INFO TERKINI

Proyek Rehap Atap Ruang Kelas SDN Jatisari 03 Tanpa Papan Nama

Madiun (aenews9.com) - Pembangunan rehab atap  ruang kelas SDN Jatisari 03 Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun yang dibiayai oleh negara diduga ada permainan dalam mutu pengerjaannya. Perehapan atap  empat ruang  kelas yang mulai lapuk kuda-kudanya dimakan usia diganti dengan atap dan kuda -kuda yang baru tidak ada plang nama papan proyek serta skala gambar.

Entah faktor kesengajaan atau faktor kelalaian, sehingga tidak ada papan proyek dan skala gambar yang dipasang. Hal ini menjadi dugaan adanya kecurangan kwalitas mutu pengerjaan.

Saat  aenews9.com datang untuk konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN Jatisari 03, beliau tidak ada di tempat. Dari pantauan di lokasi memang tidak ditemukan pemasangan papan nama dan skala gambar, bahkan kayu yang dipakai untuk rehab tidak diketahui berapa ukuran dan jumlahnya, serta berapa besaran anggaran yang digunakan dan dari mana sumber pendanaan.

Perihal proyek apapun yang sumber pendanaannya dari negara harus juga mengacu kepada UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No 14 Tahun 2008, serta Perpres No 54 Tahun 2010 dan Perpres No 70 Tahun 2012 bahwa setiap bangunan yang dibiayai negara harus memasang papan proyek.

Dengan tidak dipasang papan nama proyek, masyarakat tidak bisa ikut mengontrol, sedangkan papan informasi tersebut adalah sarana wahana informasi untuk masyarakat yang perlu disampaikan sehingga tidak timbul kecurigaan pihak lain, berapa pagu anggaran, darimana anggaran kegiatan, volume kegiatan yang sedang dikerjakan. Dan media sebagai bagian kontrol sosial masyarakat ikut mengawasi kegiatan yang bersumber dari pembiayaan negara.(zam)

Proyek Rabat Jalan Tani Desa Rejosari Tanpa Plang Nama

Madiun (aenews9.com) - Pengerjaan Proyek Jalan Tani  sepanjang 330 m, lebar 2,25 m, ketinggian 14 cm di areal persawahan di Dusun Ngujur, Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun diduga proyek siluman karena tidak adanya gambar dan tidak terpasang plang papan nama proyek serta tidak diketahui  asal pembiayaan dan besaran pagu anggaran yang digunakan dalam pengerjaan rabat jalan tani.

Dari pantauan di lapangan, saat pengerjaan cor rabat banyak ditemukan dugaan penyelewengan mutu, seperti dalam pencampuran pasir, para pekerja hanya menggunakan sekop yang langsung dimasukkan ke dalam mesin molen tanpa menggunakan bak ukur pasir, campurannya juga tidak diketahui berapa dan berapa, ketebalan cornya juga variatif, ada ketebalan yang hanya 12 cm, ada yang 10 cm.

Saat aenews 9.com mencoba menelisik tentang pengerjaan dengan menanyakan panjang ukuran, lebar jalan serta ketebalan, para pekerja kompak mengatakan kami disuruh mengerjakan seperti ini, kami tidak tahu gambarnya. Saat didesak siapa ketua TPK-nya, mereka bilang tidak tahu, baru saat didesak lagi akhirnya memberikan nama Sodik sebagai ketua TPK nya. Namun Sodik saat dikonfirmasi melalui ponselnya tidak ada jawaban.
 
Untuk sekedar diketahui kewajiban memasang papan plang proyek sudah tertuang dalam Perpres No 54 Tahun 2010 dan Perpres No 70 Tahun 2012 tentang regulasi yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

Selain itu, UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Lemahnya pengawasan dari berbagai pihak, terutama masyarakat yang terkesan tutup mata, padahal dengan dipasangnya papan pengumuman proyek agar menjadi sarana informasi publik yang perlu disampaikan.

Masyarakat bisa mengontrol dan mengetahui darimana sumber dananya, nilai kegiatan serta volume kegiatan hingga tidak adanya kecurigaan. Tidak dipasangnya papan proyek di lokasi, itu memperlihatkan tidak transparansi dalam pelaksanaannya.(zam)

Proyek DD Tanpa Papan Nama

Magetan (aenews9.com) - Pengerjaan proyek talud di areal persawahan di Dusun Lebak, Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan yang bersumber dari Dana Desa 2017 termin awal, senilai Rp.47.000.000 (empat puluh juta rupiah ) diduga tidak sesuai  mutu dan papan proyek yang terpasang di lokasi.

