INFO TERKINI

Lagi...!! Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri

AENEWS9.COM MAGETAN – Samadi (74) Warga Desa Gebyok Rt02/Rw03, Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan ditemukan tewas gantung diri di Blandar Kandang Ayam rumahnya, Minggu (30/4/2017).

Kejadian ini diketahui pertama kali oleh Gunarti (69) istri korban sepulang dari sawah. Saat itu kondisi rumahnya lagi kosong dan pintu terkunci dari dalam. Melihat kondisi rumah yang tak biasa, Gunarti pun merasa curiga dan mencoba masuk rumah melalui pintu dapur.

Setelah pintu berhasil di buka, Gunarti kaget dan teriak minta tolong karena mendapati suaminya telah tewas tergantung di blandar.

Spontan teriakan didengar oleh anak korban, Wahyuningsih (35) yang mendatangi ibunya yang saat itu berdiri di samping mayat korban dan setelah itu disusul oleh tetangga yang berbondong bondong mendatangi kediaman korban.

Setelah mendapat laporan, akhirnya dari pihak Polisi dan Petugas Puskesmas mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap mayat korban.

Dari hasil pemeriksaan tersebut ternyata tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan korban murni meninggal bunuh diri.

Kapolsek Karangrejo, AKP Gangsar Kuncoro mengatakan, korban murni meninggal karena bunuh diri dan mungkin korban kurang sabar atas penyakit asam lambungnya.

Masih kata AKP Gangsar, korban sebelumnya menjalani rawat inap selama tiga hari di Puskesmas Karangrejo dan korban baru pulang pada Sabtu (29/4) lalu.

Saat ini jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarganya untuk segera di makamkan.(DR)

Sarasehan Peringati Hari Bumi 2017

AENEWS9.COM MAGETAN - Gema Peringatan Hari Bumi seakan-akan tiada henti di peringati, terutama Aktivis Pecinta Alam. Hal ini juga di peringati oleh beberapa organisasi diantaranya Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Orang Indonesia Magetan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pengurus Kecamatan Maospati, Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Maarif Magetan (BEM STAIM), serta Universitas Doktor Nugroho (UDN) Magetan dengan mengadakan Sarasehan Peringatan Hari Bumi 2017 di Museum Kebudayaan Kabupaten Magetan atau yang biasa di sebut Kantor Distrik Maospati dengan tema “Peran Pemuda Dalam Pelestarian Alam Magetan," Sabtu (29/04/2017).

Sutrisno, Penanggung Jawab acara Sarasehan mengungkapkan, "Acara ini sebagai titik awal yang baik untuk menyatukan pemuda Magetan dalam satu pandangan terkait pentingnya kelestarian alam sehingga kesadaran dan kepedulian terhadap alam ini muncul dalam jiwa-jiwa mereka.”

Melihat data dari BPBD Kabupaten Magetan selama Januari sampai Maret 2017 sudah tercatat 43 kejadian bencana dengan kerugian hampir Rp700 juta, walau tidak ada korban, hal ini sangat mengkhawatirkan.

Lanjut Sutrisno, Pemerintah Magetan harus lebih serius menangani masalah ini terutama yang menjadi perhatian seperti galian liar yang tidak terkendali, pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik kulit dan saya berharap ada Perda yang mengikat dan tegas yang tidak pilih-pilih.

Kedepannya setelah acara ini, Pemuda bisa menjadi pelopor bangkitnya kesadaran masyarakat Magetan tentang pentingnya menjaga alam Magetan mulai hal yang terkecil tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan." tegas Sutrisno yang lebih populer dengan panggilan Gotris.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Joko Suyono mengatakan, “ Sebagai manusia yang tinggal di bumi sudah seharusnya kita semua menjaga dan melestarikan tempat tinggal ini, karena faktanya hanya bumi yang menjadi satu-satunya tempat yang bisa kita duduki.”

