nasional di Kota Padang, Sumatera Barat yang dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan sejumlah menteri kabinet termasuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia Tito Karnavian, rupanya tidak memberi pencerahan bagi aparat penyidik Polda Sumatera Barat untuk menyelesaikan sengketa pers sesuai UU No.40 tahun 1999 tentang Pers.

Wartawan Koran Jejak News Ismail Novendra hingga kini tetap saja diproses sebagai tersangka dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan terkait berita yang dimuatnya di koran Jejak News pada (28/8) tahun lalu.

"Untuk itu kami dengan tegas meminta Kapolri segera mencopot Inspektur Jenderal Polisi Fakhrizal dari jabatan sebagai Kapolda Sumbar," tandas Ketua Umum DPP Serikat Pers Republik Indonesia Heintje Mandagie dalam siaran persnya. Kapolda Sumbar, menurut Mandagi, memiliki conflict of interest terkait kasus ini karena ikut disebut dan dikaitkan dalam pemberitaan koran Jejak News yang diliput Ismail Novendra.

Mandagi juga menegaskan, dalam menangani kasus ini oknum penyidiknya bertindak tidak profesional karena menggunakan pasal pidana penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap sebuah karya jurnalistik yang dihasilkan Ismail Novendra.

Seharusnya Kapolda bisa memerintahkan penyidik menggunakan pasal-pasal di dalam UU Pers yang mengatur tentang hak jawab, hak koreksi, dan kewajiban koreksi dalam menangani sengketa pemberitaan pers, sehingga korban pemberitaan, dalam hal ini pimpinan PT Bone Mitra Abadi dapat menggunakan hak jawab di koran Jejak News untuk mengklarifikasi kasus yang dituduhkan kepadanya.

Lebih jauh dikatakan, Kapolda Sumbar tidak mengindahkan sama sekali Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dan Kapolri terkait penanganan pengaduan perkara pemberitaan pers, karena penetapan Ismail Novendra sebagai tersangka pasti diketahui Kapolda karena ada aksi unjuk rasa penolakan keras dari wartawan rekan-rekan sejawat Novendra.

DPP SPRI menilai, Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dan Kapolri tersebut memang tidak memiliki dasar hukum, terlebih kesepahaman tersebut dibuat antara Kapolri dengan Dewan Pers namun bukan dengan Jaksa Agung. Sehingga pada prakteknya Nota Kesepahaman tersebut tidak berjalan sesuai harapan, dan justeru pada prakteknya wartawan sering dikriminalisasi terkait pemberitaan pers.

Sementara itu, Dewan Pers sebagai lembaga yang dilahirkan oleh UU Pers dengan tujuan untuk mengembangkan kemerdekaan pers justeru tidak berbuat apa-apa ketika Ismail Novendra terancam dipidana. Surat permohonan bantuan yang dilayangkan Ismail kepada Dewan Pers agar dirinya tidak dipidana terkait pemberitaan hanya dijawab Dewan Pers dengan surat yang berisi penjelasan dan saran. Tidak ada tindakan bantuan dari Dewan Pers untuk menghentikan upaya penyidik Polda Sumbar mempidanakan karya jurnalistik yang dibuat Ismail Novendra, padahal dalam kasus ini kemerdekaan pers jelas-jelas tercederai.

Bagi SPRI sesunggunya Kapolri tidak perlu membuat Nota Kesepahaman dengan Dewan Pers jika semua penanganan sengketa pers merujuk pada UU Pers karena sudah ada Yurisprudensi putusan tingkat kasasi Mahkamah Agung RI terhadap mantan Pemred Majalah Tempo Bambang Harymurti. Ketika itu Mahkamah Agung memutuskan membebaskan Bambang dengan pertimbangan bahwa UU Pers adalah Lex Spesialis atau aturan khusus di atas Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Putusan kasasi MA itu juga untuk melindungi kebebasan pers dan tugas-tugas kewartawanan.

"Mengacu dari keputusan tersebut seharusnya Kapolri dan Jaksa Agung lah yang paling tepat membuat nota kesepahaman agar di kemudian hari tidak terjadi lagi kesalahan yang sama dalam penanganan kasus sengketa pers,  sehingga kemerdekaan pers benar-benar dijamin oleh aparat penegak hukum bukannya Dewan Pers yang selama ini terbukti gagal menegakan kebebasan pers," ujar Mandagi mengusulkan.

Salam Perjuangan Kemerdekaan Pers
Ketua Umum DPP SPRI
Heintje Mandagie

Untuk konfirmasi dpt menghubungi 081340553444

Pria Lansia Gsntung Diri Pakai Tali Sepatu

MADIUN (aenews9.com) — Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Samin(65)( warga RT 015/RW 003, Kelurahan/Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di rumahnya, Kamis (15/3/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.

Pria lansia ini ditemukan gantung diri dengan menggunakan tali sepatu. Tetangga Samin, Aminudin, 58, mengatakan jasad Samin ditemukan anaknya pagi itu. Kejadian tersebut pun menggemparkan warga kampung setempat.(di lansir dari Madiun pos.com)

Dia menyampaikan Samin memiliki dua anak perempuan bernama Nur dan Atik. Selama ini hidup mereka tidak pernah ada masalah dan pria lansia itu juga tidak pernah kekurangan uang. Sebelum meninggal, Samin tinggal bersama anaknya di rumah tersebut.

“Anaknya kan bekerja menjadi TKW di luar negeri. Jadi kalau bunuh diri karena faktor ekonomi sepertinya tidak,” jelas Aminudin.

Dia menceritakan belasan tahun lalu pria itu sempat hendak bunuh diri. Hal itu terjadi setelah istrinya meninggal dunia. Namun, percobaan bunuh diri itu bisa digagalkan warga.

Aminudin menceritakan menurut keterangan keluarganya, Samin gantung diri menggunakan tali sepatu. “Tadi tali sepatu yang digunakan untuk gantung diri dibawa polisi,” jelas dia.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro, mengatakan jasad Samin ditemukan kali pertama oleh anaknya, Atik. Saat itu Atik melihat pintu kamar Samin tertutup dan terkunci dari dalam.

