INFO TERKINI

Ngetrail Bersama Kasrem 081/DSJ Dan Bansos Di Wilayah Kabupaten Ngawi


AENEWS9.COM NGAWI - Bertempat di Wilayah Kabupaten Ngawi dilaksanakan Ngetrail bersama Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Jemz Andre Ratu Edo, S.Sos dan Pemberian Bantuan Sosial kepada warga yang kurang mampu diikuti

Segarnya Usaha Janggelan

AENEWS9.COM MADIUN - Pastinya pernah merasakan kesegaran minum es dawet janggel hitam? Ternyata industri pembuatan janggel yang selama ini kita nikmati berada di Kabupaten Madiun, tepatnya di Rt18/Rw04, Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

HUT Ke XIII Tahun 2017, TAGANA Dinsos Ponorogo Gelar Apel Dan Karya Bakti

AENEWS9.COM PONOROGO - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Taruna Siaga Bencana (Tagana Kadinsos P3A) Kabupaten Ponorogo, menggelar apel peringatan HUT Taruna Siaga Bencana ( TAGANA ) Ke XIII  di Lapangan Ponpes Darul Huda, Mayak, Tonatan, Jln. Juanda, Kelurahaan

Demi Persatuan Umat Islam, FKM Kecamatan Nguntoronadi Gelar Mabit

AENEWS9.COM MAGETAN – Bertempat di Masjid Darussalam, Desa Petungrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Forum Komunikasi Muslim (FKM) Kecamatan Nguntoronadi menggelar Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit), Selasa malam (27/3/2017).

Kegiatan yang diikuti ratusan jamaah ini berjalan dengan khusyu’ dan tawadhu’ dan tampak wajah keimanan di setiap jamaah. Adapun rangkaian kegiatan Mabit ini dimulai pukul 19.00WIB dengan menggelar sholat Isya berjamaah kemudian dilanjutkan dengan tausyiah dan kajian hingga pukul 22.30WIB oleh Ustadz Hanafi pengasuh Pondok Pesantren Al-Wasathiyah. Dan pada sepertiga malam terakhir, jamaah Mabit melaksanakan Qiyamullail berjamaah di lanjut Sholat Subuh berjamaah serta tausyiah Subuh yang di isi oleh Ustadz Sardjo, S.Ag, Ketua Majelis Ulama Iindonesia(MUI) Kecamatan Takeran.

Wawan salah satu jamaah merasa senang dengan diadakannya kegiatan Mabit ini karena bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dan berharap agar kegiatan Mabit ini dilaksanakan sesering mungkin.

Ketua FKM Kecamatan Nguntoronadi Ustadz Alif Sutanto Hadi menuturkan, sebenarnya Mabit ini sudah sering dilaksanakan, adapun Mabit kali ini selain untuk mengoptimalkan progam-program kerja FKM juga sebagai penyambut datangnya bulan Rajab.

“Alhamdulillah selain pengurus FKM, dalam Mabit kali ini juga dihadiri oleh masyarakat sekitar serta para jamaah yang terjalin melalui media sosial, pungkasnya.

Masih kata Alif, kami segenap pengurus FKM mengucapkan terima kasih kepada para jamaah yang dengan ikhlas serta antusias dalam menghadiri kegiatan Mabit ini.

Sementara itu, Ketua Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Kabupaten Magetan, Ustadz Imam Yudhianto, S.Hi mengatakan, sangat mengapresiasi sekali dengan diadakannya kegiatan seperti Mabit kali ini, karena dengan kegiatan tersebut bisa membangkitkan ruhul ikhlas dan ruhul jihadnya serta semangat persatuan bagi muslimin. Pihaknya berharap agar kegiatan Mabit ini juga dilaksanakan di masjid-masjid lain.

Kegiatan yang berlangsung semalam ini diakhiri dengan sarapan bersama antara jamaah dengan pengurus FKM.(dr)