Peserta yang hadir dalam Sarasehan ini hampir 150 orang yang berasal dari Siswa SMK/SMU sedapil 3 Magetan, Anggota BPKOi Magetan, Anggota KNPI Pengurus Kecamatan Maospati, Anggota BEM STAIM, serta unsur dari Universitas Doktor Nugroho (UDN) Magetan.(sto)

Kodim 0804 Magetan Bangun Komunikasi Dan Kerjasama Dengan Awak Media


AENEWS9.COM MAGETAN - Dalam rangka membangun komunikasi dan Kemitraan dengan masyarakat, Kodim 0804 Magetan, Jum’at (28/04) menyambut rombongan crew Media Online aenews9.com di kantor Kodim.

Kunjungan rombongan Media Online aenews9.com, yang di kapteni oleh Denny Rubi, disambut dengan baik oleh beberapa personil Kodim 0804. Dalam kunjungannya crew Media Online aenews9.com,  mengharapkan setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Kodim ataupun Koramil di Kabupaten Magetan, dapat ditayangkan di portal berita aenews9.com.

Denny selaku pemimpin redaksi portal berita online ini, sangat mengapresiasi tanggapan baik yang diberikan oleh pihak Kodim. " Sengaja kami datang hari ini dengan tujuan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, salah satunya Kodim 0804, tujuan dari kedatangan kami adalah untuk menjalin kerjasama dalam hal penyebaran informasi terkait kegiatan yang diselenggarakan oleh Kodim 0804 apapun jenis kegiatannya. Ternyata Pihak Kodim, membuka peluang untuk kerjasama yang kami (aenews9.com) maksud.”

Walaupun di Kabupaten Magetan sudah banyak berdiri perusahaan-perusahaan media, tapi saya yakin, tidak semua media menayangkan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kodim ataupun Koramil di Kabupaten Magetan," imbuh Denny.

Kodim 0804 Magetan yang diwakili oleh Serda M Tasir Hidayat Staf Teritorial Penerangan sekaligus pengelola website resmi Kodim Magetan, juga sangat setuju dengan kerjasama yang ditawarkan oleh aenews9.com.

" Dengan terjalinnya kerjasama pemberitaan dan penyebaran informasi tentang kegiatan Kodim Magetan, semoga membawa perubahan yang baik bagi semua pihak. Walaupun kami (kodim 0804) sudah punya website sendiri, akan tetapi peran serta awak media juga sangat dibutuhkan. Mengingat keterbatasan personil kami, untuk melakukan peliputan dan penyebaran informasinya." kata Serda Tasir kepada aenews9.com.(SR)

Karya Wisata Telaga Sarangan Dandim 0804/Magetan Bersama Segenap Keluarga


AENEWS9.COM MAGETAN - Sarangan, Kamis, 27 April 2017. Mulai pukul 07,30 Bertempat di halaman parkir terminal sarangan,telah di laksanakan Kegiatan apel dari anggota kodim 0804/Magetan dan warga sekitar telaga sarangan, di lapangan parkir hotel kintamani di laksanakan lomba anak-anak dan panggung hiburan. hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0804/Magetan. Letkol Arm Heri Bayu Widiatmoko beserta seluruh anggota kodim beserta ibu-ibu persit.  Seluruh Danramil beserta anggota dan ibu-ibu persit sejajaran. Dishub Kecamatan Plaosan.  Ka Kelurahan Plaosan,beserta perangkatnya.  Warga sekitar telaga sarangan  50 orang.

Seluruh anggota sambil jalan sehat mengelilingi telaga sarangan sambil membersihkan sampah yang ada di sepanjang jalan. Dandim beserta jajaran melaksanakan penghijauan.  Anak-Anak beserta ibu-ibu persit melaksanakan berbagai macam perlombaan.

Dandim 0804/Magetan. Letkol Arm Heri Bayu Widiatmoko. Menyampaikan ucapan terimakasih kepada staf kodim dan jajaran dan seluruh koramil, warga telaga sarangan serta seluruh apem sarangan,karena telah mampu berkoordinasi dan bekerjasama. Dan bisa untuk meningkatkan hubungan tali silahturahmi dengan warga kodim,guna bisa meningkat pengunjung di wisata telaga sarangan ini,karena sarangan merupakan ikon kota magetan.dan meningkatkan budaya wisata.