Atik mencoba membuka pintu kamar dan memanggil ayahnya itu. Tetapi tidak ada jawaban. “Karena curiga, Atik mencoba mengintip dari jendela kamar depan. Ternyata ayahnya sudah dalam kondisi meninggal dengan cara gantung diri,” terang dia.

Dan Diduga pria lansia ini nekat gantung diri karena depresi setelah mengalami gegar otak akibat kecelakaan beberapa tahun silam. Jasad pria lansia itu kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.(dilansir dari Madiun pos.com)

Dinilai Membahayakan Keselamatan Anak,Kasat Lantas Akan Tegur Damkar

Magetan (aenews9.com) - Kegiatan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan sejumlah Taman Kanak-Kanak (TK) di jalan raya mendapat sorotan langsung dari Polres Magetan, Kamis (15/3).

Kapolres Magetan AKBP Muslimin melalui Kasat Lantas AKP Hankie Fuari Putra mengaku akan segera menegur pihak Damkar, karena kegiatan tersebut disamping melanggar aturan juga dinilai membahayakan nyawa anak.

“Iya mas, harus kami tegur, dan kami harus melihat konteknya juga sebelum menegur, apakah mereka dalam keadaan yg sesuai dengan kepentingan lain dalam peraturan yg berlaku atau tidak.”kata Kasat Lantas, Kamis (15/3).

Dituliskan Kasat Lantas secara rinci melalui WhatsApp, kegiatan tersebut melanggar aturan berdasar Pasal 5 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (“PP Kendaraan”) yang pada intinya mengatur bahwa kendaraan bermotor jenis mobil barang itu meliputi, mobil bak muatan terbuka, mobil bak muatan tertutup, mobil tangki dan mobil penarik.
Yang pada dasarnya, dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan(“UU LLAJ”) itu dikenal istilah mobil penumpang dan mobil barang.

Istilah ini dapat ditemukan dalam Pasal 47 ayat (2) UU LLAJ yang menyebutkan bahwa kendaraan bermotor dikelompokkan berdasarkan jenis, sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, mobil barang dan kendaraan khusus.

Adapun definisi mobil penumpang dan mobil barang dapat kita jumpai dalam PP Kendaraan yang menyatakan bahwa mobil penumpang adalah kendaraan bermotor angkutan orang yang memiliki tempat duduk maksimal 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau yang beratnya tidak lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram (Pasal 1 angka 5 PP Kendaraan). Sedangkan mobil barang adalah kendaraan bermotor yang dirancang sebagian atau seluruhnya untuk mengangkut barang (Pasal 1 angka 7 PP Kendaraan).

” Artinya, mobil bak muatan terbuka sebagai mobil barang hanya diperuntukkan sebagai mobil yang mengangkut barang, bukan mengangkut orang,”jelas Kasat Lantas.

Terpisah Kasi Pengendali Pemadam Kebakaran Kabupaten Magetan Wawang Antarikso, membenarkan kegiatan tersebut, sejumlah TK sudah seringkali melakukan kegiatan tersebut bersama timnya.

“Iya ini sudah jadi kegiatan kurikulum disejumlah TK di Kabupaten Magetan, tadi sejumlah 194 anak beserta 20 guru ikut dalam kegiatan, “pungkasnya.(ton)

16 Adegan Rekonstruksi Bapak Bunuh Anaknya Di Temboro

Magetan (aenews9.com) - Satreskrim Polres Magetan menggelar rekontruksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Dusun Balibatur, Desa Temboro, Kecamatan
Karas, Rabu (14/3).kemarin.

Sebanyak 16 adegan diperagakan oleh
tersangka Ahmad Kohir (40), warga dusun Balibatur, desa Temboro, Kecamatan Karas, saat membunuh anak kandungnya sendiri, Abdul Azis (16) menggunakan martil.

Rekontruksi digelar guna mencocokkan
keterangan tersangka dalam penyusunan
Berita Acara Pemeriksaan (BAP).Dan tersangka Ahmad Kohir, dengan jelas
memperagakan tiap adegan ketika
menghabisi nyawa anaknya.

” Tersangka sangat kooperatif,adegan dilakukan sesuai keterangan di BAP, sebanyak 16 adegan diperagakan tersangka,” kata AKBP Muslimin, Kapolres Magetan, Rabu (14/3).

Namun demikian hingga kini penyidik masih mendalami motif tersangka yang tega membunuh darah dagingnya sendiri
tersebut.

” Motif utamanya terus kita dalami, semoga nanti terbuka semua di Pengadilan, “pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya beberapa hari yang lalu telah terjadi KDRT berat di Desa
Temboro, Kecamatan Karas. Berawal dari permasalahan keluarga seorang bapak nekat menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri menggunakan martil, dan hingga kini masih dalam peyelidikan petugas. (ton)

Kisah Baju Putih Tambalan Sang Negarawan:Moch Natsir

(Aenews9.com)-Bangsa Indonesia, seperti halnya bangsa lain, tidak melahirkan banyak negarawan sekalipun memproduksi banyak politikus. Menurut sebuah kasus, negarawan adalah seorang yang memanfaatkan kepemimpinan politiknya secara arif dan waskita tanpa dibarengi kesetiaan sempit.

Sebuah teori kepemimpinan mengatakan negarawan adalah seorang yang memiliki wawasan dan moral yang jernih, konsistensi, persistensi, kemampuan berkomunikasi dan berjiwa besar. Indonesia sekarang seakan-akan hidup di sebuah lingkaran setan yang tak terputus: regenerasi kepemim­pinan terjadi, tapi birokrasi dan politik yang bersih, kesejahteraan sosial yang lebih baik, terlalu jauh dari jangkauan.

Muhammad Natsir seolah-olah wakil sosok yang berada di luar lingkaran itu. Ia bersih, tajam, konsisten dengan sikap yang diambil, bersahaja. Dalam buku Natsir, 70 Tahun Kenang-kenangan Kehidupan dan Perjuangan, ­Ge­orge McTurnan Kahin, Indonesianis asal Amerika yang bersimpati pada perjuangan bangsa Indonesia pada saat itu, bercerita tentang pertemuan pertama yang mengejutkan. Natsir, waktu itu Menteri Penerangan, berbicara apa adanya tentang negeri ini. Tapi yang membuat Kahin betul-betul tak bisa lupa adalah penampilan sang menteri. ”Ia memakai kemeja bertambalan, sesuatu yang belum pernah saya lihat di antara para pegawai pemerintah mana pun,” kata Kahin.

