INFO TERKINI

Dinas Koperasi Kabupaten Magetan Tidur, Lintah Darat Berkedok KSP Marak


AENEWS9.COM MAGETAN-Sulit rasanya untuk tidak menyebut Koperasi Simpan Pinjam (KSP) sebagai lintah darat modern. Hal itu terkait besarnya bunga pinjaman yang dikenakan yakni mencapai sekitar 20 % pada waktu mengajukan pinjaman. 

Umumnya, bunga yang dikenakan oleh bank keliling-sebutan bagi Koperasi Simpan Pinjam sebesar 10-20 persen per bulan. Tidak sedikit juga bank keliling mengenakan bunga sebesar 100 persen flat. Sebagai gambaran, jika Anda meminjam uang Rp 100.000 kepada bank keliling, maka Anda akan mengangsurnya sebesar Rp Rp 1000  per hari selama 200 hari (tanpa ada hari libur).

Lalu apakah KSP masuk kategori lintah darat? Seperti disebutkan di atas, hal itu terkait dengan tingginya bunga yang dikenakan. Namun para pelaku usaha KSP  berdalih, bunga yang mereka kenakan sebenarnya sangat rendah jika peminjamnya adalah seseorang yang butuh dana cepat. Contoh untuk pinjaman Rp 1.000.000, (satu juta rupiah) hanya bermodalkan KTP (kartu tanda penduduk) , dan tanpa proses yang berbelit , pihak pemohon akan segera mendapatkan uang pinjamannya dengan konsekuensi pengembalian sebesar Rp 1.200.000, (satu juta dua ratus ribu rupiah).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga Bank Indonesia (BI) sendiri masih mengkaji legalitas dan kategori untuk badan usaha seperti itu (KSP) apakah sudah memenuhi kaidah koperasi pada umumnya. Apa pun keputusannya, diharapkan pihak-pihak berwenang memberikan regulasi yang tidak akan menjebak masyarakat untuk lebih konsumtif (karena mudahnya mencari uang pinjaman), apalagi sampai menjerat leher karena tingginya bunga yang dibebankan kepada nasabah. Namun sebagus apapun regulasinya, tanpa adanya kesadaran dari masyarakat untuk bijak dalam mengelola keuangan, kehadiran KSP tidak akan membantu apa-apa selain hanya memindahkan model cekikan dari lintah darat tradisional kepada lintah darat modern.

Salah satu contoh, Kabupaten Magetan adalah surganya untuk membangun usaha berjenis Koperasi Simpan Pinjam, dengan metode diatas. Penyebab dari maraknya lintah darat berkedok koperasi ini, diduga karena lemahnya pengawasan dari Dinas Koperasi, sebagai pembina serta melakukan pengawasan agar tidak timbul koperasi-koperasi nakal sejenis lintah darat.

Ditemui dikediamannya sebut saja SR (nama disamarkan), dirinya adalah salah satu dari sekian banyak nasabah yang menggunakan jasa KSP untuk meminjam uang, ketika SR terdesak biaya, baik untuk modal usaha ataupun keperluan lain. SR menjelaskan, kemudahan dalam pengajuan pinjaman kepada pihak KSP, adalah hanya dengan bermodalkan KTP. Serta proses pengajuannyapun tidak terlalu berbelit, walaupun SR mengetahui bunga yang dibebankan teramat tinggi. 

“ ya harus bagaimana lagi mas (red-awak media) saat ini, kalau mau pinjam uang ke bank, pasti persyaratannya berbelit dan proses cairnya uang juga lama. Tapi kalau di KSP hanya bermodal KTP, hari itu juga pinjaman langsung disetujui,” Ungkap SR kepada wartawan belum lama ini. 