Satpol PP Ngawi Gelar Upacara HUT

AENEWS9 NGAWI – Bertempat di halaman Pendopo Wedya Graha kabupaten Ngawi dilaksanakan kegiatan upacara dalam rangka memperingati HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-67 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-55 serta Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-98  di Kabupaten Ngawi tahun 2017.  Jum’at (17/3/2017)
Upacara Hut kali ini mengambil tema “Peningkatan Peran Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat Dalam Menjaga Kemajemukan Masyarakat di Daerah” Dengan semangat Kebinekaan Satuan Polisi Pamong Praja,  Satuan Perlindungan Masyarakat, Pemadam Kebakaran Hadir  Memelihara Ketentraman dan Ketertiban serta Memberikan Perlindungan Masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Plt. Sekda Kabupaten Ngawi, Drs. M. Sodiq Triwidiyanto, M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Ngawi Masud, SH, MS.i., Kasdim 0805/Ngawi, Mayor Inf Eko Wardoyo, Wakapolres Ngawi Kompol Suhono, SH, M.Hum, Kasi intel Kajari Didik sudarmadi, SH, Pabung Yon Armed 12/K, Kapten Arm Lugiantoro, Camat se Kabupaten Ngawi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Ngawi Masud , SH, MS.i. bertindak sebagai Irup, dalam amanatnya menyampaikan agar Selalu bangga dan menjunjung tinggi kehormatan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Memberikan pelayanan yang cepat dan tepat atas ancaman, gangguan, halangan, dan tantangan terkait ketenteraman dan ketertiban umum yang terjadi “, ungkap Masud.
Lebih lanjud Masud berpesan agar Satpol PP Membuka ruang dialog kepada seluruh lapisan masyarakat atas kebijakan-kebijakan yang hendak diambil dengan tetap memegang teguh peraturan perundang undangan yang berlaku. Menurut Masud Peran dan fungsi satpol PP, Satlimas dan Pemadam Kebakaran tidak dapat dilepaskan dari urasan ketentraman,  ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, karena Bagi Satpol PP dan Satlimas dalam pelaksanaanya tugas membutuhkan masyarakat juga  aparatur yang sangat berkopenten dan paham betul tentang regulasi atau aturan perundangan, karna sangat rentan dengan gesekan atau munculnya konflik kepentingan dalam koridor penegakan peraturan yang ada.
Dalam upacara kali ini peserta upacara terdiri 1 SST dari Kodim 0805/Ngawi, 1 SST dari Polres Ngawi, 1 SST dari Dishub Ngawi, 2 SST Satpol PP, 1 SST Hansip dan 1 SSK Korpri Kabupaten Ngawi

Pemkab Madiun Gelar BST Di Desa Mojopurno

AENEWS9 MADIUNRabu, 15 Maret 2017 Pemerintah Kab. Madiun kembali menyelenggaran kegiatan Bhakti Sosial Terpadu (BST). Pada putaran ke-3 di tahun 2017 ini kegiatan BST diselenggaran di Ds. Mojopurno Kec. Wungu. Turut hadir pada kesempatan ini, Wakil Bupati, Anggota Forkopimda atau yang mewakili, Sekda, Kepala OPD, TP PKK, Dirt. BUMN dan BUMD, Muspika Wungu, Kepala Desa dan Perangkat serta masyarakat Desa Mojopurno.

Berbagai kegiatan dilaksanakan antara lain, olahraga bersama, sarasehan, mengunjungi warga kurang mampu, kerja bhakti perbaikan jalan, pelayanan administrasi, pelayanan kesehatan gratis, pasar murah, Posyandu  dan kegiatan PKK lainnya.

Pada kesempatan sarasehan Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos juga berkenan menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat antara lain, berupa bantuan alat sekolah, tempat ibadah, 50 paket sembako, alat sekolah dan uang saku dari BAS dan kursi roda serta kruk, serta sertifikat tanah masyarakat. Selain itu Bupati Madiun juga berkenan menyetujui berbagai permintaan masyarakat yang diusulkan dalam sarasehan.

Dalam sambutannya Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos antara lain mengatakan, bahwa kegian BST yang dilaksanakan Pemkab. Madiun ini untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menjaring aspirasi masyarakat sekaligus untuk menyampaikan informasi pembangunan dan pemerintahan termasuk bidang pertanian, kesehatan dan juga keamanan.

Di bidang pertanian, saat ini wilayah Kab. Madiun sisi utara sudah panen raya dan akan disusul untuk sektor selatan. Bupati berharap hasil panen dapat bermanfaat. Untuk berikutnya, dalam hadapi musim tanam hendaknya petani dapat memilih jenis benih padi yang sesuai. Ketersediaan pupuk di kios cukup. Dihimbau kios tidak main-main dengan pupuk. Jangan melayani yang bukan kelompoknya, perlu diketahui bawa saat ini petugas kepolisian dan TNI terus memantau peredaran pupuk pertanian. PPL harus aktif kelapangan membantu petanipetani mencari solusi permasalahan petani.