Entah unsur keteledoran atau kesengajaan  timlak proyek  tidak memasang papan plang proyek padahal pengerjaan proyek sudah berjalan beberapa hari. Proyek talud yang panjangnya 120 meter kanan kiri, pondasi sampai pel 150cm, lebar 50 cm, serta kedalaman 50 cm namun setelah dicek ternyata tidak sampai yang dimaksud. Belum lagi dasar pondasi yang hanya diberi pasir yang disiram air tanpa dicampur semen.

Timlak proyek talud Dusun Lebak saat dikonfirmasi melalui hp mengatakan bahwa proyek talud Dusun Lebak didanai dari DD 2017 termin awal dengan nilai Rp.47.000.000 dan  semua sesuai ukuran gambar,dan mengenai papan nama proyek masih dipesankan, terangnya melalui handphone.

Untuk sekedar diketahui, kewajiban memasang papan plang proyek sudah tertuang dalam Perpres No 54 Tahun 2010 dan Perpres No 70 Tahun 2012 tentang regulasi yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.
Selain itu UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Lemahnya pengawasan dari berbagai pihak, terutama masyarakat terkait yang terkesan tutup mata, padahal dengan dipasangnya papan pengumuman proyek menjadi sarana informasi publik yang perlu disampaikan.

Masyarakat bisa mengontrol dan mengetahui darimana  sumber dananya, nilai kegiatan serta volume kegiatan hingga tidak adanya kecurigaan. Tidak dipasangnya papan proyek di lokasi, itu memperlihatkan tidak transparansi dalam pelaksanaannya.(zam)

Proyek CV Rekanan Dinas PU Kabupaten Madiun Dibiarkan Tanpa Pasang Papan Nama

Madiun (aenews9.com) - Pengerjaan proyek saluran air milik Dinas PU Kabupaten Madiun oleh CV Karya Mandiri di Dusun Njalinan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun tanpa papan nama.

Dari pantauan aenews9.com di lapangan tidak ditemukan papan pengumuman proyek di sekitar lokasi.

Untuk sekedar diketahui kewajiban memasang plang nama papan proyek tertuang dalam Peraturan Presiden (PERPRES) No 54 Tahun 2010 dan PERPRES Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh dana negara wajib memasang papan nama proyek.

Entah unsur keteledoran atau kesengajaan oleh CV pelaksana proyek tidak memasang papan nama. Dengan tidak terpasangnya papan pengumuman proyek, masyarakat tidak bisa ikut mengontrol pembangunan tersebut. Masyatakat yang ingin mengetahui sumber dana, nilai kegiatan dan volume kegiatan yang sedang dikerjakan menjadi tidak tahu.

Dengan tidak terpasangnya papan proyek sudah memperlihatkan bentuk tidak transparansi pihak CV dalam melaksanakan pengerjaan proyek di lapangan. Dalam hal ini Dinas PU Kabupaten Madiun telah membiarkan dan  seolah tutup mata.

Padahal pemasangan papan proyek itu sebagai sarana info publik yang perlu disampaikan sehingga tidak memunculkan kecurigaan-kecurigaan pihak lain.

Sering dan banyaknya pengerjaan proyek yang dibiayai tanpa plang papan nama yang  bertentangan dengan PERPRES No 54 Tahun 2010 dan nomor 70 Tahun 2012 tetapi juga tidak sesuai dengan semangat dalam UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. (zam)

Aksi Bakar Bendera Di Monumen Soco

Magetan (aenews9.com) – Bendera yang bergambar palu arit atau yang dikenal sebagai lambang PKI dibakar oleh massa yang hadir saat acara Ziarah Napak Tilas Syuhada Korban Keganasan PKI 1948 di Monumen Soco, Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (15/10).

Saat aksi pembakaran dilakukan, juga diiringi teriakan yel-yel “GANYANG GANYANG GANYANG PKI GANYANG PKI SEKARANG JUGA” oleh massa yang mengelilingi titik api.

“Aksi pembakaran bendera simbol PKI ini merupakan simbol bahwa PKI tidak layak hidup di bumi Indonesia,” kata Trisno yang juga ikut dalam aksi bakar bendera PKI.

Dalam hitungan menit bendera simbol PKI-pun habis dilumat api yang dinyalakan pada ban bekas.(nyr)

CV Pelaksana Telah Lakukan Perbaikan Saluran Air Yang Retak Dalam Pengerjaannya

Magetan (aenews9.com) - Setelah pemberitaan mengenai dugaan adanya cacat mutu pada    pengerjaan peningkatan jalan Pupus - Semen oleh media online aenews9.com beberapa waktu yang lalu, pihak CV pelaksana memperbaiki kerusakan saluran air tersebut.

