INFO TERKINI

Pembangunan Kawasan LIK 2 Magetan Terancam Gagal

Magetan(Aenews9.com)- Rencana Pemkab Magetan untuk membangun kawasan pengolahan industri kulit (LIK) 2 Terancam gagal karena terganjal lahan milik warga yang belum bersedia melepasnya.

Dari data Disperindag Kabupaten Magetan, mencatat, sesuai rencana, LIK baru akan dibangun di Desa Mojopurno, Kecamatan
Ngariboyo, Magetan.

“Rencana awal sejak tahun 2006 lalu, diputuskan LIK baru akan dibangun di Desa Mojopurno, Ngariboyo. Namun, hal itu gagal diwujudkan karena Pemkab Magetan belum dapat melakukan pembebasan lahan karena harga yang diminta oleh warga terlalu tinggi,” ujar Ari Kuncoro Kepala Bidang Industri Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan, Rabu (19/9)
Karena hal itulah, rencana pembangunan Lingkungan Industri Kulit (LIK) 2 yang saat ini direncanakan akan dibangun di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, dan proses pembangunan oleh PT .Indo Global Karbon, saat ini baru proses pembebasan lahan sekitar 13,6 Hektar dan baru sekitar 20% terealisasi.

Kata Ari Kuncoro, pihak PT.Indo Global Karbon, masih menunggu proses
perijinan Amdal di Provinsi Jawa Timur. ”Untuk pembebebasan lahan memang baru sekitar 20% , target dari pihak Indo Global Karbon, proyek pembangunan akan selesai tahun 2019 nanti. Bisa dipastikan, LIK 2 yang akan dibangun ini, akan cukup memadahi untuk jumlah penyamak kulit saat ini. Serta, LIK 2 adalah solusi untuk penyamak kulit yang akan melakukan produksi, dengan kualitas baik serta jangkauan biaya yang
masih cukup terjangkau.

Namun hal itu sangat berbeda terbalik dengan apa yang disampaikan Yasin Abdulloh, Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan. Menurutnya, LIK 2 bukan solusi permasalahan yang ditimbulkan oleh produksi pengolahan kulit.
“Permasalahan dari produksi penyamak kulit yang utama adalah bau yang menyengat, dan ketika dilihat lokasi yang akan dibangun untuk LIK 2, menurutnya tidak akan mampu mengurai bau yang akan ditimbulkan dari usaha tersebut,” Ungkap Yasin.

Terpisah Rudi H Setyawan, salah satu aktivis pengamat lingkungan Kabupaten Magetan, sangat menyayangkan rencana pembangunan LIK 2. Menurutnya, LIK 2 ini hanya akan menjadikan beban untuk para pengusaha penyamak kulit yang berada di luar LIK saat ini.

”Sebetulanya,Pemkab Magetan punya solusi yang bisa dibilang cukup sederhana, yaitu dengan memberikan ijin kepada para pengusaha penyamak
kulit yang saat ini, menggantungkan hidupnya pada usaha tersebut.Dengan berikan ijin untuk mereka, tentunya para penyamak kulit saat ini yang dianggap ilegal, akan mempunyai kepastian hukum untuk usaha yang mereka geluti.” pungkas Rudi.(ton/red)

20 KK di Desa Klorogan Terima Progam BSPS Dari Dinas PERKIM Kabupaten Madiun

Madiun (Aenews9.com) - Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) Masyarakat Berpenghasilan Rendah(MBR) yang berada di Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun berkumpul di aula Balai Desa Klorogan guna menerima progam Bantuan Stimulan Perumahan swadaya (BSPS) dari Kementrian PERKIM Kabupaten Madiun, Rabu (19/9/2018)

Sosialisasi langsung di sampaikan oleh Plato Mirza Ghulam Kabid Perumahan kawasan permukiman Perkim Kabupaten Madiun.Dalam sosialisasi di sampaikan bahwa progam tersebut Desa Klorogan adalah satu penerima dari 9 desa di Kabupaten Madiun. Anggaran progam BSPS  bersumber dari Bank Dunia melalui APBN. Progam ini bertujuan untuk mengurangi jumlah rumah  tidak layak huni di kabupaten Madiun. Penerima progam ini akan di beri  nantinya akan diberi bantuan sebesar Rp.15 Juta per KK melalui rekening penerima.


