INFO TERKINI

Kecamatan Karanganyar Di Tinjau Untuk TMMD 2017

AENEWS9.COM NGAWI - Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0805 Ngawi Mayor Inf Eko Wardoyo bersama Dinas PU Binamarga dan Bappeda Kab. Ngawi meninjau lokasi pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-100 Th 2017 di Kecamatan Karanganyar. Senin, (27/02/17)

Lokasi TMMD yang dijadikan sasaran kegitan TMMD tersebut berada di Ds/Kec. Karanganyar Kab. Ngawi. Direncanakan pembukaan TMMD Ke-100 pada bln September 2017 yang di mulai dengan Pra TMMD serta dilanjutkan dengan pembukaan TMMD Ke-100 kurun waktu selama 30.

Kunjungan yang dilakukan oleh orang nomor dua di jajaran Kodim 0805 Ngawi itu untuk melihat langsung sejauh mana kesiapan yang akan dilaksanakan.
Kegiatan ini akan melibatkan Masyarakat Ds/Kec. Karanganyar. Untuk kegiatan fisik yang akan dilaksanakan diperlukan survei terlebih dahulu.

Dalam kesempatan tersebut Kasdim Mayor Inf Eko Wardoyo didampingi Pasiter Kapten Inf Suryo Margono Dinas PU Binamarga Bpk. Bintang Pamungkas, Bappelidbang Bpk. Yoga, Babinsa Serma Sutari, Kades Karanganyar Bpk Setia Budi, beserta perangkat Ds/Kec Karanganyar Kab. Ngawi.

Kasdim menjelaskan, untuk sasaran Fisik TMMD yang akan dikerjakan diantaranya adalah pengerjaan RTLH, masjid dan pos kamling serta pembangunan jalan alternatif sepanjang 3.500 meter dengan lebar 6 meter yang menghubungkan jalan antara Ds/pKec.Karanganyar Kab. Ngawi Jatim dengan Dsn. Kaliaren Ds. Gempol Kec. Jatidoplang Kab. Blora Jateng.

“Kegiatan ini harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat membuka akses guna percepatan pemerataan pembangunan daerah serta untuk mendorong pertumbuhan perekonomian,” ucap Kasdim.

Kasdim berharap dalam kegiatan nanti semua anggota dan komponen masyarakat yang terlibat memperhatikan faktor keamanan dalam setiap kegiatan. Ini dimaksud agar semua sasaran kegiatan fisik betul-betul tercapai sesuai dengan rencana.

Dia juga menekankan, agar para personel bersama-sama membangkitkan semangat masyarakat, karena pada hakekatnya pembangunan ini adalah untuk kepentingan masyarakat Desa Karanganyar dan Desa Gempol.

Dikatakan, TMMD merupakan bentuk kemanunggalan antara TNI dengan rakyat dalam rangka membangun Desa. Dimana TNI bersama-sama rakyat bekerja sama dalam pengerjaan sasaran pembangunan fisik yang dikerjakan sehingga masyarakat dapat merasakan kebersamaan dengan TNI.(dim05/pen81)


Menyalahi Aturan, Ratusan Koperasi Di Magetan Terancam Di Bubarkan

AENEWS9.COM MAGETAN - Sebanyak 150 koperasi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terancam akan dibubarkan sesuai surat edaran dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dinkop dan UMKM) Pemkab Magetan mencatat ada 846 unit koperasi yang terdaftar di wilayah itu, namun hanya sekitar 500 unit yang aktif.

“Sisanya, sekitar 346 unit koperasi lainnya dianggap tidak aktif karena tidak ada kegiatan rutin seperti rapat keanggotaan tahunan dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Magetan, Venly Tomy Nicholas, kepada wartawan di Magetan, Sabtu (25/2/2017).

Menurut dia, dari sekitar 346 koperasi yang tidak aktif tersebut, sebanyak 150 unit di antaranya terancam dibubarkan.

“Hal itu setelah Dinkop dan UMKM Magetan menerima surat dari Kementerian Koperasi dan UKM yang menyebutkan 150 unit koperasi tersebut sudah tidak aktif lagi dan rawan penyalahgunaan,” kata dia.
Meski telah menerima surat, namun pihaknya tidak langsung membubarkan koperasi yang telah masuk daftar tersebut. Pihaknya saat ini masih melakukan verifikasi lapangan.