Hingga saat ini, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Magetan, belum bisa dimintai keterangan terkait dugaan hal diatas. (surya/nyr)


Pembatal Pahala Puasa

Oleh: Mas Isji

Di Bulan Ramadhan ini setiap muslim memiliki kewajiban untuk menjalankan puasa dengan menahan lapar dan dahaga mulai dari fajar hingga terbenamnya matahari. Namun ada di antara kaum muslimin yang melakukan puasa, dia tidaklah mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja yang menghinggapi tenggorokannya.

Rasulullah mengingatkan kita dari hal ini dalam sabdanya,

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy disohihkan Al-Albani)

Pembatal puasa itu ada 2 :
-Pertama: pembatal dari puasa
-Kedua: pembatal pahala puasa.

Adapun pembatal puasa sudah sering kita dengar. Sedangkan pembatal pahala puasa masih banyak yang belum mengetahui atau melalaikannya.

Berikut ini pembatal pahala puasa secara ringkas:

1. Perkataan Dusta (az zuur).
Inilah perkataan yang membuat puasa bisa sia-sia, hanya merasakan lapar dan dahaga saja.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya,maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

As-Suyuthi mengatakan bahwa az zuur adalah berkata dusta dan menfitnah (buhtan). Sedangkan mengamalkannya berarti melakukan perbuatan keji yang merupakan konsekuensinya yang telah Allah larang. (Syarh Sunan Ibnu Majah, 1/121).

2. Perkataan laghwu (sia-sia), rofats (kata-kata porno), bertengkar dengan caci makian.
 
Rasulullah bersabda :

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim disohihkan Al-Albani dalam Shohih At Targib 1082 ).

Dalam Fathul Bari (3/346) Al Akhfasy berkata,

“Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah.”

Dalam Fathul Bari (5/157), Ibnu Hajar mengatakan,

“Istilah Rofats digunakan dalam pengertian ‘kiasan untuk hubungan badan’ dan semua perkataan keji.”

3. Berbagai Macam Maksiat.
 
Ibnu Rojab Al Hambali berkata:

 “Ketahuilah, amalan taqarrub (mendekatkan diri) pada Allah ta’ala dengan meninggalkan berbagai syahwat yang mubah ketika di luar puasa tidak akan sempurna hingga seseorang mendekatkan diri pada Allah dengan meninggalkan perkara yang Dia larang yaitu dusta, perbuatan zholim, permusuhan di antara manusia dalam masalah darah, harta dan kehormatan.”

Jabir bin ‘Abdillah berkata:

“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.

Itulah sejelek-jelek puasa yaitu hanya menahan lapar dan dahaga saja, sedangkan maksiat masih terus dilakukan.

Ibnu Rojab berkata,

“Tingkatan puasa yang paling rendah hanya meninggalkan minum dan makan saja.”

Ibnu Hajar berkata dalam Al Fath (6/129) :“Mayoritas ulama membawa makna larangan ini pada makna pengharaman, sedangkan batalnya hanya dikhususkan dengan makan, minum dan jima’.”

Imam Al-Ghozali berkata dalam Ihya’ Ulumuddin,“
5 hal yang merusak puasa seseorang (maksudnya merusak pahala puasa seseorang), yakni :

1. Bohong
2. Ghibah (gosip)
3. Namimah (mengadu domba)
4. Bersumpah palsu
5. Memandang dengan syahwat”.

"Ya ALLAH jauhkan dosa pancaindera hamba ridhoilah hamba dibulan mulia ini ya Rabb"...


Gelapkan sepeda Motor, Mantan Debcollector Ditangkap Polisi

AENEWS9.COM MADIUN-Warga Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun berinisial TAP ditangkap anggota Polres Madiun Kota. Pasalnya TAP di duga menggelapkan satu unit sepeda motor milik temannya.

Paur Subbag Humas Polres Madiun Kota, AIPTU Mashudi, mengatakan TAP pada awalnya berkenalan dengan HT, warga Kelurahan Pangonganan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Setelah keduanya saling kenal, akhirnya TAP menyewa sepeda motor milik HT, Sabtu (18/5/2017).