Dia melihat sendiri Natsir mengenakan jas bertambal. Kemejanya hanya dua setel dan sudah butut. Kahin, yang mendapat info dari Haji Agus Salim me­ngenai sosok Natsir, belakangan tahu bahwa staf Kementerian Penerangan mengumpulkan uang membelikan pakaian supaya bos mereka terlihat pantas sebagai seorang menteri.

Mohammad Natsir hidup ketika persahabatan lintas ideologi bukan hal yang patut dicurigai, bukan suatu pengkhianatan. Natsir pada dasarnya antikomunis. Bahkan keterlibatannya kemudian dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), antara lain, disebabkan oleh kegusaran pada pemerintah Soekarno yang dinilainya semakin dekat dengan Partai Komunis Indonesia. Masyumi dan PKI, dua yang tidak mungkin bertemu. Tapi Natsir tahu politik identitas tidak di atas segalanya. Ia biasa minum kopi bersama D.N. Aidit di kantin gedung parlemen, meskipun Aidit menjabat Ketua Central Committee PKI ketika itu.

Dipa Nusantara Aidit, Ketua Comite Central Partai Komunis Indonesia, adalah musuh ideologis nomor satu Mohammad Natsir. Aidit memperjuangkan tegaknya komunisme di Indonesia. Natsir sebaliknya. Tokoh Masyumi itu menginginkan negara dijalankan di atas nilai-nilai Islami. Pertentangan ini membuat keduanya sering berdebat keras di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat dan Konstituante. Tapi, di luar sidang, keduanya bersahabat.

Inilah sosok multikultural Natsir yang dikenang dengan bangga oleh orang-orang dekatnya. ”Dia tak punya handicap berhubung­an dengan golongan nonmuslim,” ujar Amien Rais. Setelah menyelesaikan studi doktoral di Universitas Chicago pada 1984, Amien yang bekas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini sering menjadi teman ngobrol Natsir. ”Saya kira Pak Natsir banyak menyerap kearifan H.O.S. Tjokroaminoto,” ujar Amien.

Soal hubungan dengan Aidit, Natsir banyak bercerita kepada Yusril Izha Mahendra, Ketua Partai Bulan Bintang. Tatkala masih kuliah di Jakarta, Yusril amat dekat dengan Natsir. Menurut Yusril, Natsir sering tak bisa mengendalikan emosi ketika berdebat dengan Aidit di parlemen. ”Pak Natsir bilang, rasanya dia inkegin menghajar kepala Aidit dengan kursi,” kata Yusril.

Tapi, hingga rapat selesai, tak ada kursi yang melayang ke kepala Aidit. Malah, begitu meninggalkan ruang sidang, Aidit membawakannya segelas kopi. Keduanya lalu ngerumpi tentang keluarga masing-masing. Itu terjadi berkali-kali. ”Kalau habis rapat tak ada tumpangan, Pak Natsir sering dibonceng sepeda oleh Aidit dari Pejambon,” Yusril menambahkan.

Selain selalu tampil sederhana, Natsir juga memperlihatkan sikap tidak ingin memanfaatkan kedudukannya. Saat masa jabatannya habis, Natsir meninggalkan kantor dengan mengayuh sepeda. Mobil dinas Muhammad Natsir langsung diserahkan saat itu juga kepada negara.

(sumber: pusakaindonesia.org)
Makassar (aenews9.com) — Ratusan pelajar hadiri Workshop kepenulisan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhamamdiyah (IPM) Kota Makassar, di Gedung PT Penerbit Erlangga Jalan Letjen Hertasning Makassar, Ahad 11 Maret 2018.

Ketua Panitia, Muhammad Febi mengatakan, bahwa antusiasme Pelajar menghadiri kegiatan tersebut sangat besar. Karena mencap ratusan orang yang hadir, yang berbagai sumber antaranya dari Sekolah, Universitas, PC IPM, Organisasi Pelajar dan Komunitas Baca yang ada di Kota Makassar.

“Peserta yang hadir di luar dari perkiraan kami selaku panitia pelaksana, antusiasme para Pelajar sangat besar dan tentu itu yang membuat kami bangga,” ungkap Febi.

Sementara itu, Ketua Umum PD IPM Kota Makassar, Ibrahim Abdurrahman mengungkapkan, bahwa beberapa rangkaikan acara dalam kegiatan tersebut, pertama Pembukaan Lomba Menulis Cerpen Pelajar Nasional, Pengukuhan Nuun Community, Lomba Selfie dengan Caption terbaik, Photo booth, Pembacaan Puisi dari salah satu Pemateri dan Deklarasi Laskar Pejuang Literasi.

“Semoga Kegiatan ini mampu menjadi awal yang baik dalam rangka mengembalikan spirit Literasi dikalangan Pelajar,” ujar Ibrahim.(di lansir dari khittah.co)

Ketua Umum PPWI : Minta Polri Jangan Alergi Terhadap Kritik

Jakarta (aenews9.com) - Diberitakan sebelumnya dibeberapa Media online, Dua Jurnalis yakni Jon Roi Tua Purba dijemput paksa di kediamannya untuk diperiksa atas berita terkait dugaan penerimaan gratifikasi oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dari seorang pengusaha di Medan.

Termasuk rekannya Lindung Silaban yang juga dijemput petugas Polda Sumut pada Selasa 6 Maret 2018 pukul 21.00 wib, dan diperiksa sebagai Pemimpin Redaksi media online sorotdaerah.com. Pemberitaan disalah-satu mediaonline. : http://www.statusaceh.net/2018/03/dua-jurnalis-dijemput-paksa-kapolda.html

Sementara itu, Menurut Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, M.A kepada media ini mengatakan, Polri tidak boleh resisten terhadap kritik jika ingin tetap dihormati dan disegani rakyat. Pejabat tidak semestinya berlindung di balik argumentasi.

