INFO TERKINI

JICA Indonesia Dukung Penerbitan Buku Perdana Kappija-21

Jakarta (Aenews9.com)– Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia menyatakan dukungannya atas rencana Pengurus Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Kappija-21) untuk menerbitkan buku berjudul “Dari MRT Tsunami Hingga Doraemon”. Hal itu terungkap saat Sekretaris Jenderal Kappija-21, Wilson Lalengke, berbincang-bincang dengan Chief Representative JICA Indonesia Office, Mr. Shinichi Yamanaka, di sela-sela acara silahturahmi dan berbuka puasa bersama Kappija-21 dan JICA, di Jawa Room, Kantor JICA Indonesia, Gedung Sentral Senayan 2, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019.

Dalam perbincangan itu, terlihat Mr. Yamanaka sungguh tertarik dengan ide penerbitan buku, yang isinya merupakan hasil karya para peserta essay contest yang diadakan Kappija-21 bersama JICA dan PPWI Nasional bersempena peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia Jepang tahun 2018 lalu. “I am very interested on this book, MRT is one of our JICA Project in Indonesia. I support this book to be published,” ujar Mr. Yamanaka dalam Bahasa Inggris, sehubungan beliau belum lama menjabat di Indonesia, sehingga masih belajar berbahasa Indonesia.

Dummy atau contoh buku tersebut yang diperlihatkan saat diskusi sempat dibolak-balik, dibuka-buka isinya ke kiri dan ke kanan oleh Mr. Yamanaka. Sambil tersenyum cerah, beliau terlihat amat terkesan dengan hasil karya buku perdana yang akan diterbitkan Kappija-21 sebagai organisasi alumni yang dilahirkan dan diasuh oleh JICA selama ini. “It is very nice work,” imbuh Mr. Yamanaka sambil membolak-balik bukunya. Dummy buku tersebut berkenan dibawa pulang oleh beliau saat acara berbuka puasa bersama usai untuk dibuatkan kata sambutan oleh Mr. Yamanaka atas nama JICA Indonesia.

Bagi Kappija-21, penerbitan karya tulis seperti ini dipandang sangat penting dan mendesak. Alumni program persahabatan yang digagas oleh PM Jepang, Yasuhiro Nakasone di tahun 1984 itu, saat ini telah mencapai hampir 5 ribu orang. Para alumni ini semuanya tergolong sukses, baik sebagai pejabat pemerintah, profesional, wirausahawan, politikus, dan bahkan pekerja informal serta relawan. Tercatat antara lain, ada anggota Kappija-21 yang jadi menteri, yakni Tjahjo Kumolo dan Erlangga Hartarto; yang jadi anggota DPR RI, antara lain Tengku Juwarno dan Ferdiasyah; yang jadi Direktur di Kemendes DDT, yakni Bang Rafdinal; yang jadi Komisaris PT. Taman Impian Jaya Ancol, Bang Geizs Chalifah, dan ribuan anggota lainnya yang sukses-sukses.

“Pada kondisi kekuatan Kappija-21 yang sedemikian besar ini, sudah selayaknya jika Kappija-21 dapat menghasilkan karya-karya terbaiknya dalam bentuk karya tulis yang terdokumentasi, yang akan menjadi catatan sejarah bagi peradaban bangsa ke masa depan,” jelas Wilson Lalengke selaku editor dari buku ini.

Sehubungan dengan itu, Wilson yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional itu berharap kiranya rencana penerbitan buku “Dari MRT Tsunami Hingga Doraemon” tersebut dapat terwujud. “Kami berterima kasih kepada JICA yang sudah menyatakan mendukung penerbitan buku ini, juga akan membuatkan kata sambutan dalam buku tersebut; serta semua pihak yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung dalam melahirkan karya ini. Terutama terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua peserta lomba menulis essay lalu. Karya Anda semua pasti berguna bagi generasi kedua bangsa, Indonesia dan Jepang,” tutup Wilson yang merupakan lulusan PPRA-48 Lemhannas RI Tahun 2012 itu. (APL/Red)

