INFO TERKINI

Hindari Lubang, Ibu Dan Anak Terserempet Truk

Ponorogo (aenews9.com) – Seorang ibu bersama anak remajanya terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh terserempet mobil yang belum diketahui identitasnya di Jalan Raya Danyang-Ponorogo atau tepatnya Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Senin (31/7/2017) siang.

Kejadian bermula dari pengendara sepeda motor Honda Supra X nopol AE 6451 HI yang dikemudikan Nanik Khoirum Janah (45) yang memboncengkan anaknya yang bernama Aliya, warga Desa Bareng, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, melaju dari arah barat ke timur, sesampainya di lokasi Nanik hendak menghindari lubang jalan dan melaju agak ke tengah, namun dari arah berlawanan muncul sebuah mobil yang tidak diketahui identitasnya dan nahas akhirnya ibu tersebut terserempat hingga jatuh ke aspal.

Sementara itu, Kanit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo, IPDA Badri mengatakan, dari hasil olah TKP ditemukan bekas cat dan dempul menempel di sepeda motor korban yang diduga berasal dari body truk penyerempet dan atas temuan itu pihaknya akan melakukan pengejaran terhadap pelaku tabrak lari tersebut.(NYR).

Disnakertrans Jatim Awasi K3 Dengan Setengah Hati.

Madiun (aenews9.com) - Terjadinya kecelakaan kerja di PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero), Pabrik Gula Pagotan pada Tanggal 21/07/2017, diduga karena lemahnya  pengawasan.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Madiun Ir.Marjudi,M.Si., didampingi Kepala bidang Pengawasan Hubungan Industrial dan Jamsostek, Dra.Dwi Astuti Wahyuni
W. M.Si., menjelaskan mulai Januari 2017, kewenangan Disnakertrans Kabupaten Madiun dalam pengawasan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), diambil alih oleh Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, setelah adanya surat edaran dari Disnakertrans Provinsi Jawa Timur Nomor Surat Edaran: 556/016/108.05/2017, tentang penyelenggaraan pengawasan ketenagakerjaan, berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 yang ditandatangani oleh DR. Sukardono, M.Si., selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa timur.

Jadi dengan adanya surat edaran tersebut, maka secara otomatis Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Madiun sudah tidak mempunyai wewenang.

" Pelayanan penyelenggaraan pengawasan ketenagakerjaan Kabupaten Madiun, sekarang dilakukan oleh Sub Koordinator Wilayah III, Jawa Timur. Dan PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) Pabrik Gula Pagotan masuk dalam wilayah koordinator wilayah III Madiun, yang sekarang berkantor di UPT Pelatihan Kerja Madiun Jalan Sumatra No. 27 Caruban, Kabupaten Madiun," tegas
Ir. Marjudi, M.Si.

Kepala Koordinator Wilayah III Madiun Drs. Agus Darianto, dikonfirmasi melalu WhatsApp menjelaskan terjadinya kecelakaan di PT Perkebunan Nusantara karena keterbatasan porsonil dan banyaknya Obyek pengawasan K3 yang harus dilakukannya, kita hanya mampu mengawasi 5 perusahaan dan 8 Obyek K3, dalam sebulan, per pengawas.

" Pabrik Gula Pagotan, Bulan Mei kemarin sudah melakukan periksa uji, kalau masalah asuransi, Pabrik Gula Pagotan menggunakan BPJS Kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan, semua sudah saya laporkan secara tertulis ke Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, jadi kalau ingin lihat laporan bisa langsung datang ke Disnakertrans Provinsi," kilah Drs. Agus Darianto.

Masih menurut keterangan Drs. Agus Dariyanto, semua kewenangan di pihak Direksi PT Perkebunan Nusantara XI (Persero), Surabaya, semua keputusan ada pada mereka sehingga pihak managemen pabrik hanya sebagai pelaksana putusan Direksi, termasuk penggantian alat-alat K3, terutama kebutuan ketel dan lain-lain," sambung Drs.Agus Dariyanto.

Sementara sampai berita ini ditayangkan, pihak PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) Pabrik Gula Pagotan belum bisa dikonfirmasi.(DP/ZAM).

Tertimpa Pohon Tumbang, Seorang Pengendara Motor Di Jiwan Tewas Seketika


Madiun (aenews9.com) – Jalan Raya Jiwan-Takeran tepatnya Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun digemparkan dengan peristiwa robohnya pohon Trembesi yang menimpa dua pengendara sepeda motor hingga mengakibatkan seorang diantaranya meninggal dunia, Kamis (27/7/2017) sekira pukul14.20WIB.