Perbaikan penambalan badan dinding selokan yang retak-retak diperbaiki dengan cara dibelah dindingnya lalu di masukkan campuran yang sesuai kemudian diperhalus dengan acian. Pengerjaan perbaikan ini bentuk dari tanggung jawab pelaksanaan proyek untuk kepentingan masyarakat jangka panjang. Selain perbaikan pada keretakan dinding saluran air juga dilakukan penambalan pada pel atas yang juga sempat terkelupas.

Endik salah satu CV pelaksana proyek, saat dikonfirmasi menyatakan berterima kasih atas kontrol sosial dari media, kedepan pihaknya lebih berhati-hati dan teliti dalam pengerjaan sesuai dengan standar mutu pengerjaan, terang Endik.

Masih menurut Endik, " Pengerjaan proyek ini belum P1 jadi masih dalam tanggung jawab kami jika ada kerusakan dalam pengerjaan.

Terima kasih kepada media yang telah mengingatkan dan sebagai kontrol sosial, harapan kami kedepannya bisa lebih baik karena proyek tersebut untuk kepentingan masyarakat.

“Selain itu faktor tanah di lokasi proyek cenderung labil, juga pengaruh cuaca yang berubah-rubah hingga menjadikan hasil yang tidak stabil," jelasnya.

Yanto, salah satu warga yang berada di lokasi juga senang dengan perbaikan kerusakan dari pekerjaan yang dibenahi oleh CV pelaksana, "Seharusnya begitu ada masukan dan laporan segera diperbaiki, agar kuat dan bisa bermanfaat untuk jangka waktu yang lama," kata Yanto.

Dari pantauan aenews9.com di lapangan, perbaikan telah dilaksanakan dan tidak ada lagi dinding selokan yang retak dalam dan pecah-pecah.(zam)

Kemkominfo Akan Blokir SIM Card Ponsel Yang Tidak Terregistrasi

Madiun (aenews9.com) -- Rencana Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan memberlakukan pemblokiran akses nomor ponsel tanpa registrasi.

Rencana tersebut akan mulai diberlakukan 31/10/2017. Seperti dilansir dari beberapa media nasional, Pemerintah melalui Kemkominfo mewajibkan pengguna kartu seluler pra bayar untuk melakukan registrasi yang divalidasi menggunakan NIK (Nomor Induk Keluarga) nomor  KTP dan nomor KK, hal ini mengacu pada peraturan Menkominfo No 12/2016
beserta perubahannya.

Menkominfo, Rudiantara, mengatakan bahwa mulai 31 Oktober 2017 pengguna ponsel di Indonesia wajib melakukan registrasi kartu pra bayar miliknya dengan menggunakan NIK pada KTP dan KK, jika tidak meregistrasi pengguna kartu pra bayarnya akan diblokir.

Ketentuan ini berlaku umum bagi pengguna baru maupun pengguna kartu pra bayar lama (eksisting). Jika waktu yang di tentukan belum juga melakukan registrasi baru atau
pendaftaran ulang akan diberlakukan sanksi berupa pemblokiran akses telekomunikasi, pemblokiran layanan panggilan masuk (incoming call) dan pesan singkat (short message servis/SMS). Dan jika dalam kurun waktu 15 hari setelah batas waktu 31 Oktober 2017 sanksi sama akan diberlakukan untuk akses internet.

Selain itu jika atau belum melakukan registrasi hingga 30 hari Kemkominfo akan memblokir panggilan keluar (out going call) dan SMS.

Penerapan aturan ini juga berlaku bagi pihak operator komunikasi, jika tidak mentaati akan dikenakan sanksi berupa sanksi administrasi dan pencabutan izin, manfaat registrasi yang divalidasi sebagai bentuk perlindungan konsumen agar terhindar dari penyalahgunaan data dan hal -hal yang merugikan konsumen juga untuk kemudahan penyediaan layanan bagi konsumen telepon seluler misal transaksi online dan lain lain. Ini dilakukan untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat, terang Rudiantara (Zam /di olah dari berbagai sumber)

Proyek Peningkatan Jalan Pupus-Semen Diduga Cacat Mutu Dalam Pengerjaannya

Magetan (aenews9.com) -- Program Infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat yang sedang giat dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan yang menggunakan Anggaran Negara diduga banyak yang marak penyimpangan, terutama kualitas mutu pengerjaannya menjadi perbincangan masyarakat.