Masih kata Mashudi, kemudian keduanya saling menyepakati uang sewa Rp 175.000/pekan, dan sepeda motor korban dibawa TAP. pekan pertama dan kedua uang sewa lancar, namun memasuki pekan ketiga pelaku tidak membayar uang sewa dan nomor teleponnya tidak bisa di hubungi lagi. Mengetahui hal tersebut, kemudian korban melaporkannya ke Polres Madiun Kota.

Berdasar laporan tersebut, akhirnya Polisi melakukan pengejaran dan penangkapan di rumah orangtua TAP di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Kemudian pelaku di bawa ke Polres Madiun Kota guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut pengakuan pelaku, uang hasil kejahatannya tersebut di pakai untuk kebutuhan keluarga, dan sebelumnya dia pernah bekerja sebagai debcollector salah satu koperasi di Madiun.

Atas perbuatannya, mantan debcollector ini terpaksa mendekam di tahanan Mapolres Madiun Kota dan terancam hukuman empat tahun penjara. (MIR).

Alami Gangguan Jiwa, Pemuda Asal Ponorogo Bakar Rumahnya Sendiri

AENEWS9.COM PONOROGOYusriansyah (20) pemuda asal Desa Ngrandu RT03/RW02, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Rabu (24/5/2017) petang membakar kamar tidurnya sendiri.

Selain itu, Yusriansyah juga merusak perabotan rumah seperti almari, kaca rias, serta rak alumunium.
 
Dari informasi yang dihimpun, Yusriansyah sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa Solo selama dua pekan dan juga pernah dirawat di RSUD dr. Suroto Ngawi.

Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto menuturkan Yusriansyah mengamuk seusai di bawa pulang dari RSUD dr. Suroto Ngawi karena habisnya masa rehabilitasi gangguan jiwa pada 16 Mei 2017.

“ Yusriansyah melakukan bakar kamar tidur sekira pukul 17.30 WIB, dan merusak TV, perabotan rumah seperti almari, kaca rias dan rak alumunium,” jelas Sudarmanto.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan kini pelaku dibawa ke Puskesmas setempat dan  rencananya akan di bawa ke Rumah Sakit Jiwa Surabaya. (MIR)


Honda Jazz Nyemplung Sungai Jambon

AENEWS9.COM PONOROGO Sebuah Honda Jazz dengan Nopol AE 1847 FM  jatuh ke dasar Sungai Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Selasa (23/5/2017).

Berdasarkan informasi yang di himpun, mobil tersebut di kendarai oleh Muhammad Rohani (35) warga Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo yang sedang belajar menyetir bersama seorang penumpang Imam Darusman (40). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kanit Laka-lantas Polres Ponorogo, Ipda Badri mengatakan kejadian berawal dari pengemudi saat melewati pertigaan sungai tidak bisa menguasai kemudi sehingga mobil langsung terjatuh ke sungai.

“ Mobil Honda Jazz datang dari arah utara menuju selatan dan setibanya di lokasi, pengemudi mencoba membelokkan arah kemudi ke kiri namun tak bisa menguasai dan akhirnya jatuh,” jelasnya. (MIR)

Bakesbangpol Madiun Adakan Sosialisasi Satgas Kontra Radikal, Deradikalisasi Dan Anti Premanisme

AENEWS9.COM MADIUN – Dalam rangka Sosialisasi Penguatan Satgas Kontra Radikal, Deradikalisasi dan Anti Premanisme, Bakesbangpol Madiun mengundang perwakilan dari puluhan Pondok Pesantren se-Kabupaten Madiun, Selasa(23/5/2017).

Dengan mengambil tempat di Asrama Haji ini di hadiri ratusan peserta dengan mengangkat tema “ Mencegah Bahaya Narkoba, Radikalisme dan Terorisme di Kabupaten Madiun.”

Seperti biasa, Bakesbangpol dalam sosialisasi selalu mendatangkan nara sumber dari TNI dan POLRI dengan materi yang berbeda, diantaranya “Mencegah Tindak Premanisme”  serta “ Mencegah Masuk dan Berkembangnya Faham Radikal dan Terorisme di Kabupaten Madiun.”

