INFO TERKINI

Sah,57Kades di Kabupaten Madiun Resmi Dilantik

AENEWS9.COM, Madiun- Sebamyak 57 Kepala Desa hasil Pilkades serentak 2019 Kabupaten Madiun resmi dilantik oleh Bupati Madiun H.Ahmad Dawami Ragil Saputra di Pendopo Graha Muda Puspem Kabupaten Madiun,Jumat(6/11/2019)

Para Kepala Desa yang dilantik, merupakan yang telah terpilih dari beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun dalam Pilkades serentak yang di helat pada 16 Oktober 2019 yang lalu .

Dalam sambutannya Bupati Madiun,Ahmad Dawami akrab di sapa Kaji Mbing  mengatakan, para kepala desa yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik dalam menjalankan tugasnya serta mempunyai tugas menyatukan kembali masyarakat yang terbelah saat Pilkades  .

“Kepala desa terpilih tugasnya harus menyadarkan kembali masyarakat di desanya masing-masing yang kemarin sempat terbelah karena beda pilihan, semua kepala desa memiliki tugas dan tanggung jawab kepada seluruh warga di desanya masing-masing, “kata Bupati Madiun.

Bupati Madiun,Ahmad Dawami juga mengungkapkan, dalam konsep pemerintahan, kepala desa harus bisa menjalankan roda pembangunan di desanya, yang dilakukan dengan membuat masyarakatnya aktif dan pemerintahan desanya responsif selain itu tugas pokok kepala desa juga harus mampu mengentaskan jumlah kemiskinan di desanya, meningkatkan  kesehatan dan pendidikan di tingkat desa. Dengan demikian, masyarakat desa akan menjadi sejahtera.

“Warga masyarakat harus diajak aktif dalam kerukunan. Sehingga nanti akan tercipta gotong royong dan punya rasa memiliki terhadap desanya,melalui pemberdayaan masyarakat sehingga pendapatan Asli Desa  bisa meningkat dan masyarakat akan sejahtera  , “jelas Bupati Madiun Ahmad Dawami,(Bn/red)


Kodim-Bangkesbangpol Pacitan Gembleng 120 Peserta Kegiatan Bela Negara

AEnews9.com, Pacitan – Komando Distrik Militer (Kodim) 0801/Pacitan bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pacitan melaksanakan kegiatan pembentukan kader bela Negara pada Kamis (5/12/2019) di aula Kodim 0801/Pacitan, Jalan Letjend Suprapto No 42 Pacitan.

Komandan Kodim (Dandim) 0801/Pacitan Letkol Nuri Wahyudi mengatakan kekuatan sebuah negara negara tak hanya alat utama sistem senjata (alutsista) semata, tetapi juga masing-masing manusianya harus di tumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta terhadap negara Indonesia.

Menurut Letkol Nuri Wahyudi  program pembentukan kader bela negara merupakan gagasan pemerintah untuk mempersiapkan rakyat menghadapi dua bentuk ancaman.
“Yakni ancaman militer dan nonmiliter oleh karena itu Kodim 0801/Pacitan siap mendukung program tersebut,”kata Dandim yang belum lama menjabat di Pacitan ini.

Sementara, Kabid Integrasi Bangsa Bakesbangpol Pacitan Sugito mengatakan saat ini memasuki era modern serta perang modern yang harus benar-benar mengerti dan pelajari bersama.
“Agar tidak terpengaruh terhadap dampak negatif global seperti adu domba, provokasi propaganda, cuci otak dan sebagainya yang bisa menghancurkan bangsa indonesia,
Sehingga, dia mengatakan dengan kegiatan kader bela negara ini diharapkan menanamkan rasa cinta tanah air. 

“Oleh karena itu dengan adanya kegiatan ini di harapkan bisa menanamkan jiwa cinta tanah air dan terbentuk jiwa Nasionalisme dan Patriotisme,”jelasnya.

Pelatihan kader bela negara  diikuti oleh 120 orang peserta perwakilan seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Pacitan. Hadir juga Dandim 0801/Pacitan Letkol Inf Nuri Wahyudi, Kepala Bakesbangpol Pacitan Tri Mujiharto dan Kabid Integrasi Bangsa Bakesbangpol Pacitan Sugito.(marji)

Tak Puas Atas Kinerja Pemerintah Kelurahan,Warga Kebonagung Serahkan Mosi Tidak Percaya


AEnews9.com,Magetan -Tak puas atas kinerja Pemerintah Kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Magetan beserta sejumlah perwakilan warga mendatangi Kantor Kelurahan Kebonagung, yang berada di Jl. Sumatera No. 09 Magetan, Kamis (5/12/2019)

Maksud kedatangan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
beserta perwakilan warga  tersebut bukan tanpa sebab melainkan untuk menyerahkan Mosi Tidak Percaya kepada Sukarna selaku Kepala Kelurahan Kebonagung.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 118 warga dari 3 RW pun turut mendukung aksi ini dengan cara menandatangani berkas Mosi Tidak Percaya.
Tidak lepas itu saja, stempel Lembaga Kemasyrakatan Kelurahan (LKK) se-Kelurahan Kebonagung juga turut diserahkan dalam aksi ini.