"pencemaran nama baik" terhadap pemberitaan tentang sikap dan perilaku mereka walaupun hanya dalam bentuk dugaan - dugaan publik. " Ingat, Kalian dibayar mahal oleh rakyat, Sehingga segala gerak - gerik Anda sudah seharusnya terbuka untuk menjadi obyek perhatian rakyat setiap saat, Tanpa jeda sedetikpun. Kalau tidak mau jadi perhatian publik, Yaa jangan berada di posisi yang dibayar rakyat itu dong. Pulang kampung saja jadi petani, Menyatu bersama kita rakyat biasa dan balik memperhatikan dan mengkritisi para pejabat yang kita bayar hidupnya itu, " Tutur Wilson.

Dan Arogansi Oknum Kapolda Sumut, Lanjut Wilson, Yang menjemput paksa warga akibat pemberitaan di Medan itu, Akan menjadi catatan buruk para pekerja media massa terhadap Polri secara keseluruhan. " Bintang dua masih alergi kritik?? Tanggalkan saja bintang duanya itu boss. Tidak berbanding lurus dengan kondisi kedewasaan seorang pejabat pengayom masyarakat, " Ujarnya (tim)

Seminggu Menghilang,Mbah Korut Ditemukan Sudah Menjadi Mayat

MAGETAN (Aenews9.com)- Warga Desa Belotan RT 25/RW 09, Kecamatan Bendo geger, setelah ditemukanya Sadikun (70) atau biasa dipanggil Mbah Korut warga setempat tewas dalam posisi tertelungkup diselokan bantaran sungai desa setempat, Minggu (11/3).

Kejadian berawal saat korban yang memang hidup sebatang kara dan diketahui hilang ingatan tersebut, sudah seminggu tidak pulang ke rumah.

Perangkat desa dan warga sudah melakukan pencarian tapi tidak membuahkan hasil.

“Awalnya Mbah Korut ini memang dicari warga karena hampir semingguan tidak pulang,” kata warno warga setempat.
Akhirnya pencarian wargapun berbuah hasil, korban ditemukan oleh Jumali (44) warga setempat di selokan bantaran sungai dalam posisi tertelungkup tersangkut kayu jati, yang kemudian langsung menghubungi kerabatnya.

“Korban ditemukan jumali, kemudian memberitahu keponakanya dan langsung lapor ke Polsek Bendo, ” jelasnya.

Selanjutnya Petugas Polsek Bendo dipimpin Kapolsek AKP Iin Pelangi langsung mendatangi tempat kejadian. Mengenai motif dan penyebab kematian korban, saat ini masih dalam penanganan dan juga penyelidikan Polsek Bendo.(ton/red)

Alhamdulillah...Akhirnya Menyala Juga

Magetan (Aenews9.com) - Setelah berbulan-bulan lama ditunggu kejelasanya oleh masyarakat, akhirnya Traffic lights di perempatan Panekan menyala juga.

Hal itu dibenarkan Hadi warga setempat, bahwa Traffic lights yang persis berada di utara pasar tradisional Panekan tersebut telah berfungsi sebagaimana mestinya.

“Alhamdulialh mulai kemarin sudah menyala, lalulintas sudah tampak teratur, “kata Hadi, Minggu (11/3).

Hadi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama media yang telah membantu memberitakan di media masa yang akhirnya keluhan masyarakat karena mangkraknya Traffic lights segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah.

“Saya ucapkan banyak terimakasih, karena pemberitaan di media akhirnya keluhan kami segera terjawab dengan dibuktikan menyalanya Traffic lights yang sekian lama tak berfungsi,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kecamatan Panekan mengeluhkan Traffic lights di perempatan Panekan yang sudah di kerjakan sejak bulan Agustus tahun 2017 lalu oleh Pemkab Magetan tak kunjung menyala. Proyek yang menelan dana hingga ratusan juta rupiah tersebut berujung menjadi rasanan warga.

Namun setelah di beritakan oleh beberapa media masa, proyek yang sudah mangkrak berbulan-bulan tersebut akhirnya mendapat respon dari pihak terkait yang akhirnya kemarin, Sabtu (10/3) Traffic lights bisa menyala dan berfungsi sebagaimana mestinya. (ton/red)

Presiden Ingatkan Junjung Tinggi Adat Ketimuran Meski Beda Pendapat

 Bogor (aenews9.com) - Ketika memberikan sambutan pada Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat Tahun 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu 10 Maret 2018, Presiden Joko Widodo mengingatkan dua hal yang perlu diperhatikan dalam berpolitik.

“Pertama, kita harus terus membangun kedewasaan berpolitik, etika, tatakrama dan keadaban berpolitik. Kedua, kita harus membuat demokrasi lebih dirasakan oleh rakyat yaitu demokrasi yang lebih mensejahterakan rakyat, lebih memakmurkan rakyat,” kata Kepala Negara.

“Dua hal tersebut merupakan agenda penting dalam pembangunan politik kita,” ucap Presiden.

Kontestasi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) harus menjunjung tinggi etika dan keadaban serta harus saling menghargai dan saling menghormati. Dan tidak saling mencemooh, melainkan saling adu ide, adu program dan adu gagasan.

“Berbeda pendapat itu biasa tapi harus menjunjung tinggi adat ketimuran serta sopan dan santun. Persatuan dan persaudaraan harus selalu diutamakan. Dan kita para politikus harus memberikan tauladan kepada masyarakat luas dan generasi muda kita,” tuturnya.

Menurut Presiden, demokrasi juga harus melahirkan watak keberpihakan terhadap rakyat, demokrasi harus diikuti dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan peningkatan efisiensi. Selain itu, demokrasi harus mendukung inovasi kebijakan bagi lompatan pembangunan nasional.

Semuanya itu dilaksanakan agar demokrasi dapat memenangkan kompetisi global, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan meningkatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengajak keluarga besar Partai Demokrat untuk bersama-sama kami menjalankan agenda bersama tersebut,” kata Presiden di akhir sambutannya.

Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden RI keenam yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono serta keluarga besar Partai Demokrat. Juga tampak hadir Wakil Presiden ke-11 Boediono, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.


Bogor, 10 Maret 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Ketua Umum PPWI Lantik DPD PPWI Lampung dan Dpc Bandar Lampung

Bandar Lampung (aenews9.com) - Jajaran Kepengurusan DPD PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) Provinsi Lampung masa bakti 2017 - 2022 resmi dilantik dan dikukuhkan di Bandar Lampung, Kamis, 8 Maret 2018.