Kabid Politik dan Integrasi Bangsa Bakesbangpoldagri Madiun , Tarnu Ashidiq, S.Ag, M.Si menjelaskan tujuan sosialisasi ini agar masyarakat bisa terhindar dari ancaman atau bahaya faham dan atau idiologi sesat dan menyesatkan bagi semua elemen masyarakat dalam upaya mendukung terwujudnya 
Kabupaten Madiun lebih sejahtera, dan juga penguatan secara institusional terhadap satgas kontra radikal, deradikalisasi, dan anti premanisme, selain itu juga untuk penguatan nilai-nilai empat konsensus nasional.

Dalam kesempatan ini, Tarnu mengajak menyuarakan yel-yel “ ISIS NO, Radikalisasi NO, NKRI Harga Mati” kepada seluruh peserta yang hadir. Dengan penuh semangat seluruh peserta pun serentak menirukan intruksi Tarnu.

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB ini berjalan dengan khidmat dan lancar dan tidak ada kendala apapun.(ZAM/NYR)

PPWI Gandeng Staf Ahli BNN Selenggarakan Seminar Daerah tentang Narkoba di Tanah Datar

AENEWS9.COM Tanah Datar – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) semakin memprihatinkan. Perkembangan narkoba tidak hanya dari sisi pengguna, tetapi juga wilayah jangkauan peredarannya serta jumlah dan jenis narkoba yang semakin variatif dan kreatif. Korbannya kian hari kian bertambah, berasal dari berbagai usia dan kelompok masyarakat.

Pemerintah Indonesia sejak 2015 lalu telah menyatakan negara dalam keadaan darurat narkoba, dan sekaligus menyatakan perang habis-habisan terhadap para pelaku kejahatan narkoba. Berbagai langkah dan strategi telah ditempuh pemerintah, antara lain melakukan eksekusi mati terhadap para bandar narkoba, baik yang sudah divonis mati oleh pengadilan maupun para buron yang melawan petugas saat ditangkap. Melalui Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah juga melakukan upaya sosialisasi pencegahan narkoba dan program rehabilitasi para pengguna benda haram tersebut.

Dalam rangka membantu pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi persoalan besar bangsa terkait penyelamatan generasi Indonesia agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba, PPWI melakukan kegiatan Seminar Daerah bertema “Pencegahan Penyalahgunaan dan Bahaya Narkoba”. Seminar daerah yang melibatkan pengurus PPWI di daerah-daerah ini pertama kali dilaksanakan di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, pada Sabtu, 20 Mei 2017. Peserta seminar berasal dari kalangan Kepala SMP dan MTs, para kepala SKPD, dan pimpinan OKP se Tanah Datar, sejumlah tidak kurang dari 100 orang.

Sebagai narasumber dalam kegiatan seminar yang menurut rencana akan dilakukan di berbagai kota dan daerah di seluruh Indonesia itu, PPWI menggandeng pemateri handal dari kalangan Staf Ahli BNN, yakni Brigjen Pol Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, FMD. Sebagai seorang polisi dengan latar belakang pendidikan kedokteran, serta memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang narkotika dan obat-obat terlarang, Dr. Vidtor sangat tepat untuk menjadi narasumber dalam program tersebut. Selain itu, sebagai seorang pemegang 16 rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dan 19 rekor ORI (Original Record Indonesia), serta memiliki ketrampilan sebagai pesulap nasional dan internasional, mahir memainkan berbagai alat musik, dan pengetahuannya yang amat luas di berbagai bidang ilmu, Dr. Victor mampu menyampaikan materi seminar tentang narkoba secara atraktif dan sangat menarik.

Hadir membuka acara seminar, Bupati Tanah Datar yang diwakili oleh Mukhlis, Asisten Pemerintahan dan Kesra pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Datar. Selain itu, hadir juga Kapolres Tanah Datar yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Hendra Syamri. Dari team PPWI Nasional, hadir Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, dan Maya Agustini yang juga adalah Ratu Dongeng Indonesia dari Istana Bocah Nusantara.