Kalau ada komitmen untuk beraktivitas lagi, maka Dinkop setempat siap membina koperasi bersangkutan. Pihaknya memberi waktu hingga enam bulan ke depan untuk melakukan verifikasi lapangan.

Ia menambahkan, tidak hanya 150 unit koperasi di Magetan yang terancam dibubarkan. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, terdapat sekitar 62.000 unit koperasi di seluruh Indonesia yang diduga tidak aktif.

“Sesuai rekomendasi, puluhan ribu koperasi tidak aktif tersebut harus dibubarkan jika tidak juga melakukan perbaikan dan verifikasi di tubuh kepengurusannya,” kata dia.(mp)*

Irup Di SMK Ijo Ngawi Dandim 0805 Ngawi


AENEWS9.COM NGAWIBertempat di SMK PGRI 6 Ngawi Jln Raya Klitik Km. 05 Ngawi, Dandim 0805 Ngawi Letkol Inf M. Triyandono S.I.P bertindak sebagai Irup dalam Upacara Rutin Hari Senin, Dandim juga memberikan Wawasan Kebangsaan (Bela Negara) kepada siswa/siswi SMK PGRI 6 Ngawi yang diikuti sekitar 500 siswa/siswi, Senin (27/02/17).

Dalam sambutannya Dandim 0805 menyampaikan bahwa kegiatan ini diantaranya dalam rangka silahturahmi dan memperkenalakan diri, banyak perkembangan informasi di medsos harapan Dandim para pelajar harus bisa menyeleksi terhadap informasi tersebut, jangan lakukan kenakalan remaja sex bebas/pornografi, terkait narkoba jauhi karena itu adalah musuh negara dan musuh kita semua, tugas anda sebagai pelajar adalah belajar yang baik jangan sampai nyontek.

Disamping itu Dandim juga meminta agar para pelajar supaya menjaga kesehatan, jaga kebersihan dan selalu bersyukur serta beribadah kepada Tuhan YME.

Dandim membuka pintu silaturahmi kepada para siswa/siswi apabila berkenan berkunjung ke Kodim untuk belajar maupun tukar informasi pihak Kodim tidak keberatan. ”pungkas Dandim”

Di sela-sela lain Kepala Sekolah SMK PGRI 6 Drs. Setiyono M.Pd menyampaikan  sangat berterima kasih kepada Dandim telah memberi arahan kepada anak didiknya.(dim05/pen81)

Kerugian Seorang Muslim Yang Meninggalkan Sholat


AENEWS9.COM SESUNGGUHNYA amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.
Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ 
وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

“Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)

Jadi tidak adalah kaum Muslim meninggalkan perintah shalat, apalagi dengan berbagai macam alasan.
Sayangnya, masih banyak kaum Muslim yang tidak mau melaksanakan shalat karena alasan dalam perjalanan. Padahal, Allah telah memberi keringanan (rukhsoh) kepada orang yang dalam perjalanan dengan boleh menjamak atau menjamak qashar.

Jika tak bisa berdiri, seperti kala di dalam kereta atau bus, maka boleh menjamaknya dengan cara duduk tanpa harus memaksakan diri menghadap kiblat sebagaimana kala kita dalam keadaan muqim. Meskipun berusaha untuk menghadap kiblat adalah upaya yang sangat baik.

Artinya, shalat sama sekali tidak boleh ditinggalkan dalam situasi dan kondisi apapun. Bahkan, jika tidak mampu duduk, berbaring pun boleh. Lebih jauh lagi, hanya dengan gerakan mata pun, shalat itu boleh. Asalkan memang benar-benar tidak mampu mendirikannya secara normal.

Dengan kata lain, sebenarnya, sama sekali tidak ada ruang, seorang Muslim meninggalkan shalat. Mau dalam perjalanan, sakit, tidak bisa berdiri, pusing, bahkan lumpuh sekalipun. Shalat tetap wajib. Dan, karena ibadah ini bersifat mutlak, keringanan yang Allah berikan pun sangat-sangat memudahkan kita untuk tetap bisa mendirikannya dengan baik dan benar.

Akan tetapi, masalah shalat, bukan semata terletak pada kondisi fisik. Tetapi jauh dari itu adalah masalah iman. Oleh karena itu, mereka yang berani meninggalkan shalat, sudah bisa dipastikan, mereka tidak takut dengan kerugian yang akan mereka terima. Padahal, kerugian meninggalkan shalat, sangatlah menyengsarakan dunia-akhirat. Karena meninggalkan shalat, termasuk dosa besar.

