INFO TERKINI

6 Warga Kabupaten Madiun Di duga Suspect Difteri















Madiun(aenews9.com)-  Penyakit Difteri yang sempat ramai di bicarakan pada 2017 lalu masih terus diwasan sudh ada 6 warg padai. Sedikitnya sudah ada enam warga Kabupaten Madiun yang di duga terkena suspect difteri dan kini tengah menjalani pemeriksaan di Balai Besar Kesehatan (BLK) Surabaya.

   Dari data Dinkes Kabupaten Madiun telah mendata ada sekurang-kurangnyapasien yang di duga terkena suspect difteri awal Januari 2018.

   Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun,Soelistiyo Widyantono mengatakan sudah ada 6 warga di Kabupaten Madiun yang di duga menderita suspect difteri yang mengalami gejala seperti demam,flu,radang tenggorokan,dan ada selaput warna putih di rongga bagian mulut atas.Keenam pasien tersebut sudah di bawa ke BLK Surabaya untuk pemeriksaan hasilnya negatif diftri.

   "Setelah kami cek ke Balai besar Laboraturium Kesehatan Surabaya,semuanya negatif ,ini hanya kecurigaan saja gejalanya sama "kata Sulis

   Sulis menuturkan sejauh ini di Kabupaten Madiun dari 2017-2018 belum ada pasien positif difteri,meski demikian dia berharap untuk masyarakat tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.Dan rencana Feburari Dinkes Kabupaten Madiun akan mengadaka O R I ( Outbreak Responsze Imunization ) untuk memutus mata rantai penyakit berbahaya yang penyebarannya sangat cepat.

Warga Desa Malang Maospati Laporkan Warung Esek-Esek ke Satpol PP Propinsi

Magetan, (aenews9.com) Merasa tak mendapatkan tanggapan atas laporan keberadaan kafe remang - remang ke Satpol PP Magetan, Dua orang perwakilan warga Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan meluruk ke kantor Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Jl.Jagir Wonokromo No.352 Surabaya, Jum'at (26/01/2017).

Di kantor Satpol PP Provinsi Jawa Timur perwakilan warga tidak dapat menemui Kepala Satpol PP Provinsi dan diterima oleh kasi lidik Satpol PP Provinsi, Nur Arief.

Ketika dikonfirmasi masalah sp 3(tiga) Nur Arief mengatakan "Satpol PP Provinsi sudah berkirim surat kepada Dinas PU Binamarga Provinsi, namun hingga saat ini belum ada jawaban.”

Perwakilan masyarakat desa Malang mengaku sangat kecewa dan putus asa mau berbuat apa lagi, Aryo salah satu perwakilan warga menuturkan,” kami gak tau lagi mas harus mengadu pada siapa, padahal kami hanya inginkan hak kami untuk bisa merasakan hidup tentram, kami ingin lingkungan kami nyaman, dan segala upaya sudah kami lakulan, namun inilah kenyataanya, kami justru di jadikan bola pingpong.” Tuturnya.

Aryo menambahkan, “padahal setahu kami berdasarkan pada PP no 6 tahun 2010 tentang Satpol PP jelas diatur bahwa Satpol PP mempunyai tugas menegakkan Perda, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Dan dalam perda Kabupaten Magetan nomor 3 tahun 2014 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, kan juga sangat jelas ada hak kami diperda tersebut, ada pula pelanggaran yang layak di tindak oleh Satpol PP.” Tambahnya.

“ Kalau memang aturan dibuat untuk rakyat meskinya aturan tersebut di laksanakan, bukan hanya sekedar dibuat aturanya hanya untuk menggugurkan kewajiban saja.” Pungkas perwakilan warga malang yang juga aktivis PPWI ini.(Sumadi)

Bantuan10 Ton Dikirim Ke Asmat melalui Lanud Iswajuhdi Magetan

Magetan(aenews9.com) -Akhir-akhir ini banyak tersiar kabar pemberitaan baik dari media massa maupun televisi terkait kondisi masyarakat papua khususnya suku Asmat yang mengalami penderitaan gizi buruk dan penyakit campak.
  Kabar miris yang di derita warga papua khususnya penduduk Kabupaten Asmat membuat banyak lapisan masyarakat bersimpati sekaligus prihatin hngga mengumpulkan bantuan untuk bisa segera di salurakan.

 Sebanyak 10 Ton bahan makanan dan pakaian serta perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari di kirimkan ke Kabupaten asmat,Propinsi Papua melalui Lanud Iswahjudi,Magetan,Senin(29/01/2018) pagi


   Bantuan berasal dari TNI,Polri,Pemkab Madiun,Pemkab Magetan,Pemkot Madiun,BUMN,serta perusahaan swasta di wilayah Madiun di kirim menggunakan pesawat Hercules C 130 dari Skuadron Udara 32 Lanud  Abdurrahman Saleh,Malang dengan di piloti oleh Letkol Penerbang Suban.


   Danlanud Iswahjudi Marsma TNI udara Samsul Rizal kepada wartawan mengatakan pengiriman bantuan kepada warga suku Asmat adalah bentuk perhatian terhadap kondisi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat,Papua.

" Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kita sebagai warga bangsa Indonesi,apa yang di alami saudara kita terkait kejadian luar biasa campak dan gizi buruk yang menimpa anak-anak asmat.Kami ikut merasakan apa yang mereka rasakan,"jelas Marsma Samsul Rizal.

   Masih menurut Marsma udara Samsul Rizal pengiriman bantuan sebagian besar adalah makanan,selimut,
tikar,pakaian dan tidak ada bantuan tenaga medis.