Saat di temui Media Aenews9.com, Plato Mirza Ghulam menjelaskan Program BSPS ini telah di atur oleh Menteri Perumahan Rakyat Nomor 6 Tahun 2013. Tentang terbangunnya rumah layak huni bagi  masyarakat berpenghasilan rendah.Bentuk Progam ini untuk mengurangi RTLH .
"Kami ingin melalui program BSPS ini, rumah warga yang tidak layak huni bisa menjadi lebih layak huni khususnya di kabupaten  Madiun” ujarnya

Masih menurut Plato untuk Progam BSPS periode ini  untuk kabupaten Madiun ada 250 RTLH  yang akan di bedah.
"Untuk progam periode ini ada kurang lebih 250 RTLH yang tersebar di 9 Desa 5 Kecamatan.  Harapan kami  melalui program BSPS ini, rumah warga yang tidak layak huni bisa menjadi lebih layak huni khususnya di kabupaten  Madiun” ungkapnya kepada Aenews9.com,Rabu(19/9)

Sunarno warga RT16/RW 03 salah satu penerima progam BSPS  mengaku senang atas upaya pemerintah yang ingin merenovasi rumahnya.
"Kulo seneng, amargi liwat Mbah lurah Jupri,  Pemerintah badhe ndandosi griyo Kulo supoyo pantes diarani griyo," (saya senang melalui Mbah lurah Jupri,Pemerintah mau merenovasi rumahnya agar layak di sebut rumah tuturnya dalam bahasa Jawa.red)

Di tempat terpisah Drs.Jupriyanto,Msi Kades Klorogan kepada aenews9.com melalui via WhatsApp  mengatakan sangat  bangga dan terharu atas kepercayaan desanya yang menjadi salah satu desa penerima  progam BSPS dari Dinas Perkim Kabupaten Madiun.
"Alhamdulillah Desa Klorogan adalah  salah satu desa dari 9 Desa di Kabupaten Madiun yang menerima  program BSPS wajib di syukuri, terima kasih atas kepercayaan untuk desa kami "kata Jupriyanto

Selain itu Jupriyanto juga berharap kepada penerima progam agar bisa memanfaatkan untuk menjadikan rumahnya yang dulunya tidak layak huni menjadi layak huni dan sehat

"Harapan saya penerima program agar bisa bermanfaat  khususnya  bisa memugar rumah menjadi rumah layak huni atau rumah sehat dengan bantuan Rp15 juta per rumah.Dengan demikian maka Desa Klorogan  dapat tercipta masyarakat yang sehat rapi dan  tercipta guyup rukun gotong royong dalam membantu  masyrarakt yang  kurang mampu sehingga tercipta masyarakt  yang  sehat lahir dan batin.Aamiin."pungkasnya(ZAM)








Dinilai Memiliki 4B, Meylia Nabila Dinobatkan Sebagai Duta PPWI Banten

Serang (Aenews9.com) – Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPD-PPWI) Banten telah berlangsung dengan lancar dan sukses pada Kamis, 13 September 2018 lalu, bertempat di Ballroom Le Dian Hotel & Cottages, Serang, Banten. Pada acara tersebut, dilaksanakan juga penobatan Meylia Nabila sebagai Duta PPWI Banten. Pemasangan selempang dan mahkota Duta PPWI Banten dilakukan langsung oleh Yohanna Evelyin, Duta PPWI Nasional yang hadir bersama Ketua Umum PPWI Pusat.