Peresmian dan pengukuhan pengurus DPD PPWI Lampung yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 wib di Gedung Pusiban, Kantor Pemprov Lampung tersebut bersamaan dengan pelantikan DPC PPWI Kota Bandar Lampung.

Upacara pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PPWI  Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, yang sekaligus bertugas melantik kedua kepengurusan di Lampung tersebut. Acara ini turut dihadiri dan disaksikan pejabat di Lingkungan
Provinsi Lampung, diantaranya PJ. Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kadis Infokom Pemprov Krisna Putra, Danrem 043 Garuda Hitam yang diwakili oleh Kapenrem 043/Gatam Mayor  Czi I Made Arimbawa, Kapolda Lampung yang diwakilkan oleh Kombes Pol Solichin, Walikota Bandar Lampung yang diwakili oleh Kadis Infokom Pemkot Bandar Lampung, Anggota DPD RI dari Provinsi Lampung, Ir. Anang Prihantoro serta 200-an undangan dari kalangan mahasiswa, pelajar, guru, ormas pemuda dan rekan pers di Kota Bandar Lampung.

Para pengurus DPD PPWI Lampung periode 2017-2022 yang dilantik beberapa hari lalu diketuai oleh Edi Suryadi, SE, seorang aktivis antikorupsi yang juga aktif menulis di Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI). Sedangkan kepengurusan DPC PPWI Kota Bandar Lampung dipimpin ketuanya Sudirman atau yang akrab dipanggil Buyung. Dalam kesehariannya, Bang Buyung adalah seorang kontraktor dan aktivis sosial yang sangat peduli dalam kemajuan Provisinsi Lampung, Kota Bandar Lampung pada khususnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PPWI Nasional Wilson Lalengke menjelaskan bahwa PPWI adalah suatu organisasi yang mewadahi setiap warga masyarakat tanpa melihat latarbelakang masing-masing, yang aktif menjalankan fungsi jurnalistik dalam berbagi informasi sesama warga. Setiap warga Negara berhak memberitakan atau mempublikasikan suatu peristiwa kepada seluruh elemen masyarakat dan tentunya untuk tujuan kemajuan bangsa dan negara. Wilson menegaskan juga bahwa penguasaan terhadap informasi sangat penting bagi setiap orang. “Siapa mengusai informasi, maka dia mengusai dunia," ujar alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Seusai pelantikan, acara tersebut dilanjutkan dengan seminar Wawasan Kebangsaan yang bertema "Meningkatkan Moralitas Generasi Muda dengan Jiwa Pergerakan Baru", menghadirkan pemateri Ir. Anang Prihantoro, selaku Anggota DPD RI dari Provinsi Lampgung. Dalam paparannya Ir. Anang Prihantoro, mengobarkan semangat perubahan dengan motto "Kita Bisa", yang disambut kompak dan antusias oleh seluruh peserta seminar yang diikuti ratusan mahasiwa dan pelajar ini.

Selain itu juga diadakan sosialisasi tentang bahaya Narkoba dengan pembicara dari BNNP Lampung, mengingat bahaya narkoba mengancam generasi muda penerus bangsa. (SPR/Red)

Pohon Mangga di Hantam Brio Pengemudi Tewas Seketika

Ponorogo ( Aenews9.com)  - Kecelakaan  lalu-lintas terjadi lagi di Jalan Raya Ponorogo-Siman, tepatnya di Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo,Sabtu (10/3).

Diduga akibat melaju dengan ugal-ugalan dua mobil terlibat saling serempat hingga mengakibatkan satu pengendara tewas.

Kecelakaan bermula saat Narno warga Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo mengemudikan mobil Toyota Rush bernopol AE 1358 SL bersama keluarganya, Siti Maesaroh (40), Bintang Ahmad Alfaizin (5) dan Moh Irfan (10) dari arah selatan ke Utara tepatnya Siman  menuju Ponorogo dengan kecepatan tinggi.

Namun Narno tidak melihat di didepannya ada mobil Brio bernopol AE 1396 SQ yang dikemudikan Sungkono (57) warga Dukuh Muneng RT 04/RW 02, Desa Munggu Kecamatan Bungkal,Ponorogo yang akhirnya berujung serempetan.

Sungkono langsung tewas ditempat, karena mobil yang dikemudikanya hilang kendali dan menabrak pohon mangga milik warga setempat.

"Sungkono langsung meninggal ditempat karena mobilnya hilang kendali dan menabrak pohon mangga dan bangunan milik warga," kata IPDA Badri,Kanit Lakalantas Polres Ponorogo,Sabtu(10/3).

Sedangkan Narno bersama keluarganya selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Selanjutnya kasus lakalantas tersebut masih dalam penanganan unit Lakalantas Polres Ponorogo.( ing)

Sah...PBB Lolos Menjadi Peserta Pemilu. 2019

Jakarta(Aenews9.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan secara resmi Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai peserta Pemilu 2019 mendatang melalui rapat pleno terbuka di Ruang Sidang Utama, Kantor KPU, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Dalam rapat pleno terbuka tersebut, KPU juga menetapkan nomor urut kepada Partai yang dipimpin Ahli Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra.

"Dengan ini rapat pleno penetapan partai politik peserta pemilu 2019 dan penetapan nomor urut peserta pemilu dibuka untuk umum dan terbuka untuk umum," ujar Ketua KPU, Arief Budiman saat membuka rapat pleno, Selasa (6/3/2018).

Arief mengatakan, penetapan PBB sebagai peserta pemilu sesuai tindaklanjut putusan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) nomor 008 tertanggal 4 Maret 2018.

KPU menetapkan PBB menggunakan nomor urut 19 pada pemilu 2019 mendatang. "Pada hari ini selasa 6 Maret 2018 KPU telah melakukan rapat pleno terbuka nomor 19 sebagai nomor PBB peserta pemilu 2019," kata Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari saat membacakan.

Penetapan PBB sebagai peserta pemilu dan penetapan nomor urut ikut dihadiri seluruh perwakilan partai politik, seluruh anggota Bawaslu, DKPP dan perwakilan pemerintah.(mar/sindo/red)

Rela Menunggu Berjam-jam Pembagian Rastra Molor

Magetan (Aenews9.com) -  Pembagian  bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra ) di Desa Sumberdodol Kecamatan Panekan molor,Kamis(8/4).