Ketua LPM Kelurahan Kebonagung, Rudi Setyawan mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena timbulnya berbagai masalah diantaranya seperti yang dituangkan pada Mosi Tidak Percaya.
Menurutnya, hal itu bisa menjadi penghambat kemajuan Kelurahan Kebonagung.

"  Masyarakat Kebonagung sangat dirugikan dengan egoisnya perangkat serta Kepala Kelurahan," ujar Rudi Setyawan.

Rudi menjelaskan, aksi warga tersebut merupakan satu-satunya jalan yang sudah sesuai prosedur.

" Kami berharap Bupati Magetan bisa mengambil kebijakan demi mendengar aspirasi masyarakat Kebonagung," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Kebonagung, Sukarna mengatakan, tidak tahu menahu maksud dari aksi warganya tersebut selain hanya menyerahkan Mosi Tidak Percaya dan juga stempel LKK. " Menyerahkan stempel RT/RW, selain itu maksudnya saya gak tahu," ungkap Sukarna.(red)

Aksara Jawa Alfabet Yang Unik

Aksara Jawa Alfabet Yang Unik

Penulis : Yayuk Suprihayanti, S.Pd.
(Fakultas Bahasa dan Seni Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan PGRI Kediri)


Aksara Jawa merupakan alfabet paling unik di dunia, aksara Jawa mempunyai dua puluh (20) jenis huruf dan mempunyai dua puluh (20) sandangan.
Kebetulan atau memang disengaja, ke empat deretan aksara Jawa memiliki filosofi yang sangat dalam.

Melambangkan perjalanan hidup manusia.
Jika dibaca : Hana Caraka akan bermakna, ada utusan.
Siapa yang dimaksud dengan utusan tersebut?
Ya, tidak lain utusan itu adalah manusia.
Berbeda dengan pendapat umum, bahwa utusan Tuhan hanya terbatas para Rasul saja, bagi orang Jawa setiap manusia adalah utusan Tuhan.
Setiap manusia berkewajiban “hamemayu hayuning bawana” menjaga kelestarian alam, memakmurkan bumi, menciptakan kedamaian & keselamatan di alam dunia.

Da-ta-sa-wa-la
Jika dibaca, Dat-a-suwala akan bermakna ”Dzat yang tidak boleh dibantah”
Siapa yang dimaksud ? Ya, tidak lain adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Tuhan adalah, Dzat yang tidak boleh dibantah oleh manusia yang menjadi utusan-Nya.
Sehebat apa pun manusia di bumi ini, tidak ada yang akan mampu menandingi kekuasaan Tuhan.
Sekali lagi, manusia hanya bersifat sebagai utusan, bukan penguasa.
Oleh karena itu wajib untuk tunduk terhadap aturan yang sudah ditetapkan oleh Sang Pengutus, yang sering disebut dengan istilah ”kodrat/hukum karma”.
Pa-dha-ja-ya-nya
Jika dibaca, Padha Jayané akan bermakna ”sama2 unggulnya”
Siapa yang sama – sama unggul ?
Yaitu, jasmani dan rohani.
Dalam menjalankan perannya sebagai utusan Tuhan, manusia wajib menjaga keseimbangan antara urusan jasmani dan rohani.
Seorang manusia tidak dibenarkan berkarya tanpa dilandasi niat ibadah, karena bekerja tanpa ada niat ibadah hanya akan melahirkan keserakahan, yang membuatnya keluar dari tujuan hidup yang sebenarnya. Dan pastinya akan menyengsarakan utusan – utusan yang lain.
Sebaliknya, manusia juga tidak dibenarkan melakukan sembahyang saja, tanpa disertai bekerja.
Orang yang melakukan sembahyang tanpa kerja, sesungguhnya termasuk golongan – golongan orang egois.
Dia hanya mementingkan diri sendiri, dengan harapan ingin masuk surga tetapi tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, termasuk keberadaan tubuhnya.
Seorang manusia sempurna (insan kamil) adalah, dia yang bisa bekerja dengan dilandasi semangat ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Yang lebih menarik, orang Jawa dalam beribadah tidak mengharapkan pahala, karena semboyan hidup mereka adalah “Narima Ing Pandum”
Menerima pemberian-Nya, sekali lagi, “menerima” bukan ”mengharapkan”.