Setelah melaksanakan karya bakti pembersihan telaga sarangan komplek Dandim menana Pohon Pinus dan Palem di Pulau kecil di tenga telaga sarangan, dilanjutkan menana pohon di sekitar wilayah telaga sarangan berbagai macam pohon antara lain pohon pinus,Pohon  palem, mahoni,rambutan dll ditanam pada penghijauan yang diselenggarakan oleh Kodim 0804/Magetan bersama Muspika, Perhutani , Polres Magetan, dan masyarakat di wilayah telaga sarangan komplek.  Acara tersebut dibuka oleh Dandim 0804/Magetan Letkol Arm Heri BW.

Dalam apel pengecekan Personel dan pembagian lokasi penghijauan Pasiops Dim 0804/Magetan Kapten Inf Arid mengajak kepada seluruh anggota Kodim 0804/Magetan untuk melaksanakan kegiatan penghijauan dengan tulus dan Ikhlas. Karena yang kita lakukan banyak sekali manfaatnya di antaranya untuk mengembalikan fungsi daerah resapan air di kawasan ini sehingga mengurangi debit atau limpasan air saat musim hujan agar meresap ke dalam tanah dengan mudah. Upaya ini adalah cara untuk mencegah terjadinya banjir,” ujar Kapten Inf Aris Wibowo.

Dalam keterangannya Dandim 0804/Magetan Letkol Arm Heri Bayu A di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan ini terlaksana atas kerjasama antara pihak kodim dan Dishutpora Kab Magetan.  tujuan dari penghijauan ini adalah selain dalam upaya mengurangi dampak pemanasan secara global juga terdapat manfaat lain yang sangat luar biasa yaitu selain untuk menangkal terjadinya erosi juga untuk mengembalikan keasrian serta ekosistem alami lingkungan juga dapat bermanfaat sebagai cadangan air tanah dikala musim kemarau. Dengan adanya pohon-pohon tumbuhan berbatang keras dapat menyimpan cadangan air tanah. Oleh karenanya saat ini yang memasuki musim penghujan dinilai sangat cocok untuk melakukan program penghijauan.

Adapun yang menjadi sasaran penghijauan Kodim 0804/Magetan dan masyarakat, penghijauan serentak ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian agar kelestarian lingkungan agar senantiasa terjaga  demi kelangsungan ekosistem dan terbukanya hamparan hijau sebagaimana yang dilakukan anggota Kodim 0804/Magetan yang melibatkan sejumlah masyarakat khususnya di Kab Magetan.

Seluruh rangkaian ini secara serentak guna membangun lingkungan hijau, asri dan indah, sebagaimana dikatakan Dandim 0804/Magetan, mengatakan, “Kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan dalam berbagi menjaga agar kelangsungan hidup anak cucu kita kelak yang akan menikmati jerih payah kita hari ini, jika sekarang kita tebang satu pohon minimal 3 sampai 4 pohon hari ini kita tanam, tujuan lain dari kegiatan ini juga sebagai langkah awal pelestarian lingkungan hijau..
  
Sedangkan Pasiops Dim 0804/Magetan Kapten Inf Arif Wibowo menjelaskan upaya penghijauan terus dilakukan oleh Kodim 0804/MAgetan setiap kali musim hujan. Kendati demikian, upaya tersebut tidak dilakukan saat musim kemarau untuk menghindari tanaman menjadi tidak terawat.

“Ini target kami, setiap musim hujan ditanam pohon sebanyak-banyak. Namun saat musim kemarau tiba, kami fokuskan pada perawatan bibit pohon yang sudah ditanam. Sebab jika dipaksakan menanam pohon pada musim kering, tumbuhan justru akan mati,” Ujar Pasiops Dim 0804/Magetan.