Terkait dengan bidang kesehatan Bupati H. Muhtarom, S.Sos menjelaskan, bahwa pada musim hujan seperti saat ini penyakit yang muncul adalah Demam Berdarah dan Diare. Apabila ada anggota keluarga yang mengalami demam disertai panas tinggi hingga tiga hari, hendaknya segera dibawa ke dokter atau Puskesmas terdekat. Jangan sampai keluarga kita positif terkena DB atau Diare. Sedangkan masyarakat yang tinggal di lereng Wilis dihimbau berhati-hati. Apabila terjadi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang, hendaknya masyarakat segera mencari tempat berlindung yang aman. Jangan sampai ada keluarga kita yang terkena musibah.

Terkait dengan bidang keamanan, Bupati H. Muhtarom mengajak kepada seluruh masyarakat untuk secara bersama sama menciptakan kondisi yang aman dilingkungannya masing-masing. Apabila ada warga baru yang tinggal disekitar kita baik itu tamu atau orang asing harus lapor, jangan sampai kita kecolongan seperti di daerah lain, ada teroris yang tinggal di sekitar kita.

Agus Susanto Kades Mojopurno melaporkan, bahwa dalam 5 tahun terakhir pembangunan di Desa Mojopurno mengalami peningkatan yang luar biasa. Ini berkat bantuan dan perhatian pemerintah daerah maupun pusat. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah partisipasi dari seluruh masyarakat yang dibuktikan dengan pengumpulan swadaya. Hampir setiap pembangunan yang dilaksanakan pasti ada sekitar 25 % nya hasil swadaya masyarakat.

Memeriahkan acara sarasehan masyarakat dihibur dengan penampilan grup campursari, penampilan tari klasik/tradisional dan juga grop lawak H. Zakirun dkk. (mc0803)

bs

Polisi Ponorogo Gerebek Pemain Judi Dadu Di Pekarangan Rumah

AENEWS9 PONOROGO – Penjudi dadu kopyok yang menggelar aksinya di pekarangan rumah di Dukuh Tambong, Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit di gerebek aparat Reskrim Polsek Sambit, Selasa (14/3/2017) sekitar pukul 18.30WIB.

Kapolsek Sambit, AKP Darmana menuturkan, awal mula pihaknya mendapat informasi dari masyarakat tentang aktifitas judi dadu di wilayahnya, dan masyarakat sudah geram terkait perjudian itu.

Berbekal informasi tersebut, kemudian polisi memantau lokasi target dan ternyata benar ada praktek perjudian dadu. Melihat kondisi itu, polisi tidak membuang kesempatan dan langsung melakukan penggerebekan serta penangkapan pelaku.

Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan satu pelaku bernama Sarmun(59) warga Desa setempat yang diduga sebagai bandar judi dadu. Selain itu petugas juga menyita alat judi dadu, lampu penerangan beserta aki, serta uang senilai Rp380.000.

Dari keterangan pelaku kepada polisi, dirinya menggelar perjudian dari pukul 13.00 WIB hingga Maghrib.

Dan untuk keperluan pemeriksaan, saat ini pelaku masih diamankan di Polsek Sambit.(*)

Tahun 2017 Pemkot Madiun Gak Bakal Tertibkan PKL

AENEWS9 MADIUN – Tahun 2017 mungkin tahun kebahagiaan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Kota Madiun, pasalnya Pemerintah Kota Madiun tidak akan menertibkan mereka.

Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengatakan tidak akan menertibkan PKL di Alun-alun Kota Madiun karena pihaknya sadar bahwa PKL adalah bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah.

“Tahun ini Pemkot belum berencana membangun pusat PKL dan kami mengaku memilih jalan persuasif kepada PKL agar menaati peraturan serta tidak melanggarnya,” kata Sugeng.

Sementara itu, kepada wartawan seusai acara Pembinaan PKL, Selasa (14/3/2017) Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Haryono mengatakan ada sejumlah 925 PKL di Kota Madiun yang akan diberi Kartu Tanda Usaha (KTU) yang bertujuan agar mempermudah pengawasan dan pengendalian PKL. 

Gaguk menambahkan, di tahun 2017 tidak akan menertibkan PKL dan bisa dipastikan pemerintah hanya mengawasi dan mengendalikan PKL.

“PKL boleh menempati lokasi usaha yang saat ini ditempati dan tidak akan ditertibkan,” kata Gaguk.
Sedangkan KTU sendiri hanya akan diberikan kepada PKL yang sudah terdata dan untuk PKL yang baru yang tidak memiliki KTU tidak di ijinkan berjualan.

Pihaknya mengakui masih ada PKL yang menempati lokasi yang dilarang pemerintah namun banyak juga yang telah menempati lokasi yang diijinkan.

