INFO TERKINI

Progam PISEW 2017 Desa Jatisari Maksimalkan Pembangunan Saluran Air

Madiun (aenews9.com) - Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) 2017 merupakan program infrastruktur sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di daerah pedesaan.

Infrastruktur yang memadai merupakan dambaan masyarakat Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, sebagai salah satu desa penyangga selain Desa Sareng dan Desa Purworejo sebagai desa induk penerima program pisew 2017 dari Dinas PU Pengairan Kabupaten Madiun.

Seperti diketahui program PISEW ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kawasan pembangunan ifrastruktur desa berbasis masyarakat.
Desa Jatisari sebagai desa penyangga dari desa penerima program PISEW mengalokasikan titik pembuatan drainase dengan panjang 477 meter dengan lebar 50 cm pondasi sampai lunas 70 cm dengan anggaran Rp.187.000.000 yang berlokasi di dusun jowiranan RT 04.


Pembuatan saluran air tersebut sebagai saluran pembuangan dan irigasi persawahan di wilayah tersebut yang Azas manfaat kegunaannya untuk kesejahteraan petani.


Mujiono, Kepala Desa Jatisari Kepada aenews9.com menjelaskan bahwa Tahun 2017 Desa Jatisari adalah salah satu penerima program PISEW dari PU,ada tiga desa penerima untuk Kecamatan Geger,Desa Purworejo sebagai desa induk,Desa Jatisari dan Desa Dateng sebagai desa penyangga.


Mujiono menuturkan alokasi program pisew untuk Desa Jatisari untuk pembuatan saluran air di dusun Jowiranan dengan panjang 477 m lebar 50cm  pondasi sampai lunas 70cm.dengan anggaran Rp.187.000.000.


Untuk pelaksanaannya di kerjakan oleh BKAD ( Badan Kerjasama Antar Desa ) di masing-masing kecamatan dibantu fasilitator Masyrakat tingkat desa, BPD,LPKMD,tokoh masyarakat,serta masyarakat.


PISEW ini berbasis masyarakat jadi masyarakat ikut di berdayakan melalui kegiatan pekerjaan tuturnya. Pardi ketua BKAD Kecamatan Geger,membenarkan apa yang di sampaikan Kepala Desa Jatisari,Mujiono bahwa program PISEW adalah program strategis untuk meningkatkan infrastruktur di desa. Hal ini dimaksud untuk mengatasi kesenjangan pembangunan infrastruktur melalui program dari Dinas PU Pengairan,  Desa Jatisari mengalokasikan  pembuatan saluran air.

Program yang di peruntukan sesuai permohonan desa dari hasil musrendes maupun kecamatan. Program ini bisa di manfaatkan untuk kepentingan masyarakat terutama petani agar bisa meningkatkan pertumbuhan  produktifitas yang secara tidak langsung dapat menaikan kesejahteraan petani,terutama dalam pengairan irigasi sawah."tuturnya.(zam/DP) 

SMPN 1 Campurdarat Bersama Ketua Komite Diduga Langgar Permendikbud No 75 Tahun 2016

Tulungagung (aenews9.com) -- SMPN 1 Campurdarat  yang berada di Jalan Kanigoro 1 Kabupaten Tulungagung, berdiri Tahun 1979 dengan ijin operasional dengan Nomor 030/11/1979 yang menempati lahan seluas 6082 meter persegi, diduga bersama dengan Komite Sekolah mengadakan pungutan liar terhadap orang tua siswa dengan surat edaran yang tanpa ada nomor surat atau bahkan bisa di bilang surat bodong, dalam surat berkop Komite Sekolah SMPN 1 Campurdarat yang tanpa nomor tertulis ada tiga point yang diwajibkan oleh wali murid diantaranya, menyimpulkan:

(1) Sepakat untuk memberikan sumbangan biaya penunjang dana BOS  sebesar Rp.100.000

(2).Pembayaran terkumpul paling lambat tanggal 30 November2017

(3).Dibayarkan melalui murid berdasarkan pemberian edaran dari sekolah, sebagian disampaikan kepada bendahara paguyuban dengan rincian ke sekolah sebesar Rp.85.000./siswa, Sisa Rp15.000 disimpan bendahara paguyuban yang tidak ada penjelasan.

