AENEWS9.COM SAJIKAN INFORMASI SEKITAR KITA * AENEWS9.COM SAJIKAN INFORMASI SEKITAR KITA * AENEWS9.COM SAJIKAN INFORMASI SEKITAR KITA *
Home » » Jalan Puntuk Pasar Barang Bekas Di Jantung Kota Madiun

Jalan Puntuk Pasar Barang Bekas Di Jantung Kota Madiun

Posted by aenews9.com on Saturday, February 4, 2017

MADIUN (aenews9.com) - Bagi Masyarakat Kota Madiun dan sekitarnya Jalan Puntuk sudah sangat akrab dan tidak asing terdengar lagi, tempat favorit untuk berburu barang-barang bekas. Berbagai barang banyak di tawarkan dan di jual di sini mulai dari buku-buku bekas, Koran kiloan bekas, Galon air minum, Baju-baju bekas, Peralatan rumah tangga, barang elektronika, Mesin jahit, sampai Tabung gas LPG 3kg pun tersedia.

Pasar yang keberadaannya di tengah jantung kota ini tepat berada di belakang Pasar Besar Madiun Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kotamadya Madiun. Pada awalnya keberadaan Pasar Puntuk itu terkenal dengan pasar buku bekas, lambat laun banyak yang memperjual belikan barang-barang bekas seperti baju bekas, peralatan rumah tangga dan lain-lain hingga menjadi tempat jual beli barang bekas yang ada sampai saat ini di Kota Madiun.

Para pedagang yang berjualan di jalan puntuk ini umumnya bukan warga asli dari jalan tersebut, dan pedagang pun banyak yang menggunakan emper rumah penduduk sebagai display untuk barang dagangannya dengan membayar sewa  Rp75000 / bulan kepada pemilik emper rumah.


Muin Swasana(60) beserta istrinya Titik Juariyah warga asli Jalan Puntuk juga membuka usaha jasa penjahitan dan reparasi tas, usaha yang di tekuni suami-istri ini sudah berjalan hampir 8 tahun.

"Alhamdulillah hasilnya lumayan, dan usaha jasa penjahitan dan reparasi tas di sini baru kami yang ada di puntuk ini", terangnya pada awak media.


Selain reparasi dan penjahitan tas, Muin juga menjual mesin jahit bekas yang masih bisa di gunakan, harga satu mesin bekas bisa terjual sampai Rp350.000 - Rp 550.000 tergantung kondisi dan merek. Pembeli di pasar barang bekas ini tidak hanya dari strata sosial bawah namun banyak juga yang dari sosial atas dan bahkan golongan terpelajar.

Siti(58) salah satu penjual buku-buku bekas di jalan puntuk mengatakan, "biasanya kalau tahun ajaran baru, banyak yang mencari buku diktat untuk sekolah, kalau hari biasa yang rame anak-anak sekolah mencari kliping untuk tugas sekolah, selain itu banyak juga yang mencari Majalah bekas dan Koran bekas kiloan, biasanya di jual kembali".

Selain para pembeli berburu buku-buku bekas, baju-baju bekas di pasar puntuk ini juga menjadi favorit huntingan pemburu barang-barang bekas berkelas.

Maya(18) seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Madiun bersama temannya asyik memilih-milih Jaket di salah satu kios jaket milik bu Nur, "Saya sering hunting jaket di puntuk mas, selain murah pas di kantong modelnya juga tidak ketinggalan, kadang menemukan merek branded, jelasnya.

Keberadaan pasar puntuk ini juga masih dalam satu lingkup pengelolaannya dengan Pasar Besar Madiun, dengan setiap hari ditarik restribusi bagi pedagang yang berjualan di sana.Jika di Surabaya ada TDR (Toko Rombengan Demak) dan di Malang ada COMBORAN, Madiun pun juga punya PUNTUK sebagai destinasi belanja barang bekas berkualitas.(in)


Thanks for reading & sharing aenews9.com

Previous
« Prev Post

1 komentar:

IKLAN LAYANAN MASYARAKAT INI DIPERSEMBAHKAN OLEH AENEWS9.COM

Arsip