Sebanyak 404 warga sumberdodol  rela menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan beras bantuan tersebut.



Seperti yang disampaikan Lanjar warga RT05/RW04, dia sudah menunggu hingga satu jam tapi tetap belum datang juga.
"Saya nunggu sudah satu jam mas, sejak pukul 15.00 tadi," katanya.

Lanjarpun mengaku tidak tau menahu berapa jumlah beras yang akan dia terima nantinya.

"Saya gak tau menerima berapa, pokoknya disuruh kesini sama pamong, "jelasnya.

Sementara itu Kasi Kesejahteraan Desa Sumberdodol Priyo Sunarko, mengatakan pihaknya hari ini akan menyalorkan beras kepada warga dengan katagori miskin di desanya sebanyak 404 orang, dengan estimasi perorangnya sebesar 10 Kilogram.

"Hari ini kita salurkan beras 10 Kilogram perwarga, dengan jumlah total 404 warga yang dikatagorikan miskin," ungkapnya.

Sementara itu,untuk keterlambatan dalam menyalurkan beras ini dia bilang memang terjadi juga di desa lain.

"Memang terlambat, jam segini masih berada di desa Wates truknya," jelas Priyo sambil menunjukan foto truk yang menurunkan beras.

Hingga berita ini diturunkan ratusan warga Desa Sumberdodol masih tampak menunggu datangnya beras, dan truk pengangkut beraspun tak kunjung datang. ( Rs/red)




Mengenal Lebih Dekat Apa Itu PPWI,Ini Visi dan Misinya

Jakarta (aenews9.com)- Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) pada hakekatnya adalah sebuah gerakan yang didasari oleh kehendak luhur untuk membantu usaha-usaha pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam rangka meningkatkan kehidupan bangsa yang cerdas, sejahtera dan berkebudayaan tinggi, serta mengembangkan peradaban yang sesuai dengan kehendak masyarakatnya melalui program dan kegiatan ke-media-massa-an.

PPWI sangat konsisten untuk mendorong terciptanya sistim publikasi yang jujur, benar, dan beretika, dan memberi manfaat bagi masyarakat banyak.

"Visi PPWI adalah mewujudkan komunitas warga masyarakat Indonesia yang cakap-media, yakni yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam berbagi informasi melalui media massa serta mampu merespon dengan benar setiap informasi yang diperoleh dari media massa," kata Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd,M.Sc,MA, Rabu (7/3/2018) di Jakarta.

Sedangkan, Misi dari PPWI lanjut alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu diantaranya, memperjuangkan dan memasyarakatkan kebebasan dan kemerdekaan memperoleh dan memberi informasi yang benar, bebas dari kepentingan kekuatan tertentu dan bertanggung jawab.

Kemudian, meningkatkan kemampuan mengemukakan informasi, pendapat, aspirasi, keinginan dan buah pikiran dalam bentuk lisan maupun tulisan kepada semua anggotanya dan seluruh lapisan masyarakat.

Selanjutnya, sambung alumni dari tiga universitas terbaik di Eropa itu, PPWI Ikut serta melakukan upaya pembelaan/advokasi kepada pewarta warga Indonesia dan masyarakat, termasuk ikut serta menegakkan Kode Etik Pewarta Warga Indonesia dan mempertahankan integritas Pewarta Warga Indonesia.

"PPWI juga ikut serta menjalin dan memajukan kerjasama dengan semua pihak baik itu pemerintah maupun swasta serta dengan jejaring pewarta warga internasional, ini juga merupakan bagian dari Misi PPWI," tegas Wilson Lalengke, yang merupakan trainer jurnalistik bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum di berbagai daerah di Indonesia. [Jml]

Pom Mini Marak Perlu Ada Standrisasi dan Evaluasi Legalitas

Magetan(aenews9.com) – Sekarang lagi marak di masyarakat usaha pom mini,dimana usaha tersebut ilegal atau tidak punya ijin..

Usaha tersebut sebenarnya hanya penjualan BBM secara eceran namun dengan memodifikasi alat seperti yang ada di SPBU dan standarisasi keamanan yang memang perlu adanya pengawasan yang ketat.

Pemerintah Kabupaten Magetan  harus mengkaji kembali dengan maraknya usaha pom mini yang mulai menjamur di wilayah Magetan dan memberikan  pengawasan yang ketat dan perijinannya.
Seperti Kejadian terbakarnya pom mini di daerah kedung panji,kecamatan Lembeyan,kabupaten Magetan,Rabu (7/3) beberapa waktu lalu (baca juga :Pom Mini Milik Joko Terbakar)

Kejadian tersebut seakan menjawab bagaimana standarisasi alat dispenser BBM dan keamannya.

Salah satu aktivis NGO di Magetan Agus P.mengatakan “Dari pertama kali masuk Magetan,keberadaan pom mini sudah menjadi perbincangan,baik dari segi keamanan dan perijinannya,akan tetapi tidak ada tindak lanjut dari pemerintah daerah Kabupaten Magetan,terus kalau sudah ada kejadian seperti terbakarnya pom mini di Desa Kedungpanji bagaimana? Sesal agus.

Masih menurut Agus,sudah jelas adanya larangan pengoperasian Pom Mini oleh Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) dan Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001 pasal 55 dengan ancaman hukuman kurungan sampai 6 tahun atau denda maksimal Rp.60 Miliar.
“Sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Migas Nomor 22 tahun 2011,tet

Pom Mini Milik Joko Hangus Terbakar

Magetan (Aenews9.com) – Sebuah Dispenser pengisian bahan bakar (pom Mini) milik Joko Santoso(40) warga RT5/RW5 Dusun Jampong,Desa Kedungpanji,Kecamatan Lembeyan,Magetan,terbakar,Rabu(7/3/2018) sekitar pukul 07.30 WIB.
Kejadian bermula dari Joko Santoso pemilik pom mini menuangkan BBM dari jerigen ke drum penampungan dispenser bahan bakar,kemudian tanpa di sadari drum pengisian penuh dan BBM yang di tuang meluber.Mengetahui hal tersebut dirinya kaget dan langsung melepas selang yang di pakai mengisi ke drum.
“Saat luber saya kaget dan langsung saya lepas selangnya,lalu stop kontak saya cabut.Namun saat saya mencabut stop kontak tersebut muncul percikan api dan tiba-tibaapi langsung menyambar dan membesar,”ujar Joko.
Melihat kejadian tersebut,sontak warga sekitar langsung berdatangan dan berusaha memadamkan apiagar tidak merembet kerumah.