Kebijakan untuk tidak menertibkan PKL mungkin adalah berita gembira bagi para PKL yang berada di Kota Madiun, untuk itu diharapkan bagi PKL yang sudah memiliki KTU agar bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.(*)


Lakukan Pungli..!! Dua Oknum PNS Madiun Terancam Dipecat

AENEWS9 MADIUN – Dua oknum Pegawai Negeri Sipil Dinas Perhubungan Kota Madiun berinisial BP dan DM terancam di pecat. Pasalnya pada beberapa waktu lalu Tim Sapu Bersih Pungutan Liar menangkap basah kedua oknum tersebut saat melakukan Uji Kir di UPTD Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) setempat.

Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengatakan, jika hasil penyelidikan itu termasuk pelanggaran berat, maka hukumannya juga berat atau pecat.

Masih menurut Sugeng, kedua oknum tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka namun mengenai sanksinya akan di sesuaikan dengan tingkat kesalahan seperti diatur dalam PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rosyidi mengatakan akan menghormati semua proses hukum yang berjalan.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik kepolisian untuk kasus yang menjerat anak buahnya. Sedangkan soal sanksi pemecatan sendiri tergantung tingkat kesalahan serta bagaimana proses hukum yang berjalan.

Sementara itu Kapolres Madiun Kota, AKBP Sonny Mahar mengatakan pihaknya akan terus mendalami kasus dugaan pungli yang melibatkan dua oknum PNS tersebut, dan tidak menutup kemungkinan akan melibatkan pihak lain yang ikut terlibat.

Warga Magetan Digemparkan Penemuan Mayat Di Persawahan

AENEWS9 MAGETAN – Berada di lokasi persawahan tepatnya di Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan telah ditemukan mayat seorang pria bernama Kadeni(50) warga Desa Bogoarum, RT13/RW04, Kecamatan Plaosan, Sabtu (11/3/2017).
Salah satu saksi, Sumarni(40) mengatakan awalnya pada pukul 18.15WIB dia mengetahui sepeda motor milik korban terparkir di depan rumahnya, merasa curiga karena sudah larut malam motor tersebut belum diambil pemiliknya, kemudian Sumarni mengecek ke sawah dekat rumahnya. Dan ternyata benar kecurigaannya, Sumarni menemukan mayat Kadeni (50) sedang tergeletak di area sawah tersebut.

Mengetahui kejadian tersebut, lantas Sumarni berteriak minta tolong ke tetangganya, tidak berselang lama warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan mayat dan setelah itu dari perwakilan warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Magetan.

“Korban setiap hari mencari rumput di dekat rumah saya dan saya dengar Pak Kadeni sebenarnya sedang sakit tapi di paksakan mencari rumput,” kata Sumarni.

Kapolsek Magetan, AKP Agus Suprayitno membenarkan perihal penemuan mayat tersebut dan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban.

“Kita masih melakukan otopsi di Rumah Sakit Dr Sayidiman Magetan dan belum bisa memberikan keterangan terkait kematian korban,” tambahnya.

Sementara itu, saat ditemukan di dekat jenazah terdapat uang sejumlah Rp1.164.000, serta sebilah celurit dan motor Jupiter MX nopol AE3978PS.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Kadeni masih berada di kamar mayat RSUD Dr Sayidiman Magetan.(ags/rb)  

Dua Pengendara Tewas, Setelah Tabrakan Di Pasar Kliwonan Gorang-gareng

AENEWS9 MAGETAN – Kecelakaan yang melibatkan dua pengendara sepeda motor telah terjadi di Jalan Raya Tulung-Genengan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan tepatnya di depan Pasar Hewan Kliwonan, Jum’at(10/3/2017) sekitar pukul 19.15WIB.

Bermula dari Bintang Wahyu Syahputra(16) warga RT 5/Rw 4 Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan yang mengendarai Suzuki Satria tanpa plat nomor melaju dengan kencang beriringan dengan pengendara lain dari arah utara dan saat sampai di lokasi tiba-tiba Nanang(47) warga Desa Sampung, Kecamatan Kawedanan yang memboncengkan anaknya dengan mengendarai Honda Impressa nopol AE5244SK juga dari arah utara hendak belok kanan. Dan saat itulah tabrakan hebat tidak bisa di hindari oleh keduanya.

“Tadi dari arah utara ada dua motor melaju dengan kencang dan setelah sampai di lokasi tiba-tiba ada seorang bapak-bapak hendak belok kanan dan langsung ketabrak,” kata saksi yang enggan menyebutkan namanya.

Akibat dari kejadian ini dua pengendara Bintang Wahyu Syahputra dan Nanang langsung meninggal di tempat sedangkan satu korban lagi yang dibonceng Nanang menderita luka berat.