“Para guru mesti memahami segala seluk-beluk narkoba, mulai dari bentuk dan jenisnya, pola peredaran dan pemasarannya, target pemakainya, ciri-ciri orang terkena narkoba dan bagaimana cara mencegahnya di sekolah maupun di lingkungan masing-masing,” demikian pesan dari Bupati Tanah Datar melalui Asisten I, Mukhlis. Ia kemudian menambahkan bahwa peran para guru dan semua elemen masyarakat sangat penting dalam rangka menciptakan Tanah Datar bebas narkoba.

Dr. Victor dalam pemaparannya yang diselingi berbagai atraksi menarik serta penyampaian yang sederhana, menjelaskan tentang berbagai jenis narkoba, bentuk, ukuran, dan dampak yang ditimbulkan saat orang mengkosumsi narkoba. “Saat ini, berbagai jenis dan bentuk narkoba sudah semakin canggih. Ada yang dikemas dalam bentuk permen yang disukai anak-anak, ada juga berbentuk rokok pelangi, wana-warni yang sungguh menarik minat orang untuk mencobanya. Kita harus hati-hati, memperhatikan dengan seksama orang-orang di lingkungan kita, terutama anak-anak kita,” papar Dr. Victor.

Sementara itu, dalam sambutannya di awal acara, Wilson Lalengke menyampaikan harapannya semoga ilmu pengetahuan dan informasi tentang bahaya narkoba dan strategi pencegahannya akan menjadi bekal bagi setiap peserta yang hadir dalam menangkal berkembangnya narkoba di Tanah Datar. “PPWI melaksanakan seminar ini, dengan menggandeng pakar di bidang narkoba, Brigjen Pol Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, FMD, dalam rangka memberikan bekal bagi kita sekalian dalam menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kenali barangnya, ketahui bahayanya, dan mari kita aktif mencegah setiap orang di sekeliling kita untuk mengkonsumsi narkoba,” ujar lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Di akhir acara, dikumandangkan dengan lantang oleh seluruh peserta yel-yel anti narkoba, yakni: “Narkoba No! Prestasi Yes! Tanah Datar Bebas Narkoba... Yes! Yes! Yes!”. Setelah itu, dilakukan sesi foto bersama dan ramah-tamah. (AL)

Bakesbangpol Madiun Gelar Sosialisasi Permendagri No 29 Tahun 2011

AENEWS9.COM MADIUN – Selasa (23/5/2017) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Madiun gelar Sosialisai Permendagri No 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemerintah Daerah Dalam Rangka Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila di Graha Purabaya Gedung Pemerintah Kabupaten Madiun Jalan Alon-alon Utara Kota Madiun.

Adapun peserta dari kegiatan tersebut antara lain Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Madiun, Dharma Wanita Bakesbangpoldagri se-Kabupaten Madiun, Kepala UPT Dindik se-Kabupaten Madiun, Kepala KUA Kantor Kemenag se-Kabupaten Madiun, Banser se-Kabupaten Madiun, FKPPI Kabupaten Madiun, GP Ansor Kabupaten Madiun, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Madiun, Pengurus FPK Kabupaten Madiun, Senkom Mitra Polri Kabupaten Madiun, Pemuda Pancasila Kabupaten Madiun, PKBN, serta Media Massa cetak dan Elektronik.

Tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah agar terwujudnya masyarakat Kabupaten Madiun yang berwawasan Pancasila, memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme sebagai upaya mendukung Kabupaten Madiun lebih sejahtera, selain itu juga untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada aparatur pemerintah dan elemen masyarakat terhadap suatu sistem nilai yang bulat dan utuh yang terkandung dalam kelima sila Pancasila, serta untuk menghidupkan atau memahami dan menghayati pengamalan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sementara itu, Kabid Politik dan Integrasi Bangsa Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun, Tarnu Ashidiq, S,Ag, M.Si menjelaskan, ada tiga nara sumber yang dilibatkan pada kegiatan ini, selain Kepala Bakesbangpoldagri sendiri yakni Drs. Agus Budi Wahyono, M.Si, Bakesbangpol Madiun juga menggandeng nara sumber dari Dandim 0803 Madiun Letkol Inft. Rachman Fikri, S.Sos, Dosen Unmer Madiun Drs. Mudji Rahardjo, M.Si. (NYR/ZAM)

3.072 Kendaraan Di Tilang Dalam Operasi Patuh 2017

AENEWS9.COM PONOROGO – Operasi Patuh yang berlangsung mulai 9-22 Mei 2017 sudah di gelar Polres Ponorogo, tercatat ada 3.072 kendaraan yang terkena tilang, diantaranya ada 50 sepeda motor yang di sita karena tidak bisa menunjukan surat kendaraan.

Sebagian besar pelanggar tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan melanggar peraturan lalu-lintas.

Selama Operasi Patuh setidaknya ada 28 kali kecelakaan lalu-lintas yang menewaskan tiga orang serta dua luka berat.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Polres Ponorogo, Ipda A. Saiful Bahri menerangkan, pelanggar yang terjaring rata-rata pekerja swasta dan pelajar, selain itu sepeda motor yang di sita dikarenakan tidak sesuai standar dan di modifikasi dan bagi pemilik kendaraan tersebut bisa mengambil dengan syarat melalui proses persidangan.

Berdasarkan pengakuan dari pemilik kendaraan, ada diantaranya yang sengaja membiarkan STNK-nya mati karena BPKB-nya di gadaikan sehingga tidak bisa membayar pajak lima tahunan di Samsat. Dan hingga kini seluruh kendaraan yang di sita tersebut berada di Mapolres Ponorogo.*(MIR)

Truk Material Tabrak Ibu Muda Di Ngawi Hingga Tewas

AENEWS9.COM NGAWI – Sukasih (36) warga Desa Kandangan, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi, meregang nyawa setelah di tabrak truk pengangkut material, Senin (22/5/2017).

Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan ini terjadi sekira pukul 10.30WIB di Jalan Raya Ngawi-Caruban tepatnya di Desa Lego Kulon, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.

Informasi yang di himpun, kecelakaan bermula dari Sukasih yang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan anaknya yang berumur 3 tahun melaju dari arah barat ke timur, pada waktu bersamaan truk material yang dikemudikan Yudiono ( 31) warga Desa Prandon Kecamatan Ngawi datang dari arah yang sama dengan kecepatan tinggi.

Setibanya di lokasi, sepeda motor yang di kendarai korban melaju di sebelah kiri, tapi tiba-tiba truk material tersebut berbelok ke kiri menuju lokasi galian C dan terjadilah kecelakaan hingga menewaskan korban, sedangkan anaknya mengalami luka serius.

Kanit Laka-lantas Polres Ngawi, Miftakhul Huda mengatakan, kejadian antara sepeda motor yang melaju di sebelah kiri (bahu jalan) dan mendadak truk belok kiri dan akhirnya terjadilah tabrakan yang menewaskan korban.

Setelah di evakuasi, jenazah korban akhirnya di bawa ke RSUD Dr. Suroto, sedangkan truk beserta pengemudinya di amankan di Polres Ngawi.(ARN)

Naik Lagi Naik Lagi

AENEWS9.COM MADIUN - Puasa Ramadhan kurang beberapa hari lagi, kebutuhan pokok berlomba merangkak naik, tidak terkecuali harga Telur Ayam Ras di sejumlah Pasar Tradisional di Kabupaten Madiun terpantau naik hingga mencapai Rp 22.000 per Kilogram.