Kejadian berawal dari Deni Wahyu Afandi (14) dengan mengendarai suzuki RC 100 Nopol AE 6678 PJ dan Mohammad Rendianto (14) yang mengendarai Honda Supra Nopol AE 4028 RC melaju dari arah utara ke selatan, setelah sampai di lokasi tepatnya Jalan Raya Jiwan-Takeran, Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, tiba-tiba pohon Trembesi yang berada di pinggir jalan roboh dan menimpa dua pengendara tersebut.

Akibatnya Deni Wahyu Afandi (14) warga Desa Tegal Arum RT06/RW01, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan meninggal di tempat, sedangkan Mohammad Rendianto yang juga tetangga korban mengalami luka berat. Menurut informasi, kedua remaja tersebut adalah siswa SMPN 1 Jiwan, Kabupaten Madiun.

Menurut saksi Paijo (54) yang juga Kepala Desa Metesih, mengatakan saat itu korban bersama rekannya dengan mengendarai sepeda motor masing-masing melaju dari arah utara ke selatan, sesampainya di lokasi tiba-tiba pohon Trembesi di pinggir jalan Raya Jiwan-Takeran, Desa Metesih roboh dan menimpa keduanya hingga mengakibatkan seorang pengendara meninggal dan seorang lagi luka berat.

Sementara itu, setelah dilakukan evakuasi kedua korban tersebut dilarikan ke RSUP Dr. Soedhono untuk dilakukan perawatan.(NYR)

MUI Kabupaten Ngawi Gelar Pengukuhan Dan Rapat Kerja Masa Khidmat 2017-2022

Ngawi (aenews9.com) – Bertempat di Pendopo Wedya Graha Jalan Teuku Umar No 12, Kabupaten Ngawi, Rabu (26/7/2017), Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ngawi menggelar Pengukuhan dan Rapat Kerja masa khidmat 2017-2022.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris MUI Jatim Muh Masduki, S.H., Ketua Bidang Kominfo MUI Jatim Abdurrahman Aziz, M.Si., Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono, Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiharja, S.I.K, M.H., Kasdim 0805 Ngawi Mayor Inf Eko Wardoyo, Ketua MUI Ngawi KH. DR. Kholil Tohir serta Pengurus Kecamatan MUI se-Kabupaten Ngawi.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia, Syaiful Bahri, mengatakan MUI adalah sebuah wadah ulama yang memiliki tanggung jawab langsung untuk ikut mensukseskan pembangunan nasional melalui konsep percontohan dalam membimbing ulama agar meningkatkan iman serta berperan aktif dalam memberikan fatwa keagamaan dalam kehidupan beragama.

"Pengukuhan dan Raker MUI kali ini kami harap dapat menelurkan dan membentuk program program yang tentunya bisa mewujudkan kemajuan MUI lima tahun kedepan kurun waktu 2017-2022, selain agar menjadi penghubung antara umat beragama dan pemerintah demi tercapainya kehidupan umat beragama dengan pemerintah yang damai,'' kata Syaiful Bahri.

Sementara itu Ketua MUI Ngawi, KH. DR. Kholil Tohir menuturkan bahwa dengan dilaksanakannya Pengukuhan dan Rapat Kerja kali ini bertujuan untuk mengukuhkan pejabat baru dan membuat rencana program MUI Ngawi, agar dapat bekerja lebih baik yang mempunyai kearifan lokal sebagai ulama Indonesia.(NYR)

CV.Tirta Mas Yang Diduga Produksi Air Mineral Tanpa Ijin Digerebek Polisi


Madiun (aenews9.com) - Pada pertengahan Bulan Juli lalu Tim Satgas Pangan Polres Kabupaten Madiun bersama Disperindag Kabupaten Madiun melakukan penggerebekan ke gudang milik CV.Tirta Mas, yang beralamatkan di Desa Kaligunting RT01/RW 01, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Penggerebekan yang dilakukan oleh Tim gabungan Polres Kabupaten Madiun bersama Disperindag ini setelah ada laporan dugaan kegiatan produksi air mineral yang dilakukan CV.Tirta Mas tanpa ada ijin serta tidak memenuhi SNI.