   Di jadwalkan pesawat Hercules akan transit di Lanud Pattimura,Ambon pada Senin sore dan akan tiba di Kabupaten asmat Selasa pagi.


KPKN Dukung Rencana Nasional Rawat NKRI





 Bandung (aenews9 .com) - Sehari setelah di-release ke publik tentang rencana kegiatan bertajuk *"Doa Nasional Rawat NKRI"*, berbagai elemen bangsa mulai memberikan respon atas rencana tersebut. Salah satunya dari para raja, sultan dan bangsawan yang tergabung dalam Komite Pemersatu Keraton Nusantara atau disingkat KPKN.

Pernyataan dukungan dari ratusan pewaris kepemimpinan dan keluarga kerajaan itu disampaikan langsung oleh sesepuh KPKN, YM Raja Caruban Nagari kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, Minggu, 28 Januari 2018. Raja Caruban Nagari yang merupakan keturunan dari Sunan Gunung Jati itu menyatakan sangat mengapresiasi rencana diadakannya Doa Nasional Rawat NKRI ini.

"Secara pribadi dan atas nama para YM raja, sultan, bangsawan dan ksatria yang tergabung dalam Komite Pemersatu Keraton Nusantara, saya menyampaikan apresiasi atas gagasan menyelenggarakan doa nasional untuk menjaga dan memelihara keutuhan NKRI. Kami para anggota KPKN mendukung penuh dan siap berpatisipasi menyukseskan acara ini," demikian pesan WhatsApp dari YM Raja Caruban Nagari yang berpusat di Cirebon, Jawa Barat itu.

Tidak hanya pesan WhatsApp, beberapa anggota KPKN yang juga aktif di berbagai organisasi budaya, seni, dan komunitas spiritual di Jawa Barat menyampaikan dukungan nyata dengan menyediakan waktu, tenaga, dan lain-lain untuk membantu menjadi panitia apabila diperlukan. "Jika diperlukan, saya dan kawan-kawan di jaringan pelestari Budaya Pasundan siap membantu menjadi panitia," ujar Putri Nadyah Rahmah Dewi Kencana yang berdomisili di Bandung.

Sejalan dengan sesepuh KPKN, beberapa pesan berisi pernyataan dukungan juga datang dari Raden Tiro Buono di Madura, Raden Mas Haryo Setawisesa dari Tumapel Singasari Malang, dan Raden Senopati Aryamangkurat Caruban Nagari di Bandung.

Menanggapi respon positif dari para sesepuh dan anggota KPKN tersebut, Wilson menyatakan sangat senang dan bangga terhadap kepedulian para pewaris trah kerajaan dan kesultanan nusantara. "Semoga kegiatan ini dapat terealisasi dan berjalan dengan baik dan lancar berkat upaya dan doa kita semua. Dukungan dari para raja, sultan, pimpinan adat, budayawan dan semua elemen bangsa sangat penting dan bermakna bagi terselenggaranya acara dimaksud, terimakasih atas dukungan ini," ungkap Wilson. (APL/Red)

Anggota Kelompok Tani Pertanyakan Bantuan Traktor yang Tidak Boleh Di Gunakan

Madiun (aenews9.com) - Bantuan hand Traktor yang di berikan Dinas pertanian Kabupaten Madiun menjadi polemik bagi anggota kelompok tani Karya Makmur I Dusun Setemon,Desa Kebonsari,Kabupaten Madiun,dari hasil wawancara aenews9.com dengan  narasumber anggota kelompok tani karya makmur I  yang mengeluh bantuan hand traktor tersebut.Di duga tidak diperbolehkan di gunakan oleh oknum pengurus bendahara kelompok tani karya makmur I.
 
Permasalahan itu dirasakan anggota kelompok tani Karya Makmur I,dusun setemon,desa Kebonsari,Kabupaten Madiun.
 
" kami anggota kelompok tani karya makmur I tidak di perbolehkan memakai  hand traktor dalam menggarap sawah oleh bendahara kelompok tani,padahal itu bantuan yang di peruntukan untuk kelompok tani dusun setemon,ketua kelompok tahu tapi tidak bertindak untuk menyelesaikan permasalahan ini,"urainya.
 
Seharusnya hal ini di musyawarahkan dahulu dengan sesama anggota baik waktu pertama mendapat bantuan dan juga sistim penggunaanya bagaimana apa status kita sewa ,ya biar jelas persoalannya .

" sampai saat ini kami tidak tahu aturan pakai hand traktor yang di bantukan ini,atau kami juga harus menebus bantuan tersebut atau mengembalikan uang untuk menebus tersebut.tetapi kami tidak mengetahui terkait setoran tersebut,hal ini juga menjadi pertanyaan besar bagi kami,apakah seperti ini kejadian yang sebenarnya,sedangkan tujuan pemerintah memberikan bantuan agar beban biaya operasional petani dalam menggarap sawah bisa ditekan dan ada pemasukan kas untuk kelompok.terangnya.
 