Keterangan foto: Sekjen Kappija-21, Wilson Lalengke bersama Chief Representative JICA Indonesia, Mr. Shinichi Yamanaka (Courtesy Bang Affan)

Sah! Sekjen PPWI Nasional, Fachrul Razi Terpilih Kembali sebagai Senator DPD RI dari Provinsi Aceh

Jakarta (Aenews9.com)– Fachrul Razi, MIP, senator petahana Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dari Provinsi Aceh, secara sah terpilih kembali sebagai senator untuk periode kedua dari daerah pemilihan provinsi yang sama. Ketetapan pengesahan politisi muda Aceh itu sebagai Senator DPD RI periode 2019-2024 ini diambil dalam rapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat yang merampungkan proses penghitungan manual hasil pemilu pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari tadi. Dari hasil akhir perolehan suara, Fachrul Razi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Sekjen PPWI) Nasional ini, mendapatkan 157.317 suara.

“Alhamdulillah, saya mengucap syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan satu keberhasilan kepada saya dalam proses pemilu kali ini. Saya sadari bahwa ini adalah amanah rakyat Aceh yang harus saya pikul dan pertanggung-jawabkan selama saya menjabat nanti dan seterusnya,” kata Bang Fachrul, demikian ia disapa sehari-hari.

Sehubungan dengan kesuksesannya itu, Fachrul yang fasih berbahasa Inggris dan sering memimpin delegasi Senator DPD RI ketika kunjungan kerja keluar negeri ini, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu dia materil maupun moril, doa dan semangat, serta akses sosialisasi program-program yang ditawarkannya kepada rakyat selama ini. “Saya mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada semua pihak, termasuk penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, aparat kepolisian dan TNI, para relawan dan media, yang telah bersusah payah menyukseskan Pemilu 17 April 2019 lalu,” imbuh Fachrul.

Sementara itu, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA menyampaikan Selamat dan Sukses kepada Bang Fachrul Razi atas prestasi yang diraih dalam pemilu tahun ini, “Atas nama seluruh pengurus PPWI dari tingkat pusat hingga ke daerah-daerah serta semua anggota PPWI se-nusantara, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Bang Fachrul Razi, Sekjen PPWI Nasional, yang terpilih kembali sebagai Senator DPD RI untuk periode 2019-2024,” ujar Wilson yang merupakan lulusan PPRA-48 Lemhannas RI Tahun 2012, Selasa (21 Mei 2019).

Selanjutnya, Wilson mengharapkan agar Fachrul Razi dapat meningkatkan kinerjanya ke tahap yang lebih tinggi lagi sebagai perwakilan masyarakat Aceh dan Indonesia di periode mendatang ini. “Saya menilai bahwa potensi kepemimpinan anak muda dari Aceh ini sangat hebat. Dia termasuk kelompok senator berusia muda di DPD RI. Sudah semestinya Fachrul menempati posisi-posisi kunci kepemimpinan lembaga perwakilan mitra DPR RI itu. Minimal Fachrul Razi menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI untuk periode mendatang,” tegas lulusan dari tiga universitas terbaik di Eropa, Birmingham University, England; Utrecht University, the Netherlands; dan Linkoping University, Sweden, itu.

Sehubungan dengan keberadaan Fachrul sebagai salah satu senator di DPD RI, tambah Wilson, diharapkan agar jaringan PPWI di Provinsi Aceh dan se-Indonesia dapat mendukung kinerja wakil rakyat, Fachrul Razi dan para koleganya di DPD RI, terutama dalam bentuk sosialisasi program dan hasil kerja DPD RI melalui media masing-masing. “Mari kawan-kawan PPWI Aceh, juga PPWI seluruh Indonesia, kita bantu wakil kita di DPD RI, minimal dalam bentuk publikasi program-program dan hasil kerja Senator Fachrul Razi dan anggota DPD RI lainnya,” pungkas Wilson yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni Program Persahabatan Indoensia jepang Abad 21 (Kappija-21) ini. (APL/Red)

Dandim Dan Kapolres Madiun Gelar Sahur On The Road Dengan Komponen Masyarakat

Madiun(Aenews9.com), Dandim 0803/ Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos bersama dengan Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, melaksanakan kegiatan Sahur On The Road di wilayah Kecamatan Mejayan Kab. Madiun, Sabtu dini hari (17/05/2019) 

Dalam pelaksanaan kegiatan Sahur On The Road kali ini, diikuti oleh Jajaran Polres Madiun, Muspika Mejayan, anggota Koramil 0803/08 Mejayan, anggota Polsek Mejayan, Komunitas motor Madiun, Komunitas Dongkrek Kel Pandean dan Komunitas Gojek Madiun.