Surat edaran berkop Komite Sekolah SMPN 1 Campurdarat itu-pun ditandatangani oleh Drs. Suprio Hartono sebagai Ketua Komite SMPN 1 Campurdarat Kabupaten Tulungagung, serta mengetahui Teguh, S.Pd., M.Pd, selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.



Sedangkan dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan termasuk sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan. Kemudian pada Pasal 10 ayat (2)  disebutkan bahwa Penggalangan Dana dan bersumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk bantuan dan/ atau sumbangan, bukan pungutan.


Yang dimaksud dengan bantuan pendidikan adalah pemberian berupa uang/ barang/jasa oleh pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya, dengan syarat yang disepakati para pihak.



Sumbangan Pendidikan adalah pemberian berupa uang/ barang/ jasa/oleh peserta didik, orangtuanya/walinya, baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan.


Kemudian serta Pungutan Pendidikan adalah penarikan uang oleh sekolah kepada peserta didik, orangtuanya/walinya yang bersifat wajib, mengikat serta jumlah dan jangka waktu pemungutan ya ditentukan.



Teguh,S.Pd., M.Pd, Kepala Sekolah SMPN 1 Campurdarat dikonfirmasi melalui via WhatsApp tidak ada tanggapan sama sekali.


Sementara Ketua Komite SMPN 1 Campurdarat, Drs.H. Suprio Hartono saat berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi.(DP)

Desa Sumberejo Berbenah Bangun Drainase Dengan Dana Desa 2017

Madiun (aenews9.com) - Program Pembangunan infrastruktur merupakan program yang penting bagi pertumbuhan roda ekonomi masyarakat  khususnya di desa.

Pembangunan infrastruktur terutama saluran air yang memadai menjadi dambaan masyarakat terutama bagi kalangan petani untuk bisa mengairi lahan pertanian.


Seperti halnya Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun memaksimalkan Dana Desa 2017 dengan salah satu program pembuatan drainase yang berada di Dusun Mbudhoireng, RT14/RW07.
Drainase yang panjangnya 70 meter,lebar 50cm,pondasi sampai pel atas 90cm dengan pagu anggaran Rp.40 juta. Saat aenews9.com berkunjung mau mewawancarai Kepala Desa Sumberejo, Ahmad Zubaidi terkait suksesnya pelaksanaan pembangunan infrastruktur  melalui Dana Desa tidak berada di kantornya dan hanya ditemui oleh ketua TPK Nur Abadi serta dijelaskannya terkait sukses pelaksanaan pembangunan infrastrukur di Desa Sumberejo,Kecamatan Geger,Kabupaten Madiun.


Nur Abadi yang dipercaya selaku ketua TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) kepada aenews9.com menuturkan bahwa pembuatan drainase di Dusun Mbudhoireng RT14/Rw07 berasal dari Dana Desa 2017.



" Program pembuatan drainase yang berada di RT14/RW04 itu salah satu dari sekian program pembangunan yang menggunakan anggaran  DD 2017, dengan panjang saluran 70 meter lebar 50cm dengan kedalaman pondasi sampai pel atas 90cm dengan pagu anggaran Rp.40juta," tuturnya.


Masih menurut Nur Abadi pembuatan irigasi drainase tersebut sebagai kelanjutan dari program drainase yang berada di sisi sebelah barat yang dikerjakan menggunakan DD  tahun 2016 lalu. Selain  untuk irigasi persawahan dan memperlancar pembuangan air hujan juga berfungsi sebagai penguat jalan,maka untuk DD tahun 2017 pembuatan drainase sebelah timur jalan menjadi salah satu yang prioritas program.