Dan, Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya “Al-Kaba’ir” (Dosa-dosa Besar) memasukkan orang-orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja sebagai jenis perbuatan dosa besar yang keempat dari tujuh puluh enam macam dosa besar yang membinasakan.

Dimasukkan Kedalam Neraka Saqar

Mereka yang tidak mendirikan shalat, tempatnya nanti adalah Neraka Saqar.

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ

“Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?” Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat.” (QS: Al-Mudatstsir: 42-43).

Bahkan, Rasulullah bersabda, “Perjanjian antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, berarti ia telah kafir.” (HR: Tirmidzi).

Kemudian, Ibn Hazm menegaskan bahwa, Tidak ada setelah kejahatan dosa yang lebih besar daripada dosa meninggalkan shalat sampai waktunya habis dan dosa membunuh seorangmukmin dengan cara yang tidak dibenarkan”

Dikumpulkan dengan Fir’aun

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang tidak memelihara shalat, maka ia tidak akan bercahaya, tidak mempunyai hujjah (alasan) dan tidak akan diselamatkan. Di hari Kiamat kelak, ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Khala.f” (HR. Ahmad).

Dengan demikian, tidak sepatutnya seorang Muslim meringankan apalagi meninggalkan shalat, baik secara tidak sengaja atau sengaja. Karena hal itu tidak akan mendatangkan, melainkan kerugian yang amat besar dalam hidup kita dunia-akhirat.

Imam Adz-Dzahabi menyatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya tergolong pelaku dosa besar. Sedangkan yang meninggalkannya (satu kali saja) sama dengan orang yang berbuat zina dan tindak kriminal pencurian. Meninggalkan seluruh shalat (yang lima waktu) secara total, termasuk dosa besar. Apabila hal tersebut dilakukan berulang kali, maka pelakunya dianggap telah melakukan dosa-dosa besar, kecuali jika orang tersebut bertaubat. Kemudian jika terus-menerus melakukannya, maka ia termasuk orang-orang yang merugi, celaka dan berdosa.” Wallahu a’lam.*

Menurut Adz-Dzahabi orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja masuk perbuatan dosa besar keempat dari 76 macam dosa besar yang membinasakan


Rep: Imam Nawawi
Editor: Cholis Akbar
hidayatullah.com


KPK Sita Aset Bangunan dan Tanah Milik Bambang Irianto

AENEWS9.COM MADIUN – Bangunan dan tanah seluas 2.100 meter persegi milik Walikota Madiun, Bambang Irianto yang berada di Jl. Soekarno-Hatta, Rt 003/Rw001, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, disita Tim Penyidik KPK, Rabu (22/02/2017) siang.

Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 2.100 meter persegi itu nampak kotor dan tidak terawat, hanya ada meja dan kursi saja. Tidak ada perabotan yang lain, Dan bangunan tersebut di tempati dua orang.

Menurut Soiman penjaga rumah tersebut mengatakan tanah dan bangunan yang berada di depan Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Kelurahan Josenan di beli majikannya satu tahun lalu dan diminta untuk menempati sekaligus menjaga bangunan tersebut.

"Saya hanya diminta bapak (BI)untuk menempati dan merawat serta membersihkan, saya tinggal di belakang bangunan, kalo nanti saya di usir sebab bangunan ini di sita ya saya pasrah ujarnya.

Penyitaan sejumlah aset milik Walikota Madiun, Bambang Irianto terus di lakukan oleh KPK. Sebelumnya penyidik KPK juga telah menyita kebun milik Bambang Irianto di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
 
Seperti yang telah di beritakan, Penyidik KPK menetapkan status Walikota Madiun, Bambang Irianto menjadi tersangka dalam korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun dan gratifikasi. Dan kini Bambang Irianto juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Penetapan penambahan tersangka atas dugaan TPPU merupakan hasil pengembangan penyidikan dugaan korupsi terkait pembangunan Pasar Besar Madiun. Dalam Kasus TPPU ini Bambang Irianto di kenai pasal 3 dan pasal 4 UU No.8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pencucian uang.(Mp)

Siswa PSHT Ranting Sampung Kerja Bakti Perbaiki Jalan

AENEWS9.COM PONOROGOBertempat di Dukuh Plebon Desa Carangrejo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo dilaksanakan karya bakti penimbunan jalan Aspal berlubang dan pembersihan parit sepanjang 300 meter yang dilakukan oleh siswa PSHT Ranting Sampung dipimpin langsung Ketua Ranting Sampung Muh Cholil dan diikuti sekitar 265 orang. Minggu(19/2/17).