Dari pantauan aenews9.com di sejumlah Pasar Tradisional, seperti Pasar Pagotan, Pasar Dolopo, Pasar Kaibon, Sabtu(20/5), harga Telur Ayam Ras naik bertahap dari harga sebelumnya sekitar Rp18.000/kg hingga mencapai Rp20.000 - Rp22.000/kg.

" Telur Ayam Ras perlahan mulai ikut naik jelang puasa, dari harga Rp18.000/kg menjadi Rp21.000 - Rp22.000 /kg-nya," ujar Amini pedagang telur di Pasar Pagotan.

Kenaikan harga telur disebabkan tingginya permintaan jelang bulan suci Ramadhan, selain itu harga kulakan pedagang dari peternak juga naik di karenakan naiknya biaya produksi peternak seiring naiknya biaya operasional di peternakan.

Pedagang dan pembeli juga berharap untuk stabilnya harga telur dan turun
mendekati harga normal, yakni Rp18.000/kg-nya.

Selain Telur Ayam Ras, komoditas yang ikut merangkak naik adalah beras. Harga beras Medium jenis IR 64 dari harga Rp8.500/kg menjadi Rp8.850/kg. Selain beras Medium, gula pasir juga sedikit naik bahkan bisa di katakan stabil yaitu kisaran harga Rp13.000/kg. Harga Daging Sapi dari Rp100.000-Rp105.000/kg, Daging Ayam Broiler Rp30.000/kg. Sedangkan harga bumbu dapur yang mengalami kenaikan adalah komoditas Bawang Putih dari Rp30.000-Rp35.000 naik menjadi Rp47.000/kg, namun harga Bawang Merah cenderung tetap Rp30.000. Cabai merah turun di harga Rp50.000/kg, Cabai Keriting Rp34.000 dan Cabai Merah Rp34.000/kg.

Kenaikan komoditas ini sudah terjadi semenjak memasuki H-7 puasa, di harapkan Tim Pengendali Inflasi Daerah dan Dinas terkait untuk terus melakukan pantauan secara intensif  terhadap harga dan stok komoditas bahan pokok di pasar.* (ing)

LHO, Kok Nangis

Oleh: DOANTO PULASTYO
AENEWS9.COM - Eh, terduga korupsi waktu di tangkap kok ya menangis ya? Pertanyaan itu muncul di kalangan Warga Magetan yang anti korupsi, ketika membaca berita di koran-koran kalau Sumarjoko, Kepala Bappeda Magetan ketika di tangkap Petugas Kejari Magetan dan di masukkan ke penjara terkait dugaan korupsi pengadaan sepatu PNS di Pemkab Magetan, meneteskan airmata.

Pemandangan tak seperti biasanya ketika ada korupsi yang tertangkap dan di gelandang petugas seolah tak bersalah senyum-senyum sambil melambaikan tangan di depan wartawan, terjadi di Kabupaten Magetan.

Hal itu terlihat ketika Kepala Bappeda Magetan, Sumarjoko di tangkap Petugas Kejari setempat, Rabu (10/5). Mungkin saja dia merasa bersalah dan telah menduga kalau nantinya bakal masuk bui lantaran sebelumnya sudah ada yang di adili dalam kasus yang sama-sama di lakukannya.

Atau mungkin sebaliknya, Sumarjoko sudah terlanjur percaya diri merasa aman lantaran sudah ada yang menjadi terdakwa dalam kasus tersebut, sehingga pada saat dirinya di jemput oleh petugas itu kaget dan merasa apes, makanya tak kuasa menitikkan air mata.

Tangis yang menetes dari mata Sumarjoko saat memasuki mobil tahanan Rabu (10/5), merupakan tangis yang wajar. Bayangkan, seorang pejabat yang selama ini di hormati di gelandang ke Mobil Tahanan, tentu sangat malu. Apalagi, bila kasus ini berlanjut ke pengadilan dan di vonis penjara, selain malu pasti akan berakhir karir PNS-nya. Anak dan istrinya juga ikut malu.