Dari penelusuran di lapangan hand traktor warna merah merek kubota g3000 berada di rumah bendahara kelompok muhyar.
kondisi juga masih bagus dengan plastik yang masih terbungkus.
 
saat aenews9.com mewawancarai muhyar terkait tidak di perkenankan anggota untuk memanfaatkan bantuan traktor dirinya membantah adanya larangan penggunaan tersebut bahkan dirinya bersumpah dengan memakai agama" tidak benar itu,saya melarang anggota untuk tidak boleh menggunakan traktor bantuan itu,bahkan  sudah saya  menawarkan kepada  anggota tapi anggota tidak mau,jadi traktor itu sampai sekarang tetap tersimpan di rumah saya,apalagi terkait masalah uang kas  anggota,saya tidak tahu dan tidak menyimpannya,silahkan tanya ke ketua saja, saya orang Islam harus bersumpah apalagi "kata muhyar
  
Agus ketua kelompok tani Karya Makmur I saat di konfirmasi membantah berita tersebut," bahwa semua kabar yang ada di kelompoknya tidak benar,kami sangat terbuka terkait apapun kepada anggota termasuk penggunaan traktor tersebut ,memang benar traktor ada di rumah pak muhyar,dan tidak benar kalau pak muhyar tidak membolehkan menggunakan traktor bantuan tersebut .Kami sudah menawarkan kepada anggota untuk menggunakannya tetapi anggota tidak ada yang mau,"terang Agus.
 
Bahkan dirinya mengatakan untuk menunjukan siapa dari anggota yang mengatakan seperti itu,dirinya juga menepis kalau tidak terbuka dan transparan kepada anggota terkait bantuan maupun keuangan.(zam)

3 Balon Bupatidan Wabup Belum Serahkan LHKPN

MADIUN (aenews9.com) — Ada tiga pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Madiun yang belum menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) sebagai salah satu persyaratan peserta Pilkada 2018.

Wahyudi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun di Madiun, mengatakan dua dari tiga pasangan calon sebetulnya telah menyerahkan LHKPN. Namun, laporan itu tidak disertai tanda terima dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),sabtu,(20/01/2018)

lanjut Wahyudi, sesuai SE KPK Nomor 19 tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penyampaian LHK dan Pemberian Tanda Terima dalam Proses Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, bukti tanda terima LHKPN harus disertai barcode KPK.

"Kami beri kesempatan bakal calon pasangan untuk melengkapi dan memperbaiki kekurangan yang ada, dan kami berikan tenggang waktu mulai Kamis sampai Sabtu ini  (20/01/2018)," ujar Wahyudi

Dua bakal paslon yang telah melaporkan harta kekayaannya adalah pasangan Drs.H. Djoko Setijono dan Suprapto,SE yang diusung koalisi PKB dan PDIP, serta pasangan Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto yang diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PKPI.

Sedangkan, pasangan Rio Wing Dinaryhadi dan Sukiman dari koalisi Partai Gerindra, PPP, dan PKS belum menyerahkan LHKPN.

Adapun bakal calon Bupati Madiun Djoko Setijono terlapor memiliki harga kekayaan sebesar Rp3,840 miliar dan bakal calon Bupati Madiun Ahmad Dawami memiliki kekayaan Rp1,9 miliar.
Bakal calon Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto terlapor memiliki kekayaan sebesar Rp2,8 miliar dan bakal calon Wakil Bupati Madiun Suprapto memiliki kekayaan Rp1,1 miliar. Meski telah melaporkan LHKPN secara online dan resmi, namun hal tersebut tidak dapat dijadikan tanda terima LHKPN.

Wahyudi menambahkan, setelah masa perbaikan administrasi selesai, KPU Kabupaten Madiun akan mengumumkan penetapan pasangan bakal calon pada 12 Februari 2018.

Kios Di Tempat Wisata Sarangan Ludes Terbakar

Magetan (aenews9.com)- Kebakaran  terjadi  di kawasan wisata telaga Sarangan,kecamatan PlaosanKabupaten Magetan, Jumat malam,pukul 20.12WIB (19/01/2018).
 
Peristiwa kebakaran bermula dari percikan api di salah satu dapur rumah makan Bu Mur,cuaca yang berkabut tipis di Sertai angin sedikit kencang mengakibatkan api merambat dengan cepat hingga meludeskan 3kios dan 2 dapur di lokasi wisata telaga sarangan.
 
Warga di bantu dengan BPBD Kabupaten Magetan,Koramil Plaosan,Pos polisi sarangan bahu membahu dengan alat seadanya memadamkan api agar tidak merembet ke mana-mana.
 
Hingga pukul 21.10 WIB api dapat di padamkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

Hingga berita ini di turunkan belum bisa di taksir berapa  kerugian materiil.(Sutrisno)

Kebacut.... Bayi Laki Laki Dibuang di Halaman Rumah Warga

Madiun(Aenews.com)- Warga RT 01/01 Desa klorogan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun di buat geger dengan penemuan sesosok bayi laki-laki di halaman rumah warga samping SMPN 2 Kebonsari terbungkus di dalam kardus lengkap dengan perlengkapan bayi.Di duga bayi laki-laki ini akibat hubungan gelap.Sabtu (13/1/2018).

Muhidin (51) pemilik rumah yang menemukan pertama kali bayi di halaman rumahnya menceritakan bahwa pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB dirinya mau membuka pintu pagar dan melihat ada kardus yang di taruh di halaman rumahnya dengan penasaran dirinya membuka kardus yang ternyata berisi bayi laki-laki yang masih merah segera dirinya melapor ke Polsek kebonsari,karena bukan wilayah hukum dari Polsek Kebonsari dirinya di sarankan melapor ke Polsek geger.

Setelah menerima laporan, Polsek geger yang di pimpin Kanit Reskrim Aiptu Suyitno melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP terdapat barang bukti dua buah kardus mie instan yang penuh ceceran darah ,pembalut wanita, kain jarik,popok bayi dan tas kresek warna merah .Untuk sementara barang bukti di bawa ke Polsek Geger.