Seperti halnya Proyek Peningkatan Jalan Pupus-Semen Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Magetan yang dikerjakan oleh kontraktor CV.Semut Rhang-Rhang dengan CV.KIAND sebagai konsultannya.

Proyek Infrastruktur untuk peningkatan jalan berada di Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan menggunakan anggaran negara yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2017 sebesar Rp.835.277.000 (Delapan ratus tiga puluh lima juta dua ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah) dengan masa pelaksanaan dari 05 Juli-01 Desember 2017 (150 hari kalender).

Pengerjaan proyek peningkatan jalan di Desa Nguri juga mengerjakan saluran selokan di bahu jalan dengan panjang selokan -+ 200 meter.

Pengerjaan selokan yang juga diduga cacat mutu bisa dilihat dari keretakan dinding selokan sampai pel atas. Hal ini menjadi kuat dugaan ada pengurangan dalam pencampuran semen, dan material lainnya. Pun kedalaman pondasi selokan juga menjadi tanda tanya bagaimana pengerjaan oleh CV pelaksana tersebut.

Warga sekitar yang enggan namanya disebutkan menyayangkan dengan pengerjaan saluran air yang terkesan asal asalan. "Masak proyek dengan anggaran yang besar dan peruntukannya bagi masyarakat dibuat asal-asalan, lebih-lebih baru dikerjakan sudah banyak yang retak dan gempil, berarti banyak sekali CV pelaksana yang mengurangi campuran, itu uang kami sebagai rakyat yang juga membayar pajak," terang warga.

Saat dikonfirmasi via HP, Kadis PU dan Penataan Ruang Kabupaten Magetan, Ir.Hergunadi berjanji segera meninjau lokasi dan akan memanggil CV yang mengerjakan.(zam)

Suran Agung SH Winongo Kondusif

Madiun (aenews9.com) -- Ribuan orang dengan berpakaian hitam-hitam dengan beratribut warna kuning bertuliskan Setia Hati Winongo,bergerak dari berbagai daerah di wilayah karisedenan madiun untuk menghadiri kegiatan tahunan Suran Agung di padepokan setia hati tunas muda winongo Madiun Minggu (8/10/2017).

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya semua peserta Suran Agung SH Winongo harus mengendarai kendaraan truk, tidak diperkenankan membawa kendaraan roda dua. Hal ini untuk mencegah terjadinya konvoi arak-arakan yang bisa mengakibatkan ketertiban umum terganggu.dan mencegah terjadinya bentrokan yang tidak diinginkan.

Dari pantauan aenews9.com, peserta Suran Agung banyak yang mengendarai truk terbuka dan kendaraan roda empat lainnya, tidak ada yang mengendarai kendaraan roda dua.

Aparat gabungan dari Kepolisian, Brimob, Brigif Linud 501, Paskhas TN I AU, Sat Pol PP berjaga di titik-titik rawan bentrok, seperti di Madiun Selatan wilayah Kecamatan Geger petugas berjaga di Desa Sangen, Desa Kaibon. Bahkan Brimob dengan senjata lengkap mengawal ketat rombongan peserta Suran Agung.

Perayaan Suran Agung Setia Hati Tunas Muda Winongo (PSHTW) ini
dipusatkan di Lapangan Winongo, Kelurahan Mangunharjo, Kota Madiun.

Kegiatan yang setiap tahun diadakan di Bulan Suro ini selain ajang bersilaturrahmi antara warga SH Winongo dari berbagai daerah,juga tradisi nyekar di Makam pendiri SH Winongo, serta menampilkan atraksi pertunjukan silat bela diri khas SH Winongo.

Harnowo (56) warga Kota Madiun mengaku senang dengan perayaan Suran Agung tahun ini, karena sangat kondusif, aman, sehingga masyarakat dapat beraktifitas tanpa rasa was-was, dan harapannya agar suasana kondusif ini terus dijaga dan dipertahankan apalagi beberapa Minggu yang lalu PSHT juga mengadakan acara yang sama dan kondusif, terima kasih untuk PSHT dan PSHW telah menjaga Madiun menjadi kondusif dan aman sehingga Madiun menjadi Kampung Pesilat segera dapat terwujud secepatnya. (zam)

Warga Desa Grebek Rumah Kontrakan

Madiun (aenews9.com) -- Rumah milik Jarwo warga Madiun Kota yang berada di RT02/RW01 Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jumat (6/7/2017), digrebek warga.

Penggerebekan dilakukan setelah warga melihat aktifitas kegiatan penghuni kontrakan yang rata -rata berusia remaja 19-23tahun.