Rombongan memulai start Sahur On The Road di Polsek Mejayan dengan Rute Jl A Yani - jln Angrek - jln Agus Salim - Jln Jendral Sudiman - Finish Taman Asti kota Caruban.

Tiba di Taman Asti kota Caruban Rombongan Dandim dan Kapolres langsung melakukan sahur bersama-sama warga setempat dengan menu makanan yang telah disiapkan dan di akhiri dengan Sholat Subuh berjamaah bertempat di Masdjid Jami' Al Arrifiah Caruban.

Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa sinergitas TNI Polri merupakan harga mati. Jadi kita sama-sama punya komitmen menciptakan situasi kondusif pasca pemungutan suara,” jelas Letkol Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos

Dandim menambahkan, "Himbauan kita tentunya kepada masyarakat, agar bersabar dan kita sama-sama saling menjaga situasi yang kondusif,”

“Saya juga mengucapakan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung terwujudnya Pemilu yang aman dan damai, terutama diwilayah Madiun yang merupakan bagian dari wilayah tanggung jawab Kodim 0803 Madiun dan Polres Madiun,” terangnya.

Sementara Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono juga berharap dengan adanya acara makan sahur bersama ini hubungan dengan masyarakat maupun TNI, bisa semakin lekat dan bersama-sama saling menjaga kamtibmas(mc0803).

Kappija-21 Bakal Terbitkan Buku Spesial Berjudul 'Dari MRT Tsunami Hingga Doraemon'

Jakarta (Aenews9.com) - Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Kappija-21), bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, didukung penuh oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), akan menerbitkan buku istimewa berjudul 'Dari MRT Tsunami Hingga Doraemon'. Hal ini terungkap saat pengurus teras bersama anggota Kappija-21 melakukan audiensi dengan pihak pimpinan JICA Indonesia di Kantor JICA, Gedung Sentral Senayan II Lantai 14, Jl. Asia-Afrika, Kompleks Plasa Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2018.

"Kita berencana menerbitkan buku dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia - Jepang. Buku ini berisi tentang berbagai hal yang ditulis oleh para peserta lomba menulis essay yang dilaksanakan Kappija-21, bekerjasama dengan JICA dan PPWI beberapa waktu lalu," jelas Mulyono Lodji, Presiden Kappija-21 kepada media ini usai pertemuan dengan pihak JICA.

Buku spesial persembahan Kappija-21 kepada kedua bangsa Indonesia dan Jepang ini, tambah Mulyono, adalah dalam rangka menorehkan jejak sejarah atas perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia - Jepang, 1958 - 2018, yang baru saja berlalu. "Buku penting ini berisi tentang refleksi para pemuda Indonesia atas 60 tahun hubungan persahabatan Indonesia - Jepang," imbuh lelaki asal Makassar yang berangkat ke Jepang dalam rangka program persahabatan Indonesia - Jepang Abad 21 pada tahun 1999 itu.

Sementara di saat dan tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kappija-21, Wilson Lalengke, menjelaskan keunikan dan keistimewaan buku perdana keluaran Kappija-21 ini. Menurutnya, isi buku tersebut cukup beragam, karena ditulis oleh lima-puluhan generasi muda yang berasal dari berbagai latar belakang pengetahuan, pengalaman, pendidikan, dan domisili serta usia. "Keunikan masing-masing individu penulisnya membuat warna-warni isi buku ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pembaca," ujar Wilson yang juga adalah Ketua Umum PPWI Nasional itu.