Nur Abadi menambahkan untuk yang sudah terealisasi saat ini supaya tahun depan bisa melanjutkan program-program lainnya,karena desa ini masih memerlukan pembangunan yang perlu dibenahi. Setiap pekerjaan atau program apapun di Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun tidak ada masalah, aman dan kondusif. Saya selaku ketua TPK mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan Dana Desa 2017 di desa kami,dan sudah kami laksanakan dengan baik serta sesuai RAP yang diprogramkan dalam Musrenbang, semoga kepercayaan yang diberikan kepada kami akan selalu kami jalankan sebaik mungkin bersama dengan warga Desa Sumberejo,TPK,LPKMD,BPD,Tokoh Masyarakat yang telah turut serta mendukung program desa secara positif.



Harapan kami program pembangunan ini dapat dinikmati langsung asas manfaatnya oleh masyarakat sehingga meningkatkan perekonomian khususnya masyarakat Desa Sumberjo.
Kedepannya kami dan masyarakat siap untuk membangun desa yang lebih maju dan bermanfaat.(Zam)

Rehab Ruang Kelas, SDN Nguntoronadi 02 Optimalkan DAK 2017

Magetan (aenews9.com) - Program pemerintah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di desa terus di lakukan berbagai cara. Salah satunya dengan program perbaikan gedung sekolah.   

Seperti halnya dengan SDN Nguntoronadi 02,Kecamatan Nguntoronadi,Kabupaten Magetan,yang mendapatkan bantuan program perbaikan gedung sekolah dalam hal ini perbaikan tiga lokal ruang kelas,dengan anggaran sebesar RP.145.500.000 yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2017.

Rehab tiga lokal kelas ini di kerjakan secara swakelola dengan waktu pengerjaan 70hari.

Dari pantauan aenews9.com di lokasi tiga ruang kelas SDN Nguntoronadi 02 yang akan di rehab terlihat plafon banyak yang jebol bolong,serta genteng banyak yang bocor sehingga mengganggu kenyamanan belajar.
  
Gunadi,Spd Kepala Sekolah SDN Nguntoronadi 02 saat menerima kedatangan media di ruang kerjanya mengatakan bahwa dengan bantuan rehab bangunan sekolah dari pemerintah melalui DAK Khusus Pendidikan 2017 di sekolahnya dapat memotivasi semangat belajar anak didiknya.

"seperti yang anda lihat,ada tiga ruang kelas yang kondisinya sangat memprihatinkan banyak atap plafon yang jebol dan bocor,sehingga tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar,maka ketika ada bantuan renovasi dari pemerintah untuk sekolah ini kami prioritaskan untuk rehap sedang dengan mengganti genteng,plafon, Reng serta tiang penyangga dan membuat saluran pembuangan air di sebelah barat ".terangnya

GUNADI, S.Pd
Masih menurut Gunadi,Spd, dengan bantuan pemerintah melalui DAK 2017 khusus pendidikan yang nilainya Rp 145.500.000 (seratus empat puluh lima juta limaratus ribu rupiah) proyek renovasi tiga ruang kelas yang di kerjakan secara swakelola ini bisa berjalan dengan aman dan lancar dapat membantu menunjang program pemerintah dalam pemerataan pendidikan di desa serta kenyamanan proses belajar mengajar.

"terima kasih kepada pemerintah melalui dinas pendidikan yang telah memberi amanah kepercayaan bantuan DAK 2017 khusus pendidikan untuk renovasi tiga ruang kelas SDN Nguntoronadi 02,semoga amanah ini bisa kami jalankan dengan baik,sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan lancar tanpa harus was- was dengan kondisi atap kelas yang sudah rusak,"pungkasnya.(zam)

Dua Kandidat Ramaikan Pilkades Purworejo

Magetan (aenews9.com) - Hajatan Pesta Demokrasi Pilkades serentak Kabupaten Magetan 2017 yang diikuti 23 desa begitu terasa. Tak terkecuali Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan yang juga melaksanakan Pilkades, Kamis (9/11/2017).