Setelah Karya bakti pembersihan lingkungan telaga sarangan dan menanam pohon selesai disediakan panggung hiburan dan sosiodrama, lomba joget ibu-ibu dan bapak-bapak, diakiri demngan pemberian hadia oleh dandim 0804 Magetan. (tsr dim 0804)






Satlantas Polres Madiun Kota Gelar Operasi Rutin

AENEWS9.COM MADIUN – Bertempat di Ringroad Kota Madiun, Satuan Polisi Lalu-Lintas (Satlantas) dari Polsek Manguharjo, Polres Madiun Kota menggelar Operasi Rutin Kepolisian, Kamis (27/4/2017) sore.

Dari pantauan aenews9.com di lokasi, terlihat petugas Satlantas sedang melakukan razia terhadap pengendara motor maupun mobil.

Kanit Lantas Polsek Manguharjo AKP Budianto, S.Sos mengatakan, bahwa Operasi tersebut digelar rutin dan hanya menindak pelanggaran yang mengarah pada kecelakaan Lalu-Lintas saja.

“ Kita hanya mengamankan pelanggaran laka-lantas saja dari pengendara sepeda motor maupun mobil seperti kelengkapan surat-surat serta sabuk pengaman,” tambahnya.

Lanjut Budianto, selain menekan kecelakaan lalu-lintas Operasi ini juga bertujuan untuk menekan terjadinya tindak kejahatan di jalan raya. Karena beberapa waktu lalu telah terjadi tindak kejahatan di jalan raya dengan kerugian ratusan juta rupiah.

Dalam kesempatan ini, Budianto menghimbau kepada para pengguna jalan agar melengkapi administrasi berkendaranya.(DIN)

Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Sambit Tanam Pohon Pisang Di Lubang Jalan


(warga sedang membetulkan pohon pisang yang roboh)

AENEWS9.COM PONOROGO – Karena sering terjadi kecelakaan, warga setempat tanami Pohon Pisang pada lubang yang menganga di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek tepatnya Desa Besuki, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Senin (24/4/2017).

Salah satu warga setempat menuturkan, warga kasihan pada pengendara karena sering jatuh dan terpaksa menanam Pohon Pisang supaya tidak terjadi kecelakaan lagi.

“ Kami akan mengganti dengan pohon yang baru jika seandainya pohon yang lama sudah layu,” kata salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya.

Bahkan pada Senin pagi saat sebelum ditanami Pohon Pisang sudah ada pengendara motor yang oleng karena menerjang lubang jalan tersebut, namun beruntung pengendara tersebut tidak jadi jatuh, tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Poniyem pemilik warung yang dekat dengan lokasi, bahwa dirinya sering sekali menolong orang yang jatuh dari kendaraan yang diakibatkan oleh lubang tersebut.

“ Pas dek kapan kae yo pernah maghrib-maghrib enek wong numpak montor tibo neng ngarep kene sampek mudon soko aspalan goro-gorone nabrak bolongan kui (pas waktu itu pernah maghrib-maghrib ada pengendara motor yang jatuh di depan sini sampai turun dari aspal karena menabrak lubang itu-red),“ kata Poniyem.

Dari hasil pantauan aenews9.com, memang di sepanjang jalur tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dan bisa terjadi kecelakaan khususnya bagi pengendara motor jika tidak berhati-hati. Dan diharapkan kepada pihak terkait untuk segera menindaklanjuti atas keluhan warga tersebut agar tidak menimbulkan korban berikutnya.(KS)

Dalam Rangka Gebyar Dirgantara 2017, Ribuan Pengunjung Padati Lanud Iswahyudi

AENEWS9.COM MAGETAN – Sabtu (22/4/2017) ribuan pengunjung yang terdiri dari pelajar dan masyarakat umum padati Lapangan Udara (Lanud) Iswahyudi guna menyaksikan Gebyar Dirgantara 2017.