Bagaimana tidak, sambung Wilson, para penulis menuliskan refleksi berdasarkan pandangan masing-masing tentang beragam hal sesuai dengan minat dan bekal pengetahuan serta pengalamannya. Cerita tentang MRT di Jakarta yang barusaja diresmikan Presiden RI Joko Widodo, yang merupakan salah satu hasil kerjasama fenomenal Indonesia - Jepang, menjadi topik tulisan salah seorang penulis buku ini.

Sebagian lagi bercerita tentang pengalaman Indonesia menghadapi bencana alam yang cukup sering dialami bangsa Indonesia di hampir seluruh wilayah, persis sama dan sebangun dengan kondisi kebencanaan yang dihadapi bangsa Jepang. Usulan solutif, termasuk program saling membelajarkan antar dua bangsa 'kakak-adik' ini dalam mengantisipasi berbagai kemunculan bencana di wilayah masing-masing, dapat kita baca dalam ulasan beberapa penulis. Harapannya, akan terbentuk sebuah kesadaran kolektif dua bangsa Indonesia dan Jepang, yang bukan hanya berhenti pada diksi "Disaster Management" tapi akan mewujud menjadi "Disaster Friend".

Cerita jenaka, yang tidak jarang mengharukan, juga banyak kita jumpai dalam beberapa tulisan para kontributor buku ini. Ulasan tentang budaya Jepang yang banyak tersirat dalam film anak-anak yang menampilkan tokoh utama Nobita dengan Doraemonnya misalnya, sangat kuat memicu imajinasi kreatif dalam suasana yang relaks, santai dan menyenangkan. Belum lagi keusilan tokoh Sinchan yang tentu akan membuka cakrawala intuitif pembaca dalam menyikapi dunia yang semakin kompleks ini dengan berbagai inovasi positif di lingkungan masing-masing.

Akhirnya, harap Wilson, semoga buku yang merupakan bunga rampai atau kompilasi hasil lomba essay bertema 60 tahun persahabatan Indonesia - Jepang yang dilaksanakan oleh Kappija-21 bekerjasama JICA dan PPWI beberapa waktu lalu ini kiranya dapat terealisasi. "Namun lebih daripada itu, kiranya karya kolaboratif ini mampu memberi manfaat bagi segala generasi di kedua bangsa, Indonesia dan Jepang. Ganbatte kudasai ne!" pungkas alumni PPRA-48 Lemhannas tahun 2012 ini. (APL/Red)

Swasembada Pangan, Babinsa Kodim Madiun Bantu Petani Panen Jagung

Madiun (Aenews9.com)- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0803/13 Kebonsari Kodim 0803/Madiun, Sertu Abu Umar melaksanakan upaya khusus (upsus) pendampingan petani Panen Jagung di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (16/5/2019).

Danramil 0803/13 Kebonsari Kodim 0803/Madiun Kapten Inf Sumarno, mengungkapkan, bahwa panen jagung hasil kerjasama Babinsa dan petani ini merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah.

"Diharapkan dukungan ini mampu membantu pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan," ujar Danramil.

“Program ketahanan pangan yang digalakan pemerintah tidak hanya tanaman padi saja, akan tetapi juga tanaman pangan yang lain, seperti jagung dan kedelai. Untuk itu, TNI melalui Babinsa ditingkat desa dan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) terus memberikan pendampingan kepada petani untuk menanam ketiga sumber makanan pokok tersebut,” terangnya.
Disela-sela kesibukan memanen jagung, pemilik lahan Bapak Darmo menyampaikan, ucapan terima kasih serta apresiasi kepada Babinsa dan tim penyuluh pertanian yang telah bekerja keras sehingga dapat menghasilkan panen jagung dengan hasil yang memuaskan.

“Kami sebelumnya menanam padi dengan didampingi Babinsa yang juga ikut turun ke sawah bersama kami, bahkan mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, perawatan, dan panen, bahkan sampai penjualan didampingi terus oleh Babinsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Babinsa Sertu Abu Umar mengatakan, kami Babinsa bersama PPL akan terus melakukan pendampingan kepada petani, baik pada saat pembukaan lahan baru, pembagian pupuk, penyemprotan hama, kami akan terus bersama mendampingi para petani.