Turut dalam kegiatan karya bakti tersebut Danramil 0802/08 Sampung yang diwakili oleh Babinsa Desa Carangrejo Serka Darmaji dan Sertu Pamuji Santoso, Kapolsek Sampung yang diwakili oleh Kanit Bimas Aiptu Parno dan Babinkamtibmas Desa Carangrejo Kecamatan Sampung Bripka Setyo, Ba Unit Inteldim 0802/Ponorogo Serma Sumarno, Kades dan Perangkat Desa Carangrejo Kecamatan Sampung, Ketua Ranting dan Ketua Rayon Kecamatan Sampung dan Warga masyarakat sekitar Dukuh Plebon Desa Carangrejo Kecamatan Sampung.

Disela-sela kegiatan saat ditemui, Ketua Ranting Sampung Moh. Cholil mengatakan untuk melatih anak didiknya mengerti akan arti gotong-royong serta bisa mencintai dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya, selain belajar ulah kanuragan.

Sedangkan Babinsa Desa Carangrejo Serka Darmaji menyampaikan sangat bangga dan mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan oleh generasi muda serta akan selalu memberi semangat agar tetap ikhlas dalam menjalankan setiap pekerjaan.(Oen/pen81)








2 Pemuda Unggah Foto Syuuur Istri Kades

AENEWS9.COM PONOROGO - Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo, berhasil membekuk 2 pemuda yang mengunggah foto syuur istri salah satu Kepala Desa di Ponorogo, melalui media sosial disertai dengan pemerasan.

Kedua Pelaku dalam aksinya meminta uang sebesar Rp100 Juta setelah mengunggah foto Istri Kepala Desa tanpa busana itu, supaya foto-foto yang lainnya tidak disebarkan di dunia maya.

Kedua Pelaku Rian (22) dan Kurnia (19) adalah warga Desa Margaluyu, Kecamatan Manojaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Foto Syuur yang di unggah 2 pemuda itu milik SW(34) warga Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Foto di unggah menggunakan akun Facebook.

AKP Sudarmanto, Kasubag Humas Polres Ponorogo mengatakan, "Foto tanpa busana korban di ketahui oleh tetangganya melalui akun Facebook sekitar pukul 05.00 wib ( 9/2/2017) dan memberitahu korban beserta suaminya Y.

Salah satu pelaku menelpon suami korban dan meminta tebusan Rp100Juta. Jika tidak di berikan foto syuur istrinya yang lain akan di unggah dan disebar melalui facebook.

Jadi modus operandinya kedua pelaku yaitu mengancam korban kalau tidak membayar tebusan dengan menyebarkan foto bugil korban lainnya kata dia.

Pada hari Jumat (10/2/2017) sekitar pukul 19.30 Wib, korban mentransfer uang kepada pelaku sejumlah Rp1juta melalui ATM bank BRI Ponorogo. Setelah itu, korban di dampingi suaminya melaporkan ke polisi.

Atas laporan korban, Satuan Reskrim Polres Ponorogo melakukan penyelidikan, dan diketahui bahwa pelaku Rian saat mengambil uang di ATM di Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo. Sedangkan pelaku lainnya di tangkap beberapa hari kemudian .

Sudarmanto menyampaikan, selain kerugian material Rp1 juta korban juga menderita kerugian psikis, " Korban merasa malu, karena yang di unggah adalah foto-foto pribadinya," jelasnya.(mur)

Muscab Bersama PAN Kabupaten Madiun Ke-4


AENEWS9.COM MADIUN - Usai di lantik oleh DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur (23/01/2017), DPD PAN Kabupaten Madiun menggelar Musyawarah Cabang (muscab) ke- 4 DPC PAN se-Kabupaten Madiun, Minggu (19/02/2017) pagi. Acara itu berjalan dengan lancar dan sukses yang diadakan di kediaman Ketua PAN Kabupaten Madiun, Marjanto S.Pd. Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu , Kabupaten Madiun.