Acara yang digelar pada Sabtu pagi ini merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara Iswahyudi. Adapun rangkaian kegiatan tersebut yakni lomba Fotografi kedirgantaraan pada 19 April, lomba Ordirga 21 April, dan lomba mewarnai pada 22 April 2017.

Sedangkan pada puncak acara pada Sabtu 22 April sendiri, TNI AU Iswahyudi menggelar Jalan Santai serta dilanjutkan berbagai kegiatan diantaranya Manuver Pesawat Tempur, Pameran Alutsista, Terjun Payung, Paramotor, Aero Modelling, Pembebasan Sandera, serta Panggung Prajurit.

(Marsma Andyawan MP)
Komandan Lanud Iswahyudi Marsma Andyawan Martono Putra S.IP mengatakan, semua atraksi ini dilaksanakan oleh pesawat-pesawat TNI AU, baik Pesawat Tempur, Pesawat Helikopter dan Pasukan Khas TNI AU. 

Masih kata Andyawan, acara Gebyar Dirgantara terakhir dilaksanakan pada tahun 1996 silam dan pada 2017 kali ini baru diadakan kembali yang di buka untuk masyarakat umum serta pelajar, dan gratis tidak dipungut biaya.

“ Acara Ini untuk masyarakat umum dan pelajar, semuanya masuk sini gratis tidak dipungut biaya sama sekali,” pungkasnya.

Dari pantauan aenews9.com, ribuan pengunjung terlihat menikmati pameran tersebut. Ada diantaranya yang berada di depan panggung yang mendengarkan pembacaan kupon undian jalan santai dan ada juga yang berselfi dengan latar belakang pesawat serta ada yang sekedar duduk-duduk sambil berteduh dibawah pohon.

Selain itu, terlihat juga para pengunjung yang mendekat ketika ada beberapa pesawat tempur sedang mendarat setelah terbang manuver hingga menanti pilotnya turun.

Para pengunjung pun beruntung, ternyata setelah pilot turun, para pilot tersebut malah menyambut pengunjung dengan membagi-bagikan souvenir. Alhasil karena jumlah souvenir yang terbatas, terpaksa pengunjung berebut untuk mendapatkannya.

Tidak hanya itu, sejumlah pengunjung pun memanfaatkan momen spesial tersebut dengan mengajak pilot berfoto selfi.

Hendra salah satu pengunjung mengatakan sangat terhibur dengan adanya Gebyar Dirgantara ini, karena bisa melihat pesawat dalam jarak dekat dan bisa lebih berbaur dengan TNI AU.

“ Biasanya saya hanya bisa melihat pesawat melintas di atas rumah saya Mas, namun kali ini saya benar-benar melihat langsung dan memegang pesawat itu,” kata Hendra kepada aenews9.com.

Dalam acara ini, para pengunjung di ijinkan masuk Lanud Iswahyudi melalui pos timur sedangkan untuk pintu keluar melalui pos tengah.

Sementara itu di sisi luar, tepatnya pinggir jalan raya sebelah barat wilayah Lanud Iswahyudi juga dipadati para pengunjung yang ingin menyaksikan manuver pesawat TNI AU.(DR)

Asuransi Tragedi Grape Tak Kunjung Cair

AENEWS9.COM MADIUN - Peristiwa hanyutnya 6 siswa di Wana Wisata Grape sudah hampir sepekan berlalu, namun asuransi yang di janjikan dari pihak Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Madiun urung terealisasikan.

Seperti dilansir dari berbagai media, pihak KPH Madiun akan memberikan biaya santuan kepada keluarga korban sebesar Rp15.000.000 (Selasa 11/4). Namun hingga korban terakhir (Gandhi-red) di ketemukan belum menemui titik terang.

Padahal uang santunan tersebut akan diambilkan dari anggaran KPH Madiun sehari pasca kejadian tersebut.

Administratur KPH Madiun, Anis Kusnendar mengungkapkan, pihaknya mengakui berniat akan memberikan santunan kepada pihak keluarga korban sebesar Rp15 Juta sehari setelah kejadian tersebut, namun niat itu urung di laksanakan.