Seperti halnya pelantikan pengurus DPD PPWI Banten, penobatan Duta PPWI Banten disaksikan oleh seluruh pengurus DPD PPWI Banten, para pejabat yang hadir dan tamu undangan.

Wilson Lalengke S.Pd, M.Sc, MA Selaku ketua Umum Dewan Pengururus Nasional PPWI Pusat, mengucapkan Selamat atas penobatan Meylia Nabila sebagai Puteri PPWI Banten 2018, dan mengharapkan semoga menjadi salah satu icon PPWI Banten yang mampu memberi warna terbaik bagi PPWI Banten dalam berkiprah membangun kecerdasan publik masyarakatnya. “Selamat untuk Meylia Nabila, siswi kelas XI SMAN 16 Jayanti, Tangerang. Yang sudah dinobatkan sebagai Duta Puteri PPWI Banten,” ujar Alumni PPRA – 48 Lemhanas RI tahun 2012 ini.

Puteri PPWI, lanjut Wilson, adalah Duta PPWI yang harus senantiasa selalu menampilkan diri lahir dan batin, dimanapun berada, dalam kondisi apapun juga, sebagai sosok panutan di antara para generasi muda, generasi milenial, dalam kaitannya dengan proses bersilahturahmi antar anggota masyarakat, berkomunikasi antar warga, dan bermedia-massa. Duta PPWI yang akan selalu tampil bersemangat, penuh kreativitas dan inovasi dalam menggerakkan generasi seusianya membangun pribadi yang mandiri, proaktif, dan berdedikasi bagi pembangunan bangsa di lingkungannya masing-masing.

“Duta PPWI dipilih dari antara warga muda di daerahnya yang minimal memiliki 3 hal yang biasanya disingkat 3B, yakni: berkelakuan baik (Behavior), cerdas (Brain), dan berpenampilan fisik yang menarik (Beauty). Keunggulan Puteri PPWI lainnya dapat ditambahkan sesuai konteks masing-masing, seperti Bebas Narkoba, dan lain-lain, sehingga menjadi 4B atau mungkin 5B,” imbuh Trainer Jurnalistik bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru, dosen, PNS, mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum itu.

Wilson menambahkan, selaku ketua umum dirinya mendorong kepada seluruh pengurus dari semua tingkatan dapat mencari figur anak muda untuk diberikan ruang dan berkarya sebagai Duta atau Puteri PPWI. “Saya mendorong agar setiap kepengurusan PPWI di semua tingkatan dapat mencari dan menemukan figur-figur anak muda di daerahnya masing-masing untuk kemudian diberi ruang berkarya di PPWI sebagai Puteri atau Duta PPWI,” tandas salah satu tokoh pers nasional itu.

Tampak hadir dalam pelantikan dan pengukuhan DPD PPWI Banten serta penobatan Duta PPWI Banten, Kabid Kominfo Provinsi Banten yang mewakili Gubernur Banten, Kabid Humas Polda Banten mewakili Kapolda, Kapenrem mewakili Danrem 064/MY, Pejabat Kemenhan Perwakilan Provinsi Banten, Forkorpimda Provinsi Banten, dan perwakilan BNN Provinsi Banten, Ibu Aenul. Hadir pula Brigadir Jenderal Polisi Dr. Victor Pudjiadji, SpB, FICS, DFM, Staf Ahli Badan Narkotika Nasional untuk memberikan seminar Wawasan Kebangsaan dan Bahaya Narkoba; Mung Pujanarko, S.Sos, M.I.Kom sebagai narasumber Pelatihan Jurnalistik Warga; berbagai ormas, mahasiswa, Himpunan Pengusaha Serang Timur, dan tokoh masyarakat.