Sementara itu,dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa namun kerugian material di taksir sekitar RP 30juta termasuk gerobak angkringan miliknya.(zam)

Bencana Angin Robohkan Rumah Warga Poncol

Magetan (aenews9.com) - Hujan yang turun dengan intensitas ringan di wilayah Magetan sejak pukul 15.30- 17.00 WIB,tiba-tiba berubah menjadi hujan deras di sertai angin kencang yang telah memporak-porandakan tanaman padi yang akan panen di wilayah Poncol,serta merobohkan rumah milik warga Desa Poncol Rt 31/RW 08,Kecsmatsn Poncol,Kabupaten Magetan,Selasa(6/4).

Menurut informasi yang dihimpun, saat kejadian kondisi bangunan rumah Sarimin sudah usang dan beberapa kayu sudah mulai lapuk  hingga mengakibatkan atap tidak kuat menahan air hujan disertai angin.

Mendapati informasi robohnya rumah warga, anggota relawan BPBD Kabupaten Magetan bersama anggota Koramil Poncol segera datang kelokasi dan dibantu warga membersihkan puing - puing reruntuhan.

Di karenakan terkendala cuaca, kegiatan evakuasi rumah roboh milik Sarimin akan dilanjutkan esok hari dengan melibatkan personil TNI AD Koramil Poncol, BPBD Magetan dan relawan dari masyarakat.

Beruntung Sarimin sebelumnya sudah mengungsi dirumah tetangganya hingga tidak ada korban jiwa akibat kejadian bencana tersebut, namun kerugian yang dialami Sarimin ditaksir  mencapai 70 juta lebih.(ng)

Pengunjung Hotel Kelas Melati Tewas Setelah Chek-In Kamar Hotel

Madiun (aenews9.com) - Seorang pengunjung perempuan hotel kelas melati tewas setelah check-in di hotel Pondok Surya Indah,Jl.Raya Madiun -Ponorogo,desa Kaibon Kabupaten Madiun,Senin (5/4) penyebab kematiannya masih misterius dan masih di dalami pihak kepolisian.

Kamar hotel no 121 tempat tewasnya nsr (36) warga desa Sempu,kecamatan ngebel,kabupaten Ponorogo masih di pasangi garis polisi oleh petugas.

Kasubag Humas Polres Madiun AKP Sumantri memberi keterangan "Awalnya NSR berpamitan kepada suaminya RN akan menservis Handpone di Madiun,kemudian suaminya mengantarkan korban sampai jalan raya Dolopo,setelah itu NSR pun meminta suaminya untuk pulang.
Kemudian NSR minta di jemput RSLN pada pukul 10.00 WIB dan keduanya pun check-in di kamar 121 hotel Pondok Surya Indah Kaibon .Sekitar pukul 13.00 WIB setelah beberapa jam di dalam kamar hotel,RSLN meminta bantuan kepada penjaga hotel untuk membawa korban ke rumah sakit karena pingsan,selanjutnya korban di bawa ke RS Griya Husada Kota Madiun dengan  menggunakan taksi.Saat korban di bawa ke rumah sakit tersebut korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.Dokter yang merawatnya pun curiga atas kematian itu dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Taman Kota Madiun."terangnya.

Masih menurut Kabag Humas Polres Madiun,"karena kejadian ini ada di wilayah Polres Madiun,akhirnya kasus ini di tangani Polres Madiun,ujar AKP Sumantri.

"Dari penyelidikan awal kematian NSR masih belum di ketahui secara pasti,polisi belum berani menyimpulkan apakah NSr ini korban pembunuhan atau keracunan.Pihaknya masih menunggu Autopsi dari pihak Rumah sakit. Yang jelas kondisi jenazah baik,tidak ada luka - luka atau memar dan juga tidak ada busa di mulutnya,kami masih terus melakukan penyelidikan "katanya.

Sejumlah saksi pun sudah diperiksa terkait tewasnya salah satu pengunjung di kamar hotel kelas melati tersebut. ( Ng)

Bandar Dadu Parang Terciduk !!

Magetan(aenews9.com) - SY (31) bandar dadu warga Kelurahan/ Kecamatan Parang dibekuk Unit Reskrim Polsek Parang, Senin (5/3).kemarin

Penangkapan bermula saat Unit Reskrim Polsek Parang patroli kewilayahan, lalu mendapat informasi dari warga masyarakat tentang adanya perjudian dadu di wilayah Kelurahan Parang, setelah dilakukan penyergapan.

“Unit Reskrim Polsek Parang telah mengamankan pelaku perjudian dadu di wilayah Parang dan sekarang di lakukan penyidikan lebih lanjut,” AKP.

Bayu Nirbaya Bhakti Kapolsek Parang.
Dikatakan Kapolsek, judi merupakan penyakit masyarakat (pekat) dan juga melanggar hukum serta norma agama jadi harus di secepatnya ditindak.

“Judi adalah penyakit masyarakat yang melanggar hukum dan norms agama, maka dari itu sudah menjadi tekat kami untuk memberantas segala perjudian yang ada di wilayah Kecamatan Parang,” tegasnya.

Sementara itu untuk penyelidikan lebih lanjut dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 buah dadu, 1 buah tempurung, 1 buah papan alas dadu , 1 lembar beberan warna hitam, 1 buah tas warna biru, dan uang tunai sebesar Rp 769.000 (Ng)

Ada Apa Dengan Trafficlight Panekan..? Proyek 200 juta,Tak Kunjung Nyala

MAGETAN (aenews9) - Setelah heboh diberitakan, baik lewat media online ataupun media cetak beberapa waktu lalu, Traffic lights, yang tepatnya di perempatan utara Pasar Tradisional Panekan hingga kini tak kunjung menyala.