Kepala Desa Klorogan,Drs.Juprianto,MM mengatakan bayi tersebut di temukan pertama kali oleh Haji Mukidin ,Rt1/Rw1 sekitar pukul 05.30wib.Si bayi di temukan dalam kardus terbungkus kain bedong lengkap dengan perlengkapan bayi.

"Bayi di ketemukan di dalam kardus dan dalam kondisi hidup dan sehat,sekarang dalam perawatan Bu bidan Ning (Sulasmi Ningsih) bidan Desa Balerejo,Kecamatan Kebonsari ,"terang Jupri.

Masih menurut kepala desa klorogan,dirinya sangat menyayangkan dengan di buangnya bayi yang tak berdosa ini oleh orang tua si bayi.Jangan mau enaknya tapi tidak mau merawatnya,padahal masih banyak orang tua yang tidak mempunyai keturunan yang pengen punya keturunan ,biadab geram Juprianto kades klorogan.

Sementara,Bidan Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari,Sulasminingsih mengatakan usai di lakukan pemeriksaan,bayi laki-laki ini dengan berat 3,3 Kg dan panjang 51cm baru di buang sekitar dua jam .Terbukti darah tali pusar yang di potong masih segar.


Peristiwa pembuangan bayi ini masih di tangani polres Madiun.(zam)

Ketua Umum PPWI Angkat Bicara terkait Statemen Ektrim Kapolresta Semarang Yang Dinilai Bahayakan Polri

Jakarta  (Aenews9.com) - Vedio Press release Polresta Semarang beberapa waktu lalu tentang penangkapan 13 orang pelaku begal yang meresahkan warga semarang, menjadi viral. Pasalnya dalam pernyataannya kapolresta Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menyampaikan bahwa dirinya menghalalkan masyarakat untuk me - massa pelaku ketika melihat adanya kejahatan begal, pernyataan tersebut bahkan diulang - ulang  beberapa kali oleh Kapolresta Semarang seakan meyakinkan masyarakat akan kesungguhanya dalam menyatakan sikap.

Namun hal tersebut mestinya tidak di lontarkan oleh setingkat kapolres yang merupakan perwira polri yang tentunya sangat faham akan hukum yang ada di negeri ini.

Ketua umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia ( PPWI )  Wilson Lalengke pun angkat bicara terkait sikap Kapolresta Semarang ini. Melalui pesan singkat whatsshap,Kamis ( 11 / 01 / 2018 ) Wilson Lalengke menyatakan keprihatinnanya, menurutnya ada sedikitnya 10 kesalahan fatal terkait pernyataan Kapolresta Semarang tersebut, yakni diantaranya sebagai berikut :

1. Melegalkan hukum rimba.
2. Fungsi polisi di take-over masyarakat.
3. Menyalahgunakan wewenang untuk membuat "fatwa halal".
4. Memprovokasi orang lain bertindak kriminal atas orang lain (yang diduga kriminal).
5. Membuka peluang orang baik dikriminalisasi dan dihakimi massa (salah sangka orang), Baik secara sengaja maupun tidak disengaja.
6. Polisi makan gaji tapi tidak kerja, Karena pekerjaannya sudah di take-over oleh massa.
7. Memicu kerusuhan massal sebagai dampak pembiaran masyarakat melakukan tindakan hukum sendiri atas kriminalitas di lingkungannya.
8. Polisi berubah jadi pemalas, Pekerjaannya menegakkan hukum diselesaikan masyarakat melalui hukum rimba.
9. Mendukung, Bahkan mendorong masyarakat berbuat dosa melalui pembinasaan/pembunuhan orang lain (terduga kriminal).
10. Menunjukkan diri sebagai polisi bermental apatis, lemah pikir, lemah syahwat, tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Kapolri, lanjut Wilson, Tito Karnavian harus mengevaluasi anak buahnya di Semarang ini. Dikarenakan Polres Semarang dalam hal ini tidak bisa memberikan contoh kepolisian sebagai aparat penegak hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.

Menurut Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian, pada Pasal 13 menegaskan tugas dan fungsi polisi adalah melindungi masyarakat dan menegakkan hukum. "Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah: Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, bukan bertugas menyuruh masyarakat main hakim sendiri," pungkas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu. ( AGS )

Setiap Kamis, 18 Anak Penderita Hemofilia ini Harus Jalani Penyuntikan

Teropongnusa.com, MADIUN – Sebanyak 18 anak yang menderita Hemofilia se-Karesidenan Madiun, hari ini Kamis 11 Januari 2018 melakukan suntik di RSUP Dr. Soedono Madiun.

Dari ke 18 anak tersebut, semuanya diantar orangtuanya masing-masing dan mereka sengaja datang seusai pulang sekolah sekitar pukul 12.00WIB.

Tidak ada kecemasan di wajah anak-anak saat dilakukan penyuntikan, malah diantara mereka saling berebut untuk disuntik duluan.

Sebagai informasi, penderita Hemofilia cara perawatannya adalah melakukan suntik seminggu sekali, karena jika tidak maka bisa berakibat fatal bagi si penderitanya bahkan bisa meninggal dunia.

Perlu diketahui penyakit Hemofilia muncul karena tidak lengkapnya fakor-faktor tertentu yang terkandung dalam sel darah merah, sehingga jika seseorang menderita penyakit ini maka harus menjaga tubuhnya agar tidak luka. Karena jika terjadi luka, pendarahan yang disebabkannya akan lama berhentinya.