Sejak dibuka oleh panitia pemilihan Pilkades, warga mendatangi lokasi pungutan suara  guna menggunakan hak pilihnya.

Dua kandidat akan bertarung pada Pilkades Desa Purworejo yaitu Hari Agung Cahyanto (1) dan Hariyanto, Mpd (2).

Ketua panitia Pilkades Purworejo, Suprapto, M.Pd, mengatakan kepada aenews9.com bahwa jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terdaftar 1856 pemilih dan surat suara yang dicetak 1856 ditambah cadangan surat suara 90, jadi total surat suara 1946.

Suprapto menjelaskan, panitia akan menunggu warga yang akan mencoblos sampai pukul 13.00 WIB sampai ditutup dan dilakukan penghitungan suara.

Masih menurutnya, dengan diadakan pemilihan Kepala Desa Purworejo diharapkan muncul kepala desa yang baru, yang bisa membawa Pemerintahan Desa Purworejo lebih baik sesuai dengan pilihan masyarakat.

Selain itu, harapan kami kepada calon kades yang menang bisa merangkul calon kades yang kalah untuk bersama -sama membangun Desa Purworejo, begitu juga dengan calon kades yang kalah harus bisa legowo, karena semua itu pilihan masyarakat, jelasnya.

Sementara itu, PJ Kepala Desa Purworejo yang juga menjabat sebagai Sekcam Nguntoronadi, Ida Syaiful, M.MBA berharap pelaksanaan Pilkades ini aman, tertib dan sukses. Siapapun yang menjadi kepala desa adalah pilihan masyarakat.

Pada Pilkades Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan tahun 2017 ini yang terpilih Hari Agung Cahyono dengan 768 suara.(zam)

Desa Kenongomulyo Siap Menyambut Kades Baru

Magetan (aenews9.com) - Antusiasme warga Desa Kenongomulyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan untuk memiliki pemimpin baru sejak pagi ditunjukkan dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di kantor desa untuk memberikan suara pada Pilkades serentak Kabupaten Magetan 2017, Kamis (9/11/2017).

Dari pantauan aenews9.com di lapangan, antusiasme warga untuk menyalurkan hak pilih ini terlihat dengan antrian yang panjang mengular dan dengan sabar menunggu giliran dipanggil panita penerima kartu suara pemilihan.

Pada Pilkades Desa Kenongomulyo ini ada tiga kandidat yang berlaga yaitu: (1)Heri Suwarno, (2)Subiratno dan (3) Kuat.

Menurut panitia Pilkades Desa Kenongomulyo, Markuat kepada Aenews9.com mengatakan, bahwa antusias warga pada Pilkades ini sangat besar, bahkan warga sudah sejak pagi menunggu di balai desa.

Masih menurutnya, untuk Pilkades Desa Kenongomulyo Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada 2170 dengan kartu suara yang dicetak 2170 + 5% dari DPT (108) total kartu suara yang disediakan panitia 2278 buah.

Desa Kenongomulyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan dengan jumlah penduduk -+ 3000 mempunyai dua dusun yaitu Dusun Delima dan Dusun Malon. Pada perhelatan Pilkades ini juga ditinjau oleh Bupati Magetan, H.Sumantri.
 
Andri Mahawanto (PJ Kepala Desa)
Pada kesempatan yang sama, PJ Kepala Desa Kenongomulyo, Drs. Andri Mahawanto mengatakan, dengan harapan bahwa Desa Kenongomulyo telah sukses menggelar Pilkades dengan aman, tertib, serta kondusif.