“ Pihak kami masih menanti kepastian komitmen dari PT. Amanah Gita selaku pihak yang menggawangi asuransi, karena PT. Amanah Gita belum ada komitmen yang pasti, maka kami belum membayarkan dengan uang kami sendiri," katanya.

Pihaknya telah mengklaimkan asuransi bagi korban nahas di Wana Wisata Grape tersebut, syarat dan ketentuannya pun sudah di penuhi dari besaran Rp500 yang di ambil dari harga tiket masuk untuk setiap pengunjungnya.

" Meski sudah di klaimkan, dan belum terealisasi, serta kapan pencairannya itu mutlak kebijakan dari pihak asuransi, tapi pihak kami sudah mendorong pencairannya,” tegas Anis.

Jika PT. Amanah Gita telah membayarkan klaim asuransi kecelakaan di Wana Wisata Grape, pihak KPH Madiun akan segera meberikannya kepada pihak keluarga korban, selain itu juga pihak KPH madiun akan memberikan santunan biaya pemakaman sebesar Rp2,5 juta kepada keluarga korban.

" Pada prinsipnya kami akan membayarkan asuransi kepada pihak keluarga korban karena itu bagian dari tanggung jawab kami sebagai penyedia lahan wisata, dan para korban telah membayar loket masuk wahana wisata tersebut, " tambahnya.

Selain memberikan asuransi dan uang santunan biaya pemakaman, pihak KPH Madiun juga membayarkan biaya perawatan korban luka-luka yang selamat di Rumah Sakit Paru Dungus.(ng/rdm)

Bahaya Longsor Intai Kepel Madiun

AENEWS9.COM MADIUN - Wilayah Lereng Gunung Wilis berpotensi terjadinya bahaya rawan longsor, hal ini dapat di ketahui dengan jelas adanya retakan tanah. Seperti yang terlihat di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, terlihat adanya retakan tanah di lahan milik Sukini (45) warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, selebar 10-15 cm.

Terlebih bencana longsor sulit untuk di prediksi, setelah adanya temuan retakan tanah di Desa Kepel, baru-baru ini juga terjadi amblesnya tebing di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Beruntung amblesnya tebing di Desa Bodag tidak berdampak pada kawasan pemukiman penduduk, namun mengancam kawasan ladang pertanian yang menjadi matapencaharian penduduk setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun sebelumnya telah menetapkan waspada bencana hanya sampai akhir Maret lalu, kenyataannya curah hujan yang cukup tinggi, terutama pada malam hari menjadikan kawasan lereng wilis masuk
dalam siaga bencana longsor.

Bencana retakan tanah di Desa Kepel setidaknya mengancam satu rumah penduduk dibawahnya.

Kepala BPBD Kabupateen Madiun Edy Hariyanto, mengatakan, "Ternyata curah hujan masih tinggi  sampai sekarang, dan kami sudah sosialisasikan kepada warga terdampak. Terutama saat di guyur hujan di malam hari, segeralah mengungsi ketempat yang lebih aman."

Selain itu, pihak BPBD telah memasang banner peringatan rawan longsor di dua tempat lokasi terkait. Tujuannya agar warga berhati-hati dan bersiaga bila sewaktu-waktu harus mengungsi.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat," paparnya.

Seperti dilansir dari berbagai media, beberapa wilayah desa di Kecamatan Dagangan di wilayah timur yang rawan longsor antara lain, Desa Mendak, Desa Tileng, Desa Padas, Desa Segulung.

Sedangkan desa di Kecamatan Kare sebelah timur, meliputi Desa Bodag, Kepel, Bolo, Cermo dan desa-desa di wilayah Kecamatan dolopo sebelah timur, meliputi Desa Suluk, Dader, Blimbing.

Dengan adanya tanda-tanda yang telah terjadi, masyarakat di minta untuk lebih waspada, agar kejadian di Desa Banaran Ponorogo dan Nganjuk dapat diantisipasi.(SR)
MEDIA GROUP