Pendiri Paguyuban Hemofilia Madiun Raya, Dwi Hanafi mengatakan, setiap seminggu sekali dirinya selalu mendampingi pasien yang tergabung di paguyubannya. “ Tiap hari Kamis kami selalu mendampingi pasien untuk suntik di rumah sakit, seperti hari ini kami mendampingi 18 anak,” terang Dwi Hanafi.(nyr)

Puting Beliung Dan Longsor Landa Magetan

Magetan (aenews.com) -- Hujan deras yang di Sertai angin kencang menyebabkan bencana puting beliung dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Magetan Selasa(09/01/2017).

Tiga wilayah yang terdampak bencana puting beliung dan pada pukul 16.00 Wib adalah Desa Sumberdaya,Dukuh Ngelang,Kec.Panekan,Desa Tapak,Dukuh Jomblang buntung RT 06/RW 02,Kec.Panekan,Kelurahan Kraton,Kec.Maospati,Magetan.

Di Dukuh Ngelang Desa Sumberdaya,Kec.Panekan ratusan rumah terdampak dan ratusan pohon tumbang menutup akses jalan,lahan pertanian porak-poranda dan jalur aliran listrik sampai saat ini masih belum dapat kembali normal dan masih dalam perbaikan dan pembenahan petugas PLN.

Sedangkan di Desa Tapak,Kec Panekan  di laporkan pohon tumbang menutup  akses jalan antar dusun.

Sementara itu dari laporan yang diterima Puting beliung juga menghantam wilayah komplek AURI yang menyebabkan pohon tumbang di dalam kompleks dan di jalan protokol.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun kerugian materiil masih dalam pendataan.Hujan yang terjadi di Sertai angin cukup kencang sejak pukul 15.50 WIB s/d 19.15 WIB mengakibatkan banyak pohon tumbang di wilayah tersebut.

Bencana Tanah longsor juga terjadi di Desa Gonggang RT 24/RW 03 Dukuh Candi,Kec.Poncol Magetan .

Kejadian tanah longsor yang terjadi pada pukul 06.00 WIB,Rabu (10/01/2017) ini akibat rembasan air dari tebing kemudian mengakibatkan longsor dan menimpa tembok belakang rumah Markun (50) tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.

BPBD di bantu Polsek dan Koramil serta masyarakat serta perangkat   membantu mengasesment terdampak longsor yang di koordinasikan dengan OPD terkait penanganan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan,Fery Yoga Saputra menghimbau mengingat masih berpeluang terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Magetan ,sesuai surat edaran BMKG Area Juanda 1 Surabaya,mengharapjan masyarakat yang tinggal di wilayah bencana untuk lebih waspada dan berhati-hati. (Ng/zam)

DJoko Setyono dipastikan maju Pilkada Kabupaten Madiun 2018.

Madiun (aenews9)  Setelah mendapat rekomendasi dari PKB Djoko Setyono yang juga ketua DPRD Kabupaten Madiun akan berlaga pada pilkada 2018 nanti.

PKB kabupaten Madiun yang mendapat perolehan kursi 12 pada pemilu 2014 berkoalisi dengan PDIP yang mendapat kursi 8 mencalonkan ketua DPRD Kabupaten Madiun dengan Suprapto sebagai calon wakil bupati. Suprapto merupakan kader PDIP yang juga anggota DPRD Kabupaten Madiun.

Kepada wartawan, Djoko menyampaikan rekomendasi dari DPP PKB sudah diterima pengurus DPC PKB Kabupaten Madiun pada Jumat (5/1/2018) malam. Surat rekomendasi itu memberikan mandat kepada dirinya dan saudara Suprapto untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Madiun sebagai calon bupati dan calon wakil bupati.

“Rekomendasi PKB ini kan bersama-sama. Sudah diserahkan baik gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wakil bupati tadi malam. Kandidat seluruh Indonesia diundang di Jakarta,” jelas dia, Sabtu (6/1/2018).

Djoko mengaku sudah mengajukan pengunduran diri sebagai ketua maupun anggota DPRD Kabupaten Madiun. Namun, untuk pengunduran dirinya harus ada pengganti dan itu menjadi urusan partai.

Djoko akan berhenti total sebagai anggota DPRD setelah ada SK dari Gubernur Jawa Timur. Dalam pilkada nanti, pasangan Djoko-Suprapto didukukung PKB dan PDIP. (zam)

Ibu Dan Bayi Tewas Tertimbun Longsor

PONOROGO (aenews9.com)—Hujan yang terjadi beberapa hari terahir menimbulkan bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Gondang, Desa Tumpak, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo Minggu (7/1/2018) malam menimpa sebuah rumah yang menyebabkan korban jiwa dua orang.meninggal dunia akibat tertimpa material rumah.

Ada satu rumah dengan lima anggota keluarga yang terkena longsoran tanah dari tebing, korban meninggal dunia yaitu Ria Lestari (23) dan Venesia Aulia Andriani (2 bulan). Sedangkan tiga orang yang selamat yaitu Soirin (58) Misman (29) dan Musiyem (70).

Setyo Budiono Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo, mengatakan hujan deras mengguyur wilayah Ponorogo sejak Minggu (7/1/2018) sore hingga malam. Hujan deras itu membuat tebing di dukuh tersebut longsor dan menerjang rumah.

“Ada lima orang korban, dua diantaranya sudah meninggal dunia karena tertimbun material longsoran,” kata dia, Senin (8/1/2018).

Setyo menyampaikan setelah diketahui ada dua korban yang tertimbun longsoran tim SAR langsung melakukan evakuasi dan mencarinya di timbunan material longsoran. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Selanjutnya kedua korban dievakuasi dan dimandikan serta diserahkan kepada keluarga. Kedua jasad tersebut kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat.