Di akhir obrolan dengan aenews9.com, Pj Kepala Desa Drs. Andri Mahawanto berpesan
kepada calon yang memenangkan pemilihan kepala desa agar melaksanakan program sesuai visi misi yang disampaikan terutama program pembangunan sesuai RPJMDes untuk Desa Kenongomulyo lebih baik dan tambah maju.

Pada Pilkades Desa Kenongomulyo tahun 2017 ini dimenangkan oleh Heri Suwarno nomor urut 1 dengan perolehan 784 suara. Sekedar diketahui, jumlah kartu suara 2278, DPT 2170, suara sah 1736, sedangkan suara rusak/tidak sah 42, dan tingkat partisipasi kehadiran  sejumlah 1778 serta ketidakhadiran 392.(zam)

Kades Kaibon Lantik Lima Perangkat Desa

Madiun (aenews9.com) - Kepala Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Mohammad Sinto, S.Pd. Kamis (4/11/2017) melantik lima perangkat desa di gedung PKK Jalan Poncotaruno Desa Kaibon.

Berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Kaibon No 145/835/KPTS/402 405/2017 kelima Perangkat Desa Kaibon yang dilantik sebagai berikut: Tri Prasetyo Agus Purnomo (Kamituwo Kaibon 1), Sumadi (Kamituwo Kaibon 2), Anik Murjayanti ( Kepala Seksi Kesejahteraan & Pelayanan), Dewi Retnowati (Kepala Urusan Keuangan), Elizabeth Kurniawati (Kepala Seksi Pemerintahan).

Pada saat pengambilan sumpah kelima perangkat yang dilantik juga didampingi oleh pengukuh dari agama Islam dan agama Kristen.

Acara tersebut dihadiri Camat Geger beserta Sekcam, Kapolsek Geger, Danramil Geger, Babinsa, BPD, LPKMD, PKK, Ketua RT/RW dan Tokoh Masyarakat Desa Kaibon.

Dalam sambutan dan pengarahannya, Camat Geger, Erik Sanjaya, AP., M.Hum. mengatakan berdasarkan perubahan peraturan undang-undang yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 84 Tahun 2015 Tentang Susunan Tata Kerja Pemerintah Desa, maka perangkat desa harus dilantik kembali untuk Legalitas Formal.

Masih dalam sambutannya, Camat Geger, menyampaikan bahwa menurut Permendagri tersebut Pasal 9, pemerintah desa harus mengetahui tingkatan perkembangan desa.

Ada tiga tingkatan perkembangan desa, yaitu:
(1) Desa Swadaya diperlukan 2 Staf 2 Seksi
(2) Desa Swakarya di perlukan 3 Staf Urusan 3 Seksi jika diperlukan
(3) Desa Swasembada wajib memiliki 3Staf Urusan dan 3 Seksi.


Setelah mengetahui tingkatan perkembangan desanya baru pemerintah desa bisa menata staf urusan di desa.

Pada kesempatan tersebut Camat Geger mengucapkan selamat atas dilantiknya Perangkat Desa Kaibon dan berpesan agar perangkat yang baru dilantik untuk bekerja dan mengetahui tugas pokok dan fungsi sebagai rangkaian terciptanya sistem kerja yang baik hingga roda pemerintahan desa dapat berjalan maksimal.

Sementara itu, Kades Kaibon yang akrab dipanggil Mbah Sinto juga menyampaikan dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada perangkat yang baru dilantik serta menitip pesan untuk bekerja sejujur-jujurnya, seadil-adilnya dalam pelayanan masyarakat, jangan pilih kasih dilayani dengan sama, dengan semangat tulus ikhlas dalam pelayanan menjadi awal kemajuan desa.Usai acara pelantikan dilanjutkan acara photo bersama .(zam)

Mbah Gunung Calon Kades Kenongomulyo

Magetan (aenews9.com) - Desa Kenongomulyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan salah satu dari 23 desa yang mengadakan pesta demokrasi Pilkades serentak 2017, di mana wilayah tersebut terjadi kekosongan kepala desa dan digantikan sementara oleh PJ kepala desa sampai masa bakti kepala desa terpilih yang dulu berakhir dan dilaksanakan pemilihan kades baru. Ada tiga kandidat calon kades yang mendaftarkan diri dan akan berlaga pada Pilkades serentak se-Kabupaten Magetan pada Kamis (9/11/2017) mendatang.