Dari informasi yang diterima aenews9.com, bahwa para pemuda yang mengontrak tiga rumah di lingkungan RT02/RW01 Desa Klorogan sudah hampir dua bulan menempati dan beraktifitas. Warga tidak mengetahui aktifitas apa yang dikerjakan, hanya setiap pagi warga melihat para pemuda yang mengontrak rumah tersebut keluar dengan menggunakan pakaian yang rapi dan berombongan berjalan kaki keluar desa, menjelang Maghrib baru kembali ke rumah kontrakan dan kembali lagi keluar. Jika ditanya oleh warga bahwa mereka bekerja sebagai salesman. Tetapi tidak pernah menunjukkan produk dagangan yang ditawarkan.

Warga merasa tidak nyaman dengan keberadaan para pemuda tersebut, hingga melaporkan ke pamong untuk diteruskan ke kepala desa.

Sebelumnya pada Jumat siang (7/10/2017), warga dibantu Babinkamtibmas serta Babinsa melakukan kejar-kejaran dengan para pemuda tersebut yang sebenarnya hanya ingin mendata berapa jumlah sebenarnya yang mengontrak dan menanyakan aktifitas kegiatan yang dikerjakan.

Dengan menindak lanjuti kejadian Jumat siang tersebut, warga, pamong desa, FKM, serta didampingi Kepala Desa Klorogan melakukan penggerebekan di rumah kontrakan yang dihuni para pemuda yang mengaku bekerja sebagai salesman.

Dari hasil pendataan diketahui bahwa penghuni rumah kontrakan rata-rata berusia muda antara 19-22 tahun dan ber-KTP kebanyakan dari luar daerah seperti Blora, Pati, dan daerah Jawa Tengah lainnya.

Setelah melakukan pendataan identitas penghuni rumah kontrakan, Kepala Desa Klorogan  Drs.Juprianto, M.Si, melakukan koordinasi dengan Polsek Geger untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, semua penghuni rumah kontrakan dibawa ke Polsek Geger untuk dimintai keterangan.

Kepala Desa Klorogan, Drs.Juprianto, M.Si, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan warga dan FKM pada Jumat malam. Dia mengatakan bahwa apa yang dilakukannya tersebut demi ketertiban dan kenyamanan warga, pihaknya juga meng-ultimatum penghuni rumah kontrakan tersebut untuk segera meninggalkan Desa Klorogan dengan batas waktu yang sudah ditegaskan yaitu Sabtu (7/10/2017) jam dua belas siang, dan jika tidak meninggalkan Desa Klorogan  akan berurusan dengan pihak berwajib.

Masih menurut Kades Juprianto, M.Si, dengan meningkatkan peran serta aktif masyarakat, untuk ketertiban dan keamanan lingkungan bisa mendeteksi dan mencegah sedini mungkin akan ancaman kejahatan, baik kejahatan narkoba, maupun gerakan radikal bebas. Perlu diketahui, saat ini Desa Klorogan sedang giat membangun desa baik Infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat agar menjadi desa GASAK (Guyup Rukun Aman Subur Aktif dan Kreatif). (Zam)

Masyarakat Turut Bahu Membahu Sukseskan TMMD Ngawi

Ngawi (aenews9.com) -- Salah satu program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 Kodim 0805/Ngawi yaitu membangun Paving Jalan desa sepanjang 891 Meter dengan lebar 3,5 Meter. Jalan tersebut berada di Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi yang kini sudah mulai melakukan perataan tanah untuk selanjutnya dipasang paving blok.

Dalam pengerjaan tersebut, terlihat peran serta masyarakat dalam mensukseskan TMMD ke 100 kali ini, masyarakat turun langsung membantu personil TNI untuk meratakan tanah, serta bantuan lain dalam bentuk makanan maupun minuman yang juga mereka berikan.

Diharapkan dalam Program TMMD ke-100 ini yang berlangsung selama 30 hari ke depan, pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu sehingga hasil program dapat langsung dimanfaatkan oleh warga.

" Paving jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, karena fungsi jalan tersebut yang sering digunakan masyarakat untuk keperluan sehari hari, karena selama ini jalan becek dan licin kalau hujan," tutur Hidayat, salah satu warga Desa Mengger yang ikut terlibat dalam TMMD ke-100 ini.

Pembangunan jalan ini selain untuk mempermudah akses jalan warga khususnya petani, juga untuk mempermudah masyarakat yang lain dalam menunjang aktifitas sehari-hari, sehingga masyarakat-pun sangat bersyukur, berkat adanya program TMMD impian warga jalan menjadi mulus dapat segera terwujud.(wahyu)
MEDIA GROUP