“Selain korban jiwa, rumah tersebut roboh dan sepeda motor tertimbun. Kerugian material belum bisa dihitung,” jelas Setyo Budi. (TA)

AYO MAGANG KE JEPANG

Jakarta (aenews9.com) - PPWI Nasional bersama Gambatte Indonesia memanggil Putera-Puteri Indonesia lulusan SMA, SMK, MAN, Paket C, dan sederajat, untuk mengikuti Program Persiapan seleksi calon siswa magang ke Jepang tahun 2018, bertempat di Ibukota Jakarta.

Sebagai informasi awal, program pelatihan ini terkait langsung dengan seleksi calon siswa magang Jepang yang dilaksanakan secara berkala oleh  IMM Japan dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI. Program magang ke Jepang ini sudah dilakukan sejak tahun 1993 hingga sekarang, dan sudah memberangkatkan peserta magang tidak kurang dari 50.000 orang. Saat ini, terdapat sekitar 5000 siswa yang sedang magang di Jepang.

Dalam rangka seleksi calon siswa magang ke Jepang pada tanggal 9-13 April 2018 di Bandung Jawa Barat, PPWI Nasional bekerjasama dengan Gambatte Indonesia, melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Gambatte Kenshu, membuka kelas baru di Jabodetabek, untuk pelatihan persiapan tes, yang meliputi materi seleksi:
# Bahasa Jepang
# Budaya Jepang
# Matematika
# Fisik, Mental, Disiplin
# Wawancara, dan lain sebagainya. 

*Persyaratan:*

1. Pria/Wanita WNI
2. Umur 18-26 tahun
3. Minimal lulusan SMK, SMA, MAN, Paket C dan sederajat, diploma dan sarjana lebih bagus
4. Tidak bertato, tidak bertindik telinga untuk laki-laki, tidak berkacamata
5. Sehat fisik/badan, tidak ada bekas patah tulang, tidak ada bekas operasi (bekas operasi bibir sumbing dibolehkan)
6. Tinggi badan minimal 165 cm untuk laki-laki, 155 cm untuk wanita.
7. Berat badan proporsional, minimal 50 kg.

*Hubungi Sekretariat PPWI Nasional, di alamat:*
Jl. Anggrek Cendrawasih X No. 29, Kemanggisan, RT/RW 001/003, Palmerah, Slipi, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia.


# HP. 081371051875
# WA. 085772004248
(Mbak Wina)

# HP. 081281851234
(Ahmad Syarip)

# HP. 081371549165
(Shony Lalengke)

# HP. 082343322211
(Asriel Tatande)

Pendaftaran setiap hari kerja: Senin-Jumat, pukul 08.00 - 15.00 wib, kecuali Jumat, pukul 08.00 - 11.00 wib.

Jakarta, 7 Januari 2018

Ketua Umum PPWI Nasional,
*Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA*
_# Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad-21, JICA Tahun 2000_
_# Alumni Birmingham University, England; Utrecht University, The Netherlands; dan Linkoping University, Sweden_
_# Alumni PPRA-48 Lemhannas RI Tahun 2012_

NGERI..., Guru MTsN Takeran Tabrak Muridnya Hingga Tewas

Teropongnusa.com, MAGETAN – Mentari Anggi siswi kelas 7 Madrasah Tsanawiyah Negeri Takeran warga  RT22/RW09 Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan, Magetan tewas seketika setelah ditabrak mobil yang dikemudikan gurunya sendiri, Senin (08/01/2018) sekira pukul 15.05WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari Wiwik Rusmiati guru MTsN Takeran warga RT05/RW08 Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Magetan yang akan pulang dengan mengendarai Toyota Avanza AE 1522 NH. Saat melewati pintu keluar sekolah MTsN yang berada di Jalan Raya Takeran-Goranggareng, tiba-tiba mobil yang dikendarainya mundur lalu dengan spontan Wiwik Rusmiati menginjak pedal gas dan membelokkan setir ke kiri hingga tidak bisa mengendalikan laju mobilnya. Nahas, di saat itulah siswi bernama Mentari Anggi yang sedang menunggu jemputan di depan sekolah akhirnya tertabrak.

Akibat dari peristiwa tersebut, korban Mentari Anggi langsung meninggal dunia sedangkan mobil milik gurunya tersebut rusak ringan dan diduga kuat Wiwik Rusmiati baru bisa mengendarai mobil.

Setelah kejadian, petugas kepolisian bersama anggota TNI melakukan olah TKP, dan korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit. (nyr)

Pasangan Jalur Perseorangan Daftar Ke KPUD Madiun

MADIUN (aenews9.com) -- Pasangan calon wali kota dan wawali  kota Madiun yang berangkat  dari jalur perseorangan,Haryadin Mahardika dan Arief Rahman dengan di iringi puluhan pendukungnya mendaftar ke kantor KPU Kota Madiun Senin,(8/1/2017)pagi dan menjadi pendaftar pertama .

Kedatangan calon wali kota dan wawali kota jalur perseorangan ke kantor KPU  ini tampak unik,karena mereka menggunakan sepeda motor matic,berboncengan dengan istri masing- masing.

Pasangan calon yang maju di Pilkada Kota Madiun melalui jalur perseorangan tersebut datang dengan diiringi puluhan pendukungnya. Mereka menggunakan sepeda motor untuk menuju ke kantor KPU setempat.

Kedatangan mereka di sambut Komisioner KPU Kota Madiun. Pasangan ini secara simbolis kemudian menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran kepada komisioner.