Menurut Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Sigit Hanif Wicaksono, dalam jumpa pers yang digelar Rabu (26/7/2017) mengatakan dari hasil penggerebekan, Petugas mengamankan 400 botol kosong merk e-Water, 100 bendel kemasan karton merk e-Water, 100 bendel kemasan karton merk Healthy Energy Water, 100 bendel kemasan karton merk Be Energy Oxy Water, 100 pack tissue merk e-Water, 30 dus miniman kemasan gelas merk e-Water, 30 dus minuman kemasan gelas merk Be Energy Oxy Water, 30 dus minuman kemasan gelas merk Healthy Energy Water serta 300 galon minuman merk Healthy Energy Water.

AKP Hanif menambahkan dalam kegiatan memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) CV Tirta Mas tidak memenuhi standarisasi (SNI yang berlaku) dan tidak memiliki ijin dari BPOM serta melanggar UU RI nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, UU RI nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU RI nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengakibatkan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp.35.000.000.000 ( tiga puluh lima milyar rupiah ).

Sampai saat ini pihak Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus sehingga belum bisa menetapkan tersangka.(ZAM/DP).

Program PISEW 2017 Sasar 15 Kecamatan di Kabupaten Madiun

AENEWS9.COM
Madiun - Sebanyak 45 desa dari 15 Kecamatan di Kabupaten Madiun menerima bantuan Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 2017.

Program PISEW merupakan program kelanjutan dari program yang sama di Tahun 2016 yang menekankan pada partisipasi masyarakat dalam skala kawasan melalui dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) yang bersumber dari APBN TA 2017.

Program PISEW 2017 penerapannya berbeda dengan program PISEW 2016 lalu, dimana pengerjaannya pada tahun lalu bisa dipihak ketigakan, namun untuk program PISEW 2017 ini harus aktif melibatkan masyarakat.

Program infrastruktur dari program tersebut dapat dibangun dengan melibatkan peran aktif masyarakat antara lain, Jalan, Irigasi, Jembatan desa, Jalan usaha tani, Pengolahan limbah, Pengelolaan sampah terpadu, Kolam penampungan air/embung, Tambatan perahu, Bendungan sederhana, Air tanah/mata air yang bisa dikelola oleh masyarakat secara mandiri.

Kasi Dinas Kawasan dan Permukiman, Kabupaten Madiun, Anang Tri Tjahjono, S.T., mengatakan bahwa di Tahun 2017, Kabupaten Madiun mendapat program PISEW sebesar Rp 600 Juta/kecamatan yang dibagi 3 desa, jelas besaran yang diterima tidak sama karena setiap kecamatan akan ada satu Desa induk, dua Desa penyangga, dimana
Desa pusat mendapat lebih banyak dari Desa penyangga.

“ Dana Rp 600 juta itu tidak diterima utuh melainkan ada potongan pajak 10% dan Rp 10 Juta untuk Bantuan Operasional BKAD,” jelas Anang.

Sementara di tempat terpisah, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (PMP), Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Agung Driyanto, S.Sos., M.M., mengatakan ada
tiga desa yang mendapatkan program PISEW 2017, yaitu Desa Suluk, Desa Bader, Desa Blimbing.

“ Desa Suluk sebagai pusat, Desa Bader dan Desa Blimbing sebagai Desa penyangga.
Dan dengan anggaran sebesar Rp. 600 Juta yang akan digunakan untuk rabat jalan ketiga Desa tersebut,” terang Agung Driyono.

Kepala Desa Suluk, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Susilo Budi Santoso, menjelaskan pada aenews9.com, kalau desanya mendapat bantuan program PISEW 2017 dari pemerintah pusat. Yang rencananya, sesuai kesepakatan dengan dua Desa penyangga dana bantuan tersebut akan dialokasikan untuk rabat jalan ketiga Desa penerima.

"Untuk Desa Suluk, sebagai Desa pusat, rencananya akan digunakan untuk rabat jalan dengan panjang +/- 650 meter, lebar 2,5 meter, dengan ketebalan
12 cm yang berlokasi di RT 13/ RW06," kata Susilo Budi Santoso.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Bader, Sri Purwanto, S.T., sebagai salah satu Desa penyangga penerima program PISEW 2017, kami sepakat untuk rabat jalan desa, rencananya rabat jalan sepanjang 425 meter, lebar 2,5 meter dengan ketebalan 15 cm, yang menghubungkan antara Dusun Kayang dan Topeng.(Zam)

MEDIA GROUP