Ma-ga-ba-tha-nga.
Merupakan singkatan dari Sukma-Raga-Bathang, yang bermakna, “Ruh, Tubuh, Bangkai”.
Maksudnya adalah, kalimat ini merupakan akhir dari perjalanan manusia sebagai khalifah Tuhan di bumi.
Jika roh meninggalkan tubuh, maka yang tersisa hanya tinggal bangkai nya saja.
Dalam keadaan ini, manusia sudah tidak lagi disebut manusia, karena eksistensinya telah berakhir.
Kalimat terakhir ini mengingatkan manusia, agar tidak terlalu membanggakan diri atas apa yang telah diraih. Krena jika Sang Roh pergi meninggalkan tubuhnya, maka yang tersisa hanya tinggal bangkai saja. Dan apa yang di raih semasa hidupnya akan menjadi perebutan.
Kalimat ini mengingatkan manusia, bahwa tubuh hanyalah kendaraan bagi Sang Roh dalam menjalankan perannya sebagai utusan Tuhan.
Tanpa roh, raga hanya lah bangkai yang tidak berarti.(*)

Ingin Makan Daging Kuda? Kunjungilah Festival Berkuda Turatea di Jeneponto

KOPI, AEnews9.com - Kodim 1425/Jp akan menggelar Festival Berkuda Turatea dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD atau biasa dikenal dengan Hari Lahirnya Korps Infanteri. pada event yang akan digelar selama 3 hari mulai tanggal 20 s/d 23 Desember 2019 bertempat di Pantai Karsut, Jeneponto ini, ada sajian khusus kuliner daging kuda.

Hal tersebut diungkapkan Komandan Kodim 1425/Jeneponto, Letkol (Inf) Irfan Amir kepada pewarta media ini melalui saluran WhatsApp-nya, 1 Desember 2019. “Kegiatan ini sekaligus juga untuk mengekplorasi kearifan lokal Butta Turatea Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, baik dalam hal pacuan kuda maupun sisi kuliner daging kudanya,” ujar Irfan.

Adapun mata kegiatan yang akan digelar yakni:

1. Tanggal 20 Desember 2019 akan digelar karnaval berkuda dengan menampilkan kuda-kuada yang ditunggangi dengan menggunakan pakaian adat dan pakaian pejuang yang menggambarkan budaya Jeneponto dan Hari Juang TNI AD (Hari Infanteri).

2. Festival kuliner dengan menu utama olahan daging kuda yang akan dilaksanakan pada esok hari, 21 Desember 2019 dengan menampilkan masakan yang menggunakan olahan daging kuda seperti Ganja (Gantala Jarang) dan olahan daging kuda lainnya yang sudah familiar seperti coto dan konro. Dalam hal ini juga akan ditampilkan olahan daging kuda lainnya yakni abon daging kuda, dendeng daging kuda, dan rendang dari daging kuda.

3. Pacuan Kuda dilaksanakan [ada tanggal 22 Desember 2019 yang merupakan budaya masyarakat Jeneponto dari jaman dahulu.

Melalui kegiatan festival berkuda ini, Kodim dan jajaran panitia ingin ikut mewarnai dan memperkenalkan budaya Jeneponto di tingkat nasional, bahkan di level dunia. Sebagaimana diketahui bersama bahwa satu-satunya daerah pemakan kuda termasif (terbanyak) di dunia adalah masyarakat Kabupaten Jeneponto.

“Kita boleh cari di belahan dunia mana yang masyarakatnya bisa menandingi warga Jeneponto dalam hal mengkomsumsi daging kuda,” kata Letkol Inf Irfan Amir sambil tertawa kecil.

Dari informasi yang diperoleh selama ini, bahwa masyarakat Jeneponto dalam sehari dapat mengkomsumsi kurang lebih 20 ekor kuda/hari yang dimulai dari komsumsi orang per orang secara individu sampai dengan sajian di warung-warung makan yang menyajikan olahan daging kuda. Para pelancong yang datang ke Jeneponto dapat melihat bagaimana olahan daging kuda itu dibuat di Jeneponto. Mulai dari daerah perbatasan Kabupaten Jeneponto -Takalar sampai ke perbatasan Kabupaten Jeneponto - Bantaeng, sebagian besar dari warung makan yang ada menyajikan olahan daging kuda. Wujud kulinernya bermacam ragam, seperti dibuat dalam bentuk coto, konro, dan abon.

“Secara matematis, apabila masyarakat Jeneponto mengkomsumsi kurang lebih 20 ekor kuda per hari, maka perbulannya masyarakat di sini membutuhkan kurang lebih 600 ekor untuk dikomsumsi. Pertahun dapat mencapai 7.200 ekor kuda,” jelas Irfan sambil tersenyum.

Berdasarkan fakta tersebut, masyarakat Jeneponto mengklaim bahwa mereka merupakan masyarakat termasif (terbanyak) di dunia dalam hal mengkomsumsi daging kuda. “Silahkan lembaga Muri atau Guinness Book of Word Record mencari dan mensurvei tempat di belahan bumi mana terdapat masyarakatnya yang sama dengan masyarakat Jeneponto dalam hal mengkomsumsi kuda,” tantang Irfan yang dikenal suka humor ini.

Selain itu, lanjut perwira dari Satuan Kopassus itu, pada Festival Berkuda Turatea kali ini, pihaknya bermaksud membuka ruang ekspolorasi kearifan lokal Butta Turatea dari sisi budaya, olah raga dan pariwisata. “Tiga hal inilah yang melandasi digelarnya event Festival Berkuda Turatea. Saya mengajak kita semua, mari kita bawa Jeneponto mendunia melalui event ini. Saya juga berharap, event ini dapat menjadi agenda kegiatan tahunan Pemerintah Daerah Jeneponto, Sulawesi Selatan, bahkan agenda nasional,” tutup Irfan amir. (IRA/Red).

Usai Penyuluhan Narkoba, Para Anggota Kodim Tulungagung Ikuti Tes Urine

AEnews9.com,Tulungagung – Kepala Staf Kodim 0807/Tulungagung Mayor Inf Moh Samsul Hadi, S.Ag membuka secara langsung pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Triwulan IV Tahun 2019 yang dilaksanakan di Aula Pandu Sakti Kodim Tulungagung Jalan Jaksa Agung Suprapto No 17 Kelurahan Kampungdalem Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Senin (02/12/2019).

Pelaksanaan sosialisasi ini merupakan salah satu metode pembelajaran bagi aparatur negara tentang bahaya narkoba dimana setiap aparat harus turut melakukan kegiatan pemberantasan sesuai dengan tugasnya masing masing. Bagi TNI, pemberantasan narkoba menjadi keharusan karena terkait keamanan akibat efek dari penyalahgunaan narkoba.

Dalam membacakan sambutan Dandim, Kasdim Tulungagung menyebutkan bahwa Tentara Nasional Indonesia khususnya para aparat komando kewilayahan selalu ikut aktif dan jangan bosan dalam hal Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) karena hal tersebut merupakan permasalahan yang menjadi tanggungjawab para Babinsa di wilayah binaan. Sinergitas dengan berbagai elemen yang ada di wilayah binaan perlu terus digalakkan agar dapat menyelesaikan permasalahan narkoba yang ada di wilayah.
“Terus berikan himbauan kepada warga binaan untuk menghindari Narkoba, lebih khusus lagi jangan sampai narkoba menyangkut anggota Kodim Tulungagung.” ungkap Kasdim.


Pada kesempatan yang baik tersebut, Kepala BNNK Tulungagung AKBP Sudirman M.Sc memberikan sosialisasi tentang bahaya peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Tulungagung kepada para Babinsa yang hadir. Ia menjelaskan betapa pentingnya pemahaman tentang informasi berkaitan dengan Narkoba untuk para petugas dan keluarga agar mampu mencegah dan mengatasi penyalahgunaan Narkoba. Para peserta diberikan penjelasan tentang narkoba jenis baru yang beredar agar mampu mengenali peredarannya di masyarakat sehingga dapat dengan cepat mengambil langkah-langkah pencegahan peredaran.
“Kita harus terus waspada dengan mengantisipasi mulai dari lingkungan keluarga dan kenali tanda-tanda penyalahgunaan Narkoba agar kita mampu mencegah dan mengatasi penyalahgunaan Narkoba.” ungkap Kepala BNNK Tulungagung.

Para Babinsa yang hadir juga ikut melaksanakan pemeriksaan urine (air seni) seusai mengikuti penyuluhan tentang narkoba secara bergantian. Hasil kegiatan pemeriksaan urine tersebut digunakan sebagai barometer keterlibatan penggunaan narkoba.(w@h/hrm)

DPC PPWI Kota Surabaya Resmi Dilantik Ketua Umum PPWI Pusat

KOPI, AEnews9.com-Surabaya - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPWI Kota Surabaya di Hotel Grand Surabaya, Jl. Pemuda, Surabaya, Sabtu (30/11/209).

Prosesi pelantikan yang dimulai pada jam 11:30 Wib itu, selain dihadiri Ketua Umum PPWI, juga hadir Perwakilan Polrestabes  Surabaya Ipda MK Umam, Penasehat PPWI Nasional Bunda Ida Suhardja dari Blitar, Ketua Yayasan Difable Surabaya Bunda Nina, dan Ketua DPC PPWI Magetan. Koordinator PPWI  Keresidenan Madiun, Iswayudi bersama rekan insan pers dari puluhan media di Surabaya dan sekitarnya juga terlihat hadir di acara ini.

Peresmian dan pengukuhan pengurus PPWI Kota Surabaya dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Wilson Lalengke yang disaksikan seluruh peserta yang hadir. Sebelum prosesi pelantikan, didahului dengan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba oleh Brigjenpol Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM dari BNN Pusat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PPWI menyebutkan bahwa hadirnya PPWI di Kota Surabaya bukan untuk ajang persaingan antar oraganisasi wartawan, namun kita ingin bersinergi dengan berbagai organisasi agar dapat memberi warna baru di dunia pewarta tanah air, khususnya di Kota Surabaya.

"Kita berharap pengurus PPWI yang baru dilantik dapat bekerja sama dengan lintas organisasi yang ada di Kota Surabaya dalam membangun masyarakat dan memperjuangkan kemerdekaan pers seperti yang diamanahkan dalam Undang-Undang nomor 40 tahun 1999," tutur Wilson.

Wilson berharap agar pengurus PPWI Kota Surabaya  mampu menjadi pilar terdepan dalam melawan hoax dan radikalisme. Artinya, setiap pewarta yang bernaung dalam organisasi PPWI harus mampu menyajikan berita produk jurnalistik, akurat dan berimbang. Setiap informasi yang disampaikan melalui media haruslah merupakan sebuah realitas, faktual, bukan berita bohong atau hoax.

"Setiap insan pewarta harus mampu memberikan informasi yang sebenarnya dan akurat, harus menjadi pilar untuk mencerdaskan publik, bukan pewarta yang memecah-belah antar masyarakat, suku atau ras," sebut Wilson.

Ia menambahkan bahwa para pewarta harus menjadi pilar yang mampu mengakomodir setiap informasi dan mengemasnya menjadi satu berita berdasarkan fakta yang dihimpun, agar seluruh berita yang disajikan dapat bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat.

Sebelum mengakhiri  sambutannya, Ketua Umun PPWI Wilson Lalengke menitipkan pesan kepada seluruh pengurus dan anggota agar senantiasa mengedepankan etika dalam mencari berbagai informasi, melakukan peliputan, dan ketika mengemas informasi menjadi satu berita, tanpa memihak dan berpihak. "Para pewarta diharap benar-benar menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah-tengah Masyarakat," pungkas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu. (SAT/Red)

Susul Depok dan Lhokseumawe, DPC PPWI Surabaya Dideklarasikan Sabtu Besok


AEnews9.com,Surabaya – Setelah peresmian dan pelantikan Pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kota Depok (23 Oktober) dan Kota Lhokseumawe (23 November) lalu, DPC PPWI Kota Surabaya siap dideklarasikan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPC PPWI Surabaya, Budi Santoso, SH, kepada pewarta media ini melalui saluran WhatsApp-nya, Jumat (29 November 2019).

“Sesuai jadwal, peresmian dan pelantikan DPC PPWI Kota Surabaya akan dilaksanakan esok, Sabtu, 30 November 2019, bertempat di Ballroom Hotel Grand Surabaya, Jl. Pemuda No. 21 Surabaya,” jelas Mas Budi, sapaan akrabnya.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, acara pelantikan pengurus PPWI Surabaya akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, dan Brigjenpol Dr. Victor Pudjiadi dari BNN Pusat. Acara akan diawali upacara pelantikan pengurus, disusul dengan kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba bagi warga masyarakat Surabaya.

Dari undangan yang disebar, terlihat ditujukan kepada para pejabat di lingkungan pemerintahan Kota Surabaya, kalangan jurnalis, LSM, dan Humas Kepolisian di lingkungan Polda Jawa Timur. “Kami undang berbagai elemen masyarakat dan Pemerintahan Daerah Surabaya, mohon doanya semoga acara dapat berlangsung lancar sesuai rencana,” tutup Budi penuh harap. (APL/Red)

https://pewarta-indonesia.com/2019/11/susul-depok-dan-lhokseumawe-dpc-ppwi-surabaya-dideklarasikan-sabtu-besok/
MEDIA GROUP