Acara ini juga turut memeriahkan oleh team kesenian bela diri Silat Banten dan paduan suara dari siswa-siswi SMK Ikhlas Jawilan, Serang, Banten. (AS/PPWI)

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Madiun untuk Gapoktan Desa Klorogan

Madiun (Aenews9.com) - Bertempat di balai Desa Klorogan, kecamatan Geger, kabupaten Madiun , Pemerintah Desa Klorogan bekerja sama dengan BPJS ketenagakerjaan Madiun mengadakan sosialisasi pentingnya BPJS ketenagakerjaan bagi petani khususnya di Desa Klorogan. Sebanyak hampir 100 orang dari tiga kelompok tani beserta Gapoktan desa Klorogan  serius menyimak paparan yang disampaikan pihak BPJS ketenagakerjaan Madiun,Selasa(18/9).

Pada kesempatan tersebut Bernadetta,  yang mewakili BPJS ketenagakerjaan Madiun mensosialisakan manfaat dan pentingnya  ikut BPJS ketenagakerjaan bagi petani.
Dimana resiko kecelakaan kerja rentan bagi petani.

Saat di temui media aenews9.com Bernadetta mengungkap “BPJS Ketenagakerjaan bagi petani ini diberikan dengan tujuan untuk melindungi para petani kalau memang nantinya ada permasalahan kecelakaan kerja yang berhubungan dengan aktivitasnya di sektor pertanian,” katanya.

Lebih lanjut Detta( panggilan akrab Bernadetta) menerangkan, klaim asuransi petani yang ikut BPJS Ketenagakerjaan ini berhubungan erat dengan kecelakaan kerja petani. Kecelakaan kerja apa saja baik itu sampai meninggal dunia atau cacat permanen nantinya akan ditanggung dan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan untuk Petani ini manfaatnya sangat banyak sekali diantaranya ada Jaminan Hari Tua,Jaminan Kematian(JKM), Jaminan Pensiun (JP).
selain itu kita akan terus mensosialisasikan progam ini ke seluruh pelosok di Kabupaten Madiun.

Masih menurut Bernadetta  progam BPJS Ketenagakerjaan ini sangat bermanfaat,untuk Jaminan Kematian jika ada yang meninggal dari anggota BPJS ketenagakerjaan,keluarga /ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp 24.juta.Untuk JKK(Jaminan Kecelakaan Kerja) Jika terjadi kecelakaan kerja semua akan di biayai BPJS ketenagakerjaan dan selama sakit akibat kecelakaan kerja di samping semua biaya BPJS ketenagakerjaan,masih di tambah pengganti upah sebesar UMK Kabupaten Madiun di bagi 30/harinya.Perlu di ketahui BPJS ketenagakerjaan
telah bekerja sama dengan  beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas  di wilayah  Madiun.pungkas Bernadetta

Ditempat yang sama Kepala Desa Klorogan
,Drs Jupriyanto,Msi mengatakan bahwa progam BPJS ketenagakerjaan khusus petani sangat bermanfaat untuk di ikuti bagi masyarakat desa Klorogan yang mayoritas petani.

"Progam ini adalah kesempatan yang  sangat bermanfaat untuk di ikuti,
karena mayoritas pekerjaan penduduk Desa Klorogan adalah petani.Dengan harapan para petani yang bekerja di sawah tidak ada keraguan jika terjadi apa-apa,"kata Jupriyanto.

Jupriyanto melanjutkan "Kalau di hitung bayaran angsurannya memang tidak terlalu besar,dibandingkan kepentingan lain yang tidak penting,ini sangat murah.Oleh sebab itu saya berharap ada 3 kelompok tani dan satu Gapoktan di desa Klorogan yang jumlah anggotanya sekitar 300 anggota untuk bergabung menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan khusus petani Dan tidak ragu-ragu karena untuk kepentingan dirinya sendiri," tutup Jupriyanto (zam)




Keterangan photo: - Bernadetta (BPJS Ketenagakerjaan Madiun)

-Drs . Jupriyanto.Msi (Kepala Desa Klorogan ,Kecamatan Geger,Kabupaten Madiun)

Maraknya Perilaku Mesum di D'Top dan X2, Alumni Lemhannas: Propam Perlu Periksa Oknum Polres Sidoarjo