Setelah di evakuasi, ketiga korban dilarikan ke Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Madiun guna dilakukan visum. Untuk keperluan penyidikan, kecelakan yang menewaskan dua pengendara tersebut kini ditangani oleh Tim Laka-Lantas Polres Magetan. (rb)

Plafon Baru Poliklinik RSUD dr. Sayidiman Magetan Jebol

AENEWS9 MAGETAN – Pasien dan pengunjung Paviliun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Sayidiman Magetan di kejutkan dengan suara yang cukup keras dari salah satu bangunan baru milik RSUD dr.Sayidiman Magetan, Minggu (5/3/2017)pukul 17.30WIB.

Peristiwa ambrolnya plafon rumah sakit milik daerah Minggu petang tidak menimpa pegawai dan pasien yang tengah menjalani perawatan.

Kejadian tersebut banyak disayangkan banyak pihak, apalagi RSUD dr. Sayidiman Magetan baru saja mendapat akreditasi status rumah sakit type C.

Selain itu di kabarkan bahwa anggaran pemeliharaan RSUD ini cukup besar yang bersumber dari dana APBD. Namun manajemen RSUD dr. Sayidiman tidak mampu menggunakan anggaran tersebut guna menunjang fungsionalitas rumah sakit dalam pelayanan masyarakat.

Akibat kondisi jebolnya plafon rumah sakit, membuat pelayanan terganggu dan banyak di keluhkan oleh pegawai rumah sakit lebih-lebih bagi pasien yang sedang menjalani perawatan serta masyarakat yang ingin berobat.

Terlebih lagi, RSUD dr. Sayidiman merupakan satu-satunya rumah sakit daerah yang seharusnya menjadi kebanggaan warga masyarakat Magetan dalam hal bidang pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. Mahatma melalui Kepala Bagian Penunjang  Sarkam mengatakan, pihaknya tengah berusaha menghubungi kontraktor pembangunan gedung baru tersebut, yakni PT. Gemilang Santosa dari Sidoarjo, untuk segera memperbaiki kerusakan plafon milik poliklinik terpadu yang ambrol tersebut. Namun melihat kerusakan yang parah butuh penanganan ekstra teliti dan itu masih masa pemeliharaan.

Ambrolnya Plafon Poliklinik RSUD dr. Sayidiman yang baru selesai di bangun yang menggunakan dana APBD sebesar Rp4.070.000.000, akibat kesalahan konstruksi lantaran talang penahan air hujan tidak bisa menahan debit air hujan, selain itu kesalahan konstruksi yang tidak mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti yang terjadi saat hujan deras di sertai angin kencang pada Minggu (5/3/2017).(tr/zm)


POL PP Magetan Robohkan Papan Reklame di Maospati

AENEWS9.COM MAGETAN - Aparat Satuan Polisi Pamong Praja(satpol PP) Kabupaten Magetan merobohkan papan reklame yang membentang di Jalan Raya Maospati tepatnya di depan SPBU Maospati, Rabu (8/3/2017).

Selain sudah menyalahi aturan juga tentang masalah perijinan yang sudah kadaluwarsa, keberadaan papan iklan raksasa tersebut melanggar Perda No 3 tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Plt Kepala Sat Pol PP Magetan, Agung Lewis dan Damkar Kabupaten Magetan membenarkan jika papan iklan yang berada di Jalan Raya Maospati- Ngawi depan SPBU Maospati telah habis masa ijinnya dan juga telah melanggar Perda.

"Hari ini ada kegiatan perobohan papan reklame yang berada di depan SPBU Maospati, selain masa ijinnya habis keberadaan papan iklan tersebut juga melanggar perda" terangnya Rabu(8/3/2017)
.
Agung Lewis juga mengatakan bahwa selain perobohan papan reklame di depan SPBU Maospati,pihaknya telah melakukan pendataan serta perobohan Papan reklame yang berada di depan Puskesmas Maospati. Selain itu yang masuk daftar perobohan papan reklame raksasa berada di pasar sayur dan depan RSUD dr.Sayidiman.

"Pihak kami telah medata keberadaan papan reklame yang telah melanggar perda,
untuk tahun ini hanya ada anggaran untuk pembongkaran papan reklame yang ada di depan SPBU Maospati dan di depan Puskesmas Maospati, sedangkan sisanya akan di anggarkan pada anggaran tahun depan," imbuhnya.

Pemasangan papan reklame raksasa melanggar perda No 3 Tahun 2014 Tentang
Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Disebutkan dalam pasal 10 ayat 1 huruf (c) yakni setiap jalan umum, orang atau badan dilarang menyebarkan dan memasang reklame dan / atau iklan melintang di jalan.(ags/tr)



MEDIA GROUP