Bagi pejabat yang mau korupsi harusnya menyadari dan mengerti, bahwa mencuci uang negara kalau ketahuan akan berakhir di penjara. Memang, kalau tidak ketahuan akan tersenyum-senyum menikmati uang hasil curiannya. Tentu kalau tertangkap ya tidak boleh menangis, itu resiko perbuatan yang harus di terima konsekuensinya.

" Lho, kok menangis," tutur Ahmad, warga Magetan yang tinggal di Panekan, Magetan.
Kejari tidak terhenti hanya membidik Sumarjoko. Beberapa Pejabat Magetan seperti Kepala Inspektorat Kabupaten Magetan, Mei Sugiarti, Asisten I dan 3, Bambang Trianto juga di periksa Kejari.

Memang, untuk sementara hanya Sumarjoko yang di tetapkan sebagai tersangka dan di tahan.
Sebelumnya, Kejaksaan sudah menyeret Ketua Asosiasi Pengrajin Kulit Indonesia(APKI) Cabang Magetan, Muhammad Yusuf Ashari di Pengadilan Tipikor Surabaya, yang bersangkutan di vonis 2,5 tahun. Tetapi di Pengadilan Tingkat Banding, yang dia justru di lepas dan di bebaskan dari semua dakwaan (oonslaag).

Oonslaag Yusuf di Pengadilan Tinggi Jawa Timur membuat Kejari melakukan gelar perkara  di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ), hasil sementara setelah melalui pemeriksaan panjang menetapkan Sumarjoko sebagai tersangka.


*Penulis adalah Wartawan SKM Optimis.





Warga Nguntoronadi Padati Lapangan Guna Saksikan WKS

AENEWS9.COM MAGETAN – Bertempat di Lapangan Desa/Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Warga Nguntoronadi di suguhi acara Wayang Kampung Sebelah (WKS) dengan Dalang Ki Njliteng Suparman, Kamis (18/5/2017) malam.

Kegiatan yang di kemas oleh Dinas Permasdes ini merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan yang di adakannya mulai dari Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGR-M), Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 45 Terpadu serta kegiatan Sambang Desa oleh Bupati Magetan Sumantri

Pagelaran wayang ini juga dihadiri oleh Bupati Magetan Sumantri beserta jajarannya, Ketua DPRD Magetan Joko Suyono, Kepala Dinas Permasdes Iswahyudi Yulianto, serta Forkompimca Nguntoronadi.

Dengan di awali penyerahan Gunungan oleh Bupati Sumantri kepada Dalang Ki Njliteng Suparman, Wayang Kampung Sebelah yang diberi judul “Atas Mengganas Bawah Beringas” siap di mulai.

Tampak ratusan pengunjung yang berasal dari Nguntoronadi dan sekitarnya ikut menyaksikan pagelaran wayang ini, karena kali ini wayang yang di sajikan tidak seperti wayang pada umumnya namun bisa di bilang wayang modern dengan mengambil cerita kehidupan serta bahasa sehari-hari yang di gunakan Masyarakat Jawa.

Terdengar gelak tawa dari pengunjung di saat Dalang memerankan wayangnya, namun juga pengunjung diam seakan memyimak cerita wayang tersebut.

Suratman, salah satu pengunjung merasa terhibur dengan adanya pagelaran wayang ini karena ceritanya lain dari wayang biasanya, selain itu dia juga merasa senang karena bisa bertemu dengan para Pejabat Pemerintah Magetan.

“Ya semoga Pemerintah Magetan sering-sering mengadakan acara seperti ini biar masyarakat terhibur serta bisa kenal dengan Pejabatnya,” kata Suratman.

Sementara itu, Bupati Magetan Sumantri dalam sambutannya, mengatakan kegiatan seperti ini akan sering di lakukan sebulan sekali, namun menyesuaikan kondisi juga dan bisa dua atau tiga bulan sekali dan kegiatan seperti ini merupakan ajang silaturrahim antara pemerintah dengan tokoh agama, pemuda, serta wanita di desa.(NYR)
MEDIA GROUP