Mahardika menyatakan terima kasih kepada KPU karena telah objektif selama proses verifikasi berlangsung. Dia mengaku maju di Pilkada Kota Madiun 2018 melalui jalur perseorangan.

Meski melalui jalur perseorangan, dia mengaku optimistis untuk menang dalam Pilkada Kota Madiun 2018 dan merebut kursi wali kota dan kursi wakil wali kota Madiun.

“Proses pendaftaran sudah selesai. Kami mendaftar melalui jalur perseorangan dan dinyatakan diterima KPU. Kami pasangan calon yang pertama kali mendaftar di KPU,” jelas Mahardika.

Dia mengaku sengaja untuk mendaftar yang pertama kali di hari pertama pembukaan untuk menunjukkan kepada publik bahwa timnya solid dan siap bertarung. Seluruh berkas telah dibawa dan diserahkan ke komisioner.

Menurut dia, pilkada merupakan pertarungan figur sehingga dirinya tidak perlu risau terhadap lawannya yang didukung partai politik. “Kami sangat optimis,” ujar dosen PNS yang telah mengajukan pensiun dini tersebut.

Komisioner KPU Kota Madiun, Latutik Mukhlisin, mengatakan setelah melakukan pengecekan seluruh dokumen dari pasangan calon Mahardika dan Arief selama sekitar satu jam, pasangan calon jalur perseorangan ini dinyatakan memenuhi syarat dan dianggap sudah resmi mendaftar sebagai peserta Pilkada Kota Madiun 2018.

Wisata Tubbing Murah di Kaki Gunung Bancak

Magetan (aenews9.com) - Jika anda pengen bernostalgia  berenang di sungai dengan menggunakan ban di waktu kecil,serta pengen mengajak keluarga untuk sekedar menikmati keseruan bermain tubing sambil menikmati keindahann panorama gunung Bancak dan persawahan hijau ada satu wahana wisata murah yang baru di magetan.

Terowongan lowo adalah nama wahana wisata baru yang berada di kaki gunung Bancak yang terletak di dusun  Beran,desa Giripurno,Kecamatan Kawedanan,Magetan, tubing biasanya di sungai tetapi di terowongan lowo tubing di lakukan di kanal air yang panjangnya hampir 500 meter dengan spot yang mendebarkan dengan memasuki terowongan gelap sepanjang 60 meter. Dengan debit air yang jernih serta lancar yang berasal dari atas gunung serta  berlatar belakang keanggunan gunung Bancak dan  lingkungan persawahan yang menghijau mengingatkan kenangan waktu  kecil yang suka ria bermain air sungai dengan menaiki ban.Jangan takut kalau tenggelam karena kedalaman yang hanya -+  150 cm ,pihak pengelola wisata juga menyediakan pelampung dan instruktur yang akan selalu mendampingi aktifitas tubing dan juga memasang rambu rambu peringatan, selain harga tiket yang relatif murah pengunjung juga bisa memanfaatkan area spot foto Selfi di beberapa titik seperti jembatan cinta,icon terowongan lowo,menara cinta,patung kelelawar besar yang berlatar pemandangan gunung Bancak. Sejak di buka pengunjung wisata ini juga banyak yang ingin mencoba tubing kanal  terlebih kalau hari Minggu ,pengunjung bisa  mencapai 100 orang dengan harga tiket masuk yang relatif murah. Salah pengunjung dari Jakarta,Irene (15) kepada aenewes9.com mengatakan dirinya tahu wisata ini dari medsos seperti FB,dan kebetulan juga musim liburan jadi sekalian berlibur di rumah neneknya di magetan.dirinya sangat menikmati liburan ini dengan berenang menyusuri sungai sekaligus memasuki terowongan gelap, dirinya juga mengatakan wisata air di Jakarta banyak tapi yang menawarkan konsep pedesaan masih bisa di hitung jari apalagi masih alami,ia juga  memanfaatkan area Selfi namun Irene  menyayangkan dengan tidak adanya tempat sampah dan area ber-selfie yang kurang padahal banyak titik spot yang bisa di up lagi dengan latar gunung .terangnya   Lain Irene lain pula dengan Fatihah(16) pelajar asal Magetan ini juga mengetahui wisata ini dari FB,Instagram,maupun YouTube,dan bersama temanya berkunjung di sini untuk mencoba wahana tubing.
          
Hendro Susilo, aktifis Gen C dan insiator wisata terowongan lowo
Wahana wisata air yang di buka tanggal 21/9/2017 bertepatan dengan tanggal 1muharom 1438H ini sudah menjadi perbincangan masyarakat Magetan dan sekitarnya baik melalui medsos FB,Instagram maupun WA

Sebenarnya wahana tubing yang berada di desa giripurno adalah kanal saluran irigasi yang di buat oleh dinas pengairan untuk pengairan persawahan masyarakat giripurno,tetapi melihat debit airnya yang besar menginspirasi seorang pemuda dan karang taruna dusun beran,giri Purno untuk dapat  memanfaatkan selain untuk irigasi persawahan.