Proyek yang menelan dana hingga ratusan juta rupiah dibangun sekitar bulan agustus tahun

lalu tersebut tetap saja mangkrak dan belum bisa dinikmati kegunaanya oleh masyarakat.

“Saya baca diberita dananya hingga Rp 200 Juta, tapi kok belum nyala juga,” kata Muhamad Fuad,Selasa (6/3).

Pemkab Magetanpun seakan tutup mata dan juga telinga, ketika mendapat keluhan warganya mengenai masalah tersebut.

“Pemerintah juga kok lemah respon, padahal sudah tau masalah ini terjadi diwilayahnya, jangan menjadi
kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu, “sindirnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu aktivis Kabupaten Magetan Agus Pujiono, pengurus harian salah satu ormas itu mempertanyakan langkah Pemkab Magetan mengenai masalah yang sudah menyebar di berbagai media tersebut.

“Seharusnya segera ada tindak lanjut dari Dinas Perhubungan (Dishub) selaku liding sektor proyek tersebut, tidak malah diam begini, “ujarnya.


  1. Dikatakan Agus, seharusnya apabila memang terjadi kesalahan teknis ataupun ada masalah dengan rekanan,Dishub harus segera turun tangan langsung dan mencari jalan keluar.


“Bila ada kesalahan teknis atau masalah dengan rekanan Dishub harus segera mencari jalan keluar, karena proyek ini sudah sangat lama, “pungkasnya.(zam

5 Langkah Mudah Atasi Kecanduan Anak Pada Ponsel

Aenews9.com,Tips, Saat masih anak-anak, apa yang Anda lakukan untuk mengisi waktu luang? Mungkin bermain petak umpet, kejar-kejaran, bermain ke rumah teman, atau mengerjakan PR. Tapi kini, sangat jarang anak-anak yang melakukan kegiatan-kegiatan tersebut untuk mengisi waktu luang. Pada umumnya mereka lebih suka bermain dengan ponsel atau piranti elektronik sejenis.

Banyak anak yang sudah memiliki ponsel pribadi pada usia yang terlalu dini. Tujuan awalnya ialah untuk mempermudah komunikasi dengan teman atau keluarga. Tapi kemajuan teknologi komunikasi itu justru menyebabkan anak menjagi kecanduan ponsel.

Kini hampir setiap anak mengalami kecanduan ponsel atau perangkat elektronik lain semacamnya. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi orangtua, terutama ketika anak menjadi sulit dipisahkan dari ponsel.



Selain untuk menelepon, banyak anak yang menjadi terlalu lengket dengan ponsel pintar mereka. Mereka asik mengirim jutaan pesan untuk teman, bermain game, berselancar di dunia maya, mendengarkan musik, atau asik menjelajahi situs pertemanan. Kecanduan ponsel kini telah menjadi trend. Dan seiring dengan kian banyaknya keluarga yang membeli ponsel atai iPad, balita pun bisa mengalami kecanduan!

Jika kecanduan ponsel pada anak dibiarkan begitu saja, anak akan menjadi tidak mampu membangun atau mempertahankan hubungan tanpa bantuan perangkat elektronik itu. Mereka juga cenderung kurang peduli pada lingkungan atau keadaan sekitar.

Tidak ingin anak kecanduan ponsel? Dikutip dari Boldsky, Selasa (4/2/2014), inilah beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang kecanduan ponsel.

1. Berhenti terus menerus menggunakan ponsel
Orang tua pasti khawatir jika anak-anak atau remaja tidak bisa melakukan kegiatan penting--seperti belajar atau membaca-- dengan benar karena terganggu oleh ponsel. Padahal, anak menjadi kecanduan ponsel karena sering melihat orang tua memainkan ponsel.

Jika ingin anak terbebas dari kecanduang ponsel maka terlebih dahulu orang tua harus membebaskan diri mereka dari ponsel. Gunakan ponsel dengan seimbang dan waspadai jika anak mulai 'sakau' jika dijauhkan dari ponsel.

2. Menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak
Anak-anak selalu belajar dari orangtua mereka. Jika orang tua tak pernah mengalihkan perhatian dari layar gadget, anak akan mengira bahwa terus menerus terpaku pada layar gadget adalah kebiasaan yang dapat diterima. Jika ingin anak terlepas dari kecanduan ponsel, cobalah untuk menyingkirkan ponsel ketika sedang makan bersama atau ketika sedang bersama anak-anak.

3. Mendorong anak untuk aktif di berbagai kegiatan
Dorong anak untuk mengembangkan hobi yang tidak membutuhkan telepon seluler, ponsel pintar, iPAd, atau gadget sejenis. Solusi terbaik untuk mengatasi anak yang kecanduan ponsel adalah dengan mengikutsertakan mereka ke dalam kegiatan positif seperti klub berenang, bulu tangkis, tenis, bela diri, golf, senam irama, atau menari. Pastikan juga untuk membawa serta anak-anak jika ada kegiatan masyarakat yang sedang dilangsungkan.

4. Membuat batasan waktu
Game pada ponsel memiliki daya tarik tersendiri untuk anak. Jadi, biarkan anak memainkannya sekesekali. Tetapi, anak harus diingatkan mengenai batasan waktu bermain game. Sebab tanpa pembatasan waktu dan pengaturan yang ketat, anak bisa menjadi pecandu ponsel.

Trik mudah untuk mencegah kecanduan itu adalah dengan memberikan batasan waktu bermain game dan memasang alarm sebelum anak memainkan game-game itu. Berikan peringatan secara berkala ketika waktu bermain hampir habis, misal sepuluh atau lima belas menit sebelum waktu habis. Jika waktu bermain game telah habis, beri anak sedikit jeda untuk menyimpan permainan.

5. Tidak memberikan ponsel saat anak masih terlalu kecil
Cara terbaik untuk mengatasi kecanduan ponsel pada anak ialah dengan tidak memberikan mereka ponsel pribadi sebelum mencapai usia 16 tahun. Pada usia itu, anak lebih matang dan telah mengatahui sisi positif atau negatif dari ponsel. Pada usia itu anak telah memiliki bekal yang cukup dan lebih siap untuk menjelajahi keajaiban teknologi.( Vit /Vit)
MEDIA GROUP