Kegiatan Muscab ke 4 DPC PAN Kabupaten Madiun ini sendiri di ikuti oleh seluruh pengurus 15 DPC PAN se-Kabupaten Madiun, dan di buka oleh Ketua DPD PAN Kabupaten Madiun, MARJANTO S.Pd.

Marjanto S.Pd
Dalam sambutannya, pria yang juga mantan Kepala Desa ini memberikan arahan untuk seluruh peserta Muscab yang agar pelaksanaan Muscab ini berjalan sukses dan lancar sesuai dengan tujuan kita untuk bersama-sama membesarkan PAN di Kabupaten Madiun.

"Saudara-saudaraku, arena Muscab ini akan di laksanakan secara musyawarah mufakat. Ini adalah sistem yang partai kita gunakan dalam menjalankan roda organisasi. Semua Kader akan kita rangkul, dan tidak ada yang kita abaikan. Masih banyak PR yang harus kita selesaikan, maka kita bersama-sama rapatkan barisan untuk mebesarkan partai ini, ucap Marjanto S.Pd. Ketua PAN Kabupaten Madiun saat menyampaikan sambutannya.

Marjanto juga berharap agar seluruh DPW, DPC dan semua tokoh maupun kader PAN untuk kompak, rukun, guyub untuk mensukseskan Pilkada, Pileg, Pilpres pada 2019 mendatang dan setelah Muscab ini pihaknya akan turun kebawah dor to dor menampung aspirasi masyarakat yang kemudian dijadikan agenda pengurus DPC Kabupaten Madiun.
 
Sementara itu, pelaksanaan Muscab ke-4 DPC PAN se-Kabupaten Madiun di pandu oleh Sekretaris DPD PAN Kabupaten Madiun, Sunartono.

Sunartono
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Mbah Nar menjelaskan tantangan politik kedepan akan lebih berat lagi, dan PAN Kabupaten Madiun harus bekerja keras lagi agar bisa mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten. Dan berharap, bahwa para pengurus DPC PAN se-Kabupaten Madiun terpilih harus segera menyelesaikan susunan pengurus paling lama dua minggu dari sekarang. Pasalnya, untuk langkah selanjutnya akan berkonsentrasi pada Musyawarah Ranting (musran) DPRt Se-Kabupaten Madiun.

Di lain pihak, pelaksanaan Muscab PAN bersama telah di laksanakan per Dapil, yaitu pada tanggal (5/02/2017) Kecamatan Jiwan, Kecamatan Sawahan, Kecamatan Madiun. Tanggal (12/02/2017) Kecamatan Balerejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kecamatan Mejayan, Kecamatan Saradan, Kecamatan Wonoasri, dan Kecamatan Gemarang. Tanggal (19/02/2017) Kecamatan Geger, Kecamatan Dagangan, Kecamatan Dolopo, Kecamatan Kebonsari, Kecamatan Wungu, dan Kecamatan Kare.(adv/in/dr)




Hendak Menyeberang Jalan, Seorang Nenek Di Madiun Tersambar Sepeda Motor

AENEWS9.COM MADIUN – Kecelakaan telah terjadi di Jalan Mayjen Sungkono Kota Madiun antara sepeda motor nopol AE4778LA yang dikemudikan Findyara Vrisma Issabella(16) seorang pelajar warga Desa Banget RT03/02, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi dengan penyeberang jalan Sukesi(57) seorang nenek warga Jalan Cendrawasih, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu(22/2/2017) sekitar pukul 06.40WIB.

Menurut saksi yang enggan disebutkan namanya, kecelakaan ini terjadi bermula dari Sukesi yang hendak menyeberang jalan dari sisi utara jalan menuju ke selatan, namun Sukesi ragu untuk menyeberang dan terlihat langkahnya maju mundur dan saat itu juga dari arah barat datanglah Findyara Vrisma Issabella dengan mengendarai sepeda motor hingga menabrak Sukesi.

“ Nenek tadi saat mau menyeberang terlihat ragu dan maju mundur, terus tiba-tiba ada motor dari arah barat dan langsung ketabrak,” kata saksi.

Akibat dari peristiwa ini tidak ada kerugaian material namun kedua korban baik pengendara motor maupun penyeberang jalan mengalami luka cukup serius hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit DR. Soedono Kota Madiun. Dan untuk penyidikan, kecelakaan tersebut kini ditangani Unit Laka-Lantas Polres Madiun Kota.
MEDIA GROUP