Adalah Hendro susilo aktivis Gen C inisiator wisata desa giripurno yang di bantu Benny Setiawan TPID Kawedanan serta dibantu karang taruna dan Masayarakat dusun Beran giri Purno menyulap saluran air irigasi menjadi obyek wisata tubing selain untuk pengairan. dan wisata ada kontribusi positif untuk masyarakat."kami melihat dan ingin memanfaatkan serta menawarkan potensi desa kami selain pada pertanian yaitu pariwisata baik wisata alam maupun wisata sejarah religi,untuk wisata sejarah religi di  puncak bukit ada makam dari ratu  keraton Maospati Maduretno  yang setiap satu suro juga ramai di kunjungi peziarah dari berbagai daerah dan untuk wisata  alam kami memanfaatkan saluran irigasi yang dulunya hanya untuk pengairan sawah menjadi sarana wisata air,maka jadilah terowongan lowo ini,"terang Hendro Setyo

Masih menurut Hendro kami bersama semua elemen masyarakat giri Purno ingin mengubah dan memberi kontribusi positif pada masyarakat dengan menawarkan konsep desa wisata,jujur kami mengakui dengan segala keterbatasan baik dana,SDM,dll tentang semua fasilitas di tempat wisata.(zam)

Pembangunan Sarana di Lapas Gunungsitoli Terindikasi KKN, DPD RI Asal Sumut Enggan Berkomentar

Sumut (aenews 9.com) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Perlindungan Purba, SH. MM enggan memberi tanggapan terkait dugaan indikasi penyimpangan yang mengarah kepada unsur KKN dalam pelaksanaan Proyek Pengadaan Jasa Konstruksi Lanjutan Sarana dan Prasarana Gedung Lapas Kelas II B Gunungsitoli, Sumatera Utara, T.A. 2017.

"Mohon maaf, kurang tepat saya memberi komentar tentang hal tersebut, saya sebagai Komite II bidang infrastruktur, terimakasih," kata S. Perlindungan Purba, SH. MM via pesan singkat (SMS) kepada pewarta media ini yang juga sebagai Ketua DPC PPWI Gunungsitoli, Minggu (31/12).

Demikian juga ketika diminta pendapat dari anggota DPD-RI lainnya yakni Prof. Dr. Ir. Hj. Darmayanti Lubis, yang bersangkutan juga enggan menanggapi hal tersebut. Beliau beralasan sedang melaksanakan ibadah umrah.

"Maaf, saya belum bisa kasih tanggapan, saya sedang izin free bertugas, karena saya sedang melaksanakan umrah hingga pertengahan Januari 2018, nanti akan saya sampaikan kepada teman-teman DPD Sumut yang lain yang menangani soal ini, terimakasih," tulis Ny. Darmayanti via pesan WhatsApp-nya.

Menanggapi sikap dari kedua wakil rakyat untuk daerah tersebut, yang sepertinya enggan memberi tanggapan, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kepada pewarta merasa prihatin dan menyayangkan sikap mereka. Lulusan PPRA-48 Lemhannas RI itu berpendapat bahwa jika anggota DPD-RI yang demikian itu terkesan kurang cerdas dan lemah pikir sehingga sulit diharapkan mewakili rakyat untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di bidang pengawasan.

"Bicara tentang pengawasan pelaksanaan pembangunan di daerah-daerah merupakan tugas dan fungsi pokok setiap anggota. Apalagi soal sarana/prasarana, itu ranahnya Komite II. Berarti anggota DPD RI tersebut kurang cerdas, lemah pikir, sulit diharapkan mewakili rakyat untuk melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan," sebut Wilson dalam pesan WhatsApp-nya, Minggu (31/12).

Pejabat eksekutif, lanjut lulusan Birmingham University, Inggris ini, umumnya bisa bekerja semau gue karena anggota legislatifnya, di hampir semua level dan daerah, memble dan lemah syahwat alias kurang semangat membela rakyat.

Wilson berharap agar dugaan indikasi pengerjaan asal-asalan pada proyek Paket Pengadaan Jasa Konstruksi Lanjutan Sarana dan Prasarana Gedung Lapas Kelas II B Gunungsitoli T.A. 2017 dapat menjadi agenda awal tahun 2018 DPC PPWI Gunungsitoli dan para penggiat anti KKN, untuk terus mengawasi pelaksanaannya.

Secara terpisah, Ketua DPC PPWI Gunungsitoli, Arozatulo Zebua, SE kepada media ini, Senin (01/01) menyebutkan bahwa dugaan indikasi KKN pada proyek di Lapas Gunungsitoli yang diperoleh ini sesuai dengan informasi masyarakat dan bukti pendukung yang telah ada. "Berdasarkan pengakuan narasumber dan data yang ada, maka patut diduga pelaksanaan kegiatan pembangunan di Lapas Kelas II B Gunungsitoli terindikasi KKN," ujar Aro, demikian ia disapa sehari-hari.

Pada umumnya, lanjut dia, sudah banyak diketahui bahwa di dalam proyek terdapat proyek. "Demikian juga dugaan kita terhadap pelaksanaan proyek Pengadaan Jasa Konstruksi Lanjutan Sarana dan Prasarana Gedung Lapas Kelas II B Gunungsitoli T.A 2017, ada yang bermain proyek di dalamnya. Selain tempatnya tertutup, Pejabat Pembuat Komitmennya juga Kalapas sendiri, maka hal ini bisa diduga adanya persengkongkolan untuk memperkaya diri dan kelompok tertentu," ujar lulisan STIE Pemnas Nias  itu.


Untuk diketahui, Paket Pengadaan Jasa Konstruksi Lanjutan Sarana dan Prasarana Gedung Lapas Kelas II B Gunungsitoli T.A. 2017. Anggaran bersumber dari APBN senilai 4,2 milyar, dikerjakan oleh PT. Multi Pilar Indah Jaya (Kristian/Direktur), dan PPK Kalapas Gunungsitoli. (az88/zam)
MEDIA GROUP