Jakarta (Aenews9.com)- Dugaan maraknya kegiatan di tempat hiburan malam berkedok karaoke di D'Top dan X2, Jl. Taman Pinang, Sidoarjo, Jawa Timur yang viral di media-media online lokal maupun nasional telah menarik perhatian publik, termasuk tokoh pers di Jakarta. Salah satunya adalah Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini mengatakan bahwa kondisi di tempat hiburan karaoke D'Top dan X2 yang diduga menjadi areal perilaku menyimpang berbentuk pornoaksi, berpakaian super seksi, mengumbar nafsu syahwat, dan sejenisnya itu tidak terlepas dari peran aparat hukum di wilayah tersebut.

"Kondisi tempat hiburan di cafe maupun karaoke yang salah guna sebagai tempat mesum seperti di Sidoarjo itu terkait erat dengan perilaku oknum aparat kepolisian di sana," ujar lulusan pascasarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, Inggris itu melalui pesan WhatsApp messenger-nya kepada redaksi media ini, Minggu, 16 September 2018.

Lebih lanjut Wilson mengatakan bahwa dirinya bahkan melihat adanya indikasi kuat keterlibatan oknum aparat di jajaran Polres Sidoarjo yang mem-backup kegiatan semacam itu di tempat hiburan karaoke D'Top dan X2 tersebut. "Bahkan ada indikasi kuat, oknum-oknum di jajaran kepolisian setempat berperan aktif sebagai centeng berbaju undang-undang ITE dan KUHP bagi tempat hiburan D'Top dan X2," imbuh penerima The Indonesian Best Executive & Professional Award 2013 ini.

Alasannya, lanjut Wilson, polisi sangat tanggap dan cekatan dalam menangani masalah yang timbul atas perilaku mesum para penjaja birahi di tempat tersebut. "Ketika ada wartawan Slamet Maulana dari media beritarakyat.com memberitakan fakta adanya kegiatan permesuman di D'Top dan X2, polisi serta-merta mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk menangkap dan memenjarakan wartawan dengan dalih melanggar UU ITE dan KUHP. Persoalan mesum di tempat itu tidak diusut. Hampir dipastikan ada angpao yang menyupal otak oknum polisi di sana sehingga pikirannya jadi bobrok dan terbolak-balik begitu," ujar alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad-21 itu menyesalkan.

Oleh karena itu, Wilson yang sempat dua kali datang ke Sidoarjo menghadiri sidang korban kriminalisasi wartawan Slamet Maulana alias Ade di PN Sidoarjo dalam kapasitasnya sebagai ahli pers mengatakan bahwa berdasarkan analisisnya atas rangkaian kasus pemberitaan acara mesum di D'Top dan X2 itu, Mabes Polri cq Divpropam Polri harus turun ke Sidoarjo, memeriksa para oknum polisi yang terindikasi terlibat dalam memperlancar operasional esek-esek di D'Top dan X2. "Salah satu hal penting yang perlu dilakukan dalam membenahi dan menjaga Sidoarjo bebas pornoaksi dan perilaku mesum adalah membereskan oknum-oknum polisi di Sidoarjo. Jika terindikasi terlibat, oknum Kapolres dan jajaran di atasnya di Mapolda Jatim amat perlu diperiksa. Saran saya, masyarakat Sidoarjo, terutama para pimpinan ormas, tokoh masyarakat dan tokoh agama, budayawan dan pemerhati sosial harus bersatu, mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian menindak tegas oknum anggotanya yang menjadi 'herdernya' para pengusaha esek-esek bertameng cafe dan karaoke di daerahnya," pungkas trainer jurnalistik bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru dosen, PNS, mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum mengakhiri. (HWL/Red)

Anggota Koramil 0802/05 Kauman Dampingi Pramuka SMKN 1Jenangan, Terima Tamu Ambalan