Salah satu kandidat calon Kepala Desa Kenongomulyo adalah Subiratno atau masyarakat memanggil dengan nama Mbah Gunung.

Kandidat calon kepala desa dengan nomor pemilihan (2) ini mempunyai visi dan misi untuk mewujudkan masyarakat Desa Kenongomulyo yang maju, kondusif, makmur dan berkeadilan. 


Sedangkan Misi yang diemban jika terpilih menjadi Kepala Desa Kenongomulyo nanti adalah melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Kenongomulyo pada periode sebelumnya, sebagaimana tercantum dalam RPJMDes, menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tertib, guyup rukun dalam kehidupan bermasyarakat yang berpegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan, optimalisasi penyelenggaraan pemerintah desa yang meliputi penyelenggaraan pemerintah yang transparan dan akuntabel, pelayanan prima kepada masyarakat cepat, tepat, dan benar.

Serta pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan dan mengedepankan partisipasi gotong-royong masyarakat.

Selain itu juga pengupayaan sertifikasi massal dengan program PRONA atau swadaya. Mengingat masih banyak tanah/lahan masyarakat  di Desa Kenongomulyo yang belum tersertifikat.

Dengan visi misi yang dipaparkan serta kondisi Desa Kenongomulyo agar bisa lebih maju lagi, Subiratno atau Mbah Gunung bertekad maju ke Pilkades.

"Saya maju ini adalah mengemban amanat dari masyarakat untuk memajukan Desa Kenongomulyo lebih baik," kata Subiratno kepada aenews9.com, Rabu (1/11/2017).

Jadi, lanjut Subiratno atau Mbah Gunung, perubahan lebih baik itu sangat penting, musyawarah menuju mufakat yang akan saya kedepankan, transaparansi (bloko suto-bahasa Jawa red) salah satu bentuk pengabdian saya kepada masyarakat. Semoga niat baik yang diamanatkan masyarakat kepada saya bisa terlaksana Aamiin, pungkasnya.

"Jangan lupa datang ke TPS pada Kamis 9 November 2017 untuk memberikan suara dengan mencoblos nomor 2," pesan Mbah Gunung kepada masyarakat Kenongomulyo. (zam)

Adu Visi Misi Para Kandidat Kepala Desa Kenongomulyo

Magetan (aenews9.com) - Perhelatan pesta demokrasi tingkat desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Magetan semakin menghangat, terbukti pada hari Rabu (1/11/2017) bertempat di Balai Desa Kenongomulyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, kandidat calon kepala desa beradu gagasan, progam kerja unggulan yang bakal dikerjakan bila terpilih nanti.

Ada tiga bakal calon Kepala Desa Kenongomulyo yang sudah ditetapkan dan dipastikan tampil berkompetisi di Pilkades serentak, 9 November 2017 Kabupaten Magetan yaitu HERI SUWARNO (1), SUBIRATNO (2), KUAT (3).
 
Acara penyampaian visi dan misi para bakal calon kepala desa tersebut bagian dari rangkaian tahapan Pilkades Desa Kenongomulyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan.

Pada acara tersebut juga dihadiri Camat Nguntoronadi beserta jajaran, Muspika Kecamatan Nguntoronadi, PJ Kepala Desa Kenongomulyo beserta perangkatnya, Kapolsek, Danramil, BPD, masyarakat serta para pendukung kandidat.

Setelah penyampaian visi misi para kandidat berfoto bersama serta berikrar untuk menciptakan dan menjaga suasana kondusif pada pelaksanaan Pilkades nanti.(zam)
MEDIA GROUP