Tragedi Pemilu Harus Diungkap Agar tak Jadi Dosa Warisan

Jakarta(Aenews9.com) -- Sebanyak lima belas wakil Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP) bersilaturahmi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Selasa (14/05/2019), di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta. Mereka menyoal tragedi kemanusian berupa kematian dan kesakitan ribuan petugas Pemilu 2019.

Tim AMP-TKP 2019 terdiri dari, antara lain, M. Din Syamsuddin, Ani Hasibuan, Teuku Nasrullah, Fahmi Idris, Siane Indriani, dll. Mereka diterima pimpinan DPR, yang terdiri dari Ketua DPR Bambang Soesatyo, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon. Tampak pula hadir anggota Komisi XI H Mukhamad Misbakhun dan anggota Komisi II Firman Subagyo.

Pada akhir pertemuan, pihak TMP-TKP yang diwakili Din Syamsuddin membacakan kesimpulan hasil pertemuan. Pertama, pihak DPR dan TMP-TKP sepakat mendorong dilakukannya kajian ulang sistem pemilu, pilpres, dan sistem politik secara keseluruhan. "Kalangan partai-partai politik harus jernih melihat semua persoalan yang mengakibatkan terjadinya tragedi kemanusiaan tersebut," tegas Din.

Kedua, para korban tragedi kemanusiaan berupa kematian dan kesakitan ribuan petugas Pemilu 2019 harus dipenuhi hak-hak mereka secara wajar dan terhormat. Terkait pemenuhan hak-hak korban ini, pihaknya memperoleh data lapangan yang menunjukkan pemerintah masih abai terhadap hak-hak mereka.

Pengabaian itu terjadi, menurut Din, tampak dari ketidak-seriusan pemerintah menangani para korban yang sakit hingga mengakibatkan mereka kemudian meninggal dunia. Juga, itu tampak dari ketidak-santunan pemerintah terhadap para korban, yang ditunjukkan dengan ketidak-pedulian terhadap nasib keluarga yang ditinggalkan para korban.

Namun, pihaknya bersyukur bahwa melalui pertemuan dengan pimpinan DPR tadi, para wakil rakyat akan segera turun ke lapangan untuk menyantuni para korban. Pimpinan DPR juga telah berjanji akan segera mendorong sejumlah komisi mengadakan rapat-rapat gabungan untuk lebih serius memperhatikan dan menyelesaikan tragedi kemanusiaan Pemilu 2019.

Selain kedua hal di atas, Din Syamsuddin juga menegaskan hal ketiga, yaitu bahwa tragedi kemanusiaan Pemilu 2019 mahal sekali harganya dilihat dari aspek moral. Hanya dalam waktu beberapa hari usai Pemilu 17 April, telah terjadi demoralisasi luar biasa di kalangan bangsa. Muncul praduga-praduga negatif yang beredar masif di tengah masyarakat, hingga berdimensi internasional.

"Kami tidak ingin, pernyataan-pernyataan yang diberikan berbagai pihak bersifat menghindar atau bahasa gaulnya ngeles," kata Din. Misalnya, pernyataan sebagian pejabat pemerintah tentang tidak perlunya dilakukan otopsi terhadap korban atau tidak perlunya dibentuk TPF, itu malah membuka kecurigaan yang semakin besar di kalangan masyarakat.

Menurut Din, pihaknya di AMP-TKP mendorong DPR dan pemerintah membentuk Tim Habungan Pencari Fakta (TGPF) dan melakukan otopsi dengan harapan moralitas bangsa kembali terbangun ke arah positif. Bangsa Indonesia memahami, kematian anggota mereka dalam jumlah besar dalam waktu singkat tentu bukan hal biasa, dan harus diketahui penyebabnya.

"TGPF itulah yang akan mencari penyebab kematian yang sebenarnya para korban tragedi kemanusiaan Pemilu. Apa pun hasilnya, silahkan diumumkan ke publik," tambah Din. "Tapi jika pemerintah menolak pembentukannya, tentu nanti itu akan menjadi catatan dosa warisan yang jejak digitalnya tak akan terhapuskan."

DPR Sepakat Bentuk TGPF Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019

Jakarta (Aenews9.com)-- Pertemuan silaturahmi antara tim Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP) dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Selasa (14/05/2