Ponorogo (Aenews9.com)- Dalam rangka penerimaan anggota baru Pramuka pangkalan SMKN 1 Jenangan, Pramuka gugus depan 03-097/ 03-098 ini menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan tahun 2018. Kegiatan yang digelar rutin satu tahun sekali oleh Pramuka Dewan Ambalan Mangkunegoro 1 SMKN 1 Jenangan, kali ini memilih lapangan desa Nongkodono kecamatan Kauman sebagai bumi perkemahan guna pengenalan karakter Pramuka golongan penegak bagi ratusan anggota baru Pramuka SMKN 1 Jenangan ini.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai hari Jumat hingga hari ini (16/9/18) mendapat perhatian tersendiri dari satuan Koramil 0802/05 Kauman. Bersama dengan personel Polsek Somoroto, 4 orang anggota Koramil 0802/05 Kauman yang dipimpin Serma Nuryanto Bati Wanwil Koramil 0802/05 Kauman melaksanakan pendampingan kepada Pramuka SMKN 1 Jenangan selama melaksanakan kegiatan di wilayah Koramil 0802/05 Kauman ini. 

Pendampingan dilaksanakan oleh anggota Koramil 0802/05 Kauman dalam bentuk pengamanan kegiatan, komunikasi dengan masyarakat lingkungan tempat diselenggarakannya kegiatan hingga pemberian materi wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan bela Negara bagi Siswa SMKN 1 Jenangan ini.

Di hari terakhir pelaksanaan kegiatan PTA Pramuka SMKN Jenangan ini, Serma Nuryanto Bati Wanwil Koramil 0802/05 Jenangan dibantu 3 orang Babinsa sebagai peraga, melaksanakan pemberian materi kedisiplinan, wawasan kebangsaan dan bela Negara. Dalam materinya, Serma Nuryanto membeberkan, "Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter bagi siswa SMKN 1 Jenangan sangatlah penting untuk dilaksanakan, hal ini dilakukan guna menanamkan karakter bangsa Indonesia bagi seluruh siswa.

Lebih lanjut Serma Nuryanto menunjukkan bahwa, "Pramuka akan selalu bangga memeluk merah putih yang setiap saat dikenakannya, Pramuka memiliki anggota yang berdisiplin dalam kesehariannya, anggota Pramuka memiliki wawasan Kebangsaan yang sangat baik karena nantinya kalian akan memiliki teman dari seluruh Indonesia melalui kegiatan-kegiatan kepramukaan. 

Disamping itu, kalian nantinya akan diberikan materi bela Negara oleh Kakak-Kakak kalian secara bertahap, sehingga diharapkan kalian akan menjadi pelopor generasi muda yang cinta tanah air, ber-Bhineka Tunggal Ika dan rela berkorban bagi Bangsa dan Negara," pungkasnya.(BR/zam)


Saling Lempar Tanggung Jawab, Proyek Jalan Tembus Pasar Sayur Magetan Terancam molor

MAGETAN (Aenews9.com)- Proyek jalan tembus (JT) Pasar Sayur Kabupaten Magetan yang diperkirakan tidak bisa selesai pada tahun 2018 ini memicu beberapa dinas yang bersangkutan saling lempar tanggung jawab.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga dan Jembatan mengatakan proyek yang sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 5 milliar tersebut dipastikan gagal selesai tahun ini karena belum dipindahnya puluhan warung dan juga kios diareal pembangunan jalan tersebut.
“Sebenarnya kita sudah siapkan dana Rp 5 milliar, namun karena kios-kios belum dipindah oleh Disperindag akhirnya kita ambil hanya Rp 1 milliar saja untuk membangun tanpa menggusur kios,”kata Muhtar Wahid,Kabid Bina Marga dan Jembatan DPUPR.

Ditempat lain Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Magetan melalui Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Darmaji, juga tidak mau disalahkan, karena menurutnya tempat untuk para pedangan tersebut belum bisa mencukupi untuk memindahkan para pedagang. Sementara itu untuk membangun kekurangan kios tersebut proses masih macet di ULP.

“Proses perencanaan sebenarnya sudah kami kirim ke ULP, tapi hingga sekarang belum ada kabar, bagaimana kelanjutanya dan juga apa hambatanya kami juga tidak tahu,” ungkap Darmaji, Jumat (14/9).
Darmaji mengatakan, terkait belum pindahnya sebanyak 24 kios pedagang tersebut bukan karena ada persoalan sewa kios ataupun permasalahan kontrak tapi memang ada kendala dari proses perencanaan yang masuk ke ULP yang belum ada respon.

“Kita tidak ada persoalan dari pedagang, pedagang siap dipindah kalau tempat sudah selesai, dan ini masih akan dibangun,”pungkasnya (ton)

Dinilai Optimis, Masyarakat Apresiasi Kinerja Kepala Desa Ononamolo II Lot

Gunungsitoli (Aenews9.com) - Dinilai punya kinerja baik dan transparan pada pelaksanaan anggaran dana desa yang bersumber dari APBN, masyarakat Desa Ononamolo II Lot, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli,  mengapresiasi dan mendukung kinerja Kepala Desa Aluiziduhu Zebua.

Seperti yang diungkapkan oleh tokoh masyarakat Prediaro Zebua, yang didampingi oleh sejumlah masyarakat kepada wartawan, kamis (13/09), menurutnya sejauh ini kinerja Kades cukup memuaskan yang ditandai dengan kedekatannya dengan warga masyarakat tanpa membeda-bedakan,  dan selalu tanggap yang menyangkut urusan warganya.

Ditanya soal pelaksanaan dan pengelolaan anggaran Dana Desa yang bersumber dari APBN, warga pun mengaku Kepala Desa sudah transparan yang dibuktikan dengan kades dan aparat desa selalu mengundang seluruh  masyarakat untuk diberikan penjelasan tentang besaran dana desa yang diterima beserta tujuan pengelolaannya.

Terpisah, Kepala Desa Ononamolo II Lot Aluiziduhu Zebua yang akrab dipanggil abang Ama Sofi itu, kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya dalam sistim pemerintahan ditingkat desa selalu mengdepankan azas transparansi serta menjunjung tinggi sepenuhnya janji sumpah jabatannya.

"bahwa pada pelaksanaan dan pengelolaan Dana Desa yang bersumber dari APBN itu, semua saya lakukan dengan transparan dan saya memberikan pengumuman anggaran melalui baliho yang ditempelkan dilokasi strategis agar masyarakat dapat mengikuti dan mengawal proses penggunaan Dana Desa ini"

Tambahnya, seperti diketahui ADD dan DD yang diterima pada tahun 2017 adalah sebesar Rp. 1.462.076.408, yang terlaksana adalah ADD sebesar Rp. 294.195.150 untuk pembayaran tunjangan/honor, DD yang terlaksana sebesar Rp. 479.079.200 yang disasarankan untuk pembangunan parit gendong dan pengadaan bahan pengaspalan.

Lanjutnya, anggaran yang dikeluarkan untuk pemberdayaan masyarakat adalah sebesar Rp. 20.688.700. serta untuk pembinaan kemasyarakatan adalah sebesar Rp. 58.079.800 total terealisasi pada tahun 2017 adalah sebesar Rp. 852.042.850, total silva adalah sebesar Rp. 610.033.558.

Jadi, walaupun demikian, segala sesuatu pembangunan didesa tidak terlepas dari dukungan semua pihak termasuk pengawasan pelaksanaannya. Beliau berharap agar pembangunan Desa kedepan ini tidak terlepas dari pengawasan masyarakat serta pihak lain yang turut berpartisipasi untuk memberikan masukan serta kritikan yang positif demi kemajuan Desa Ononamolo II lot khususnya dan Kota Gunungsitoli pada umumnya, tutupnya dengan raut wajah penuh harap (AZB/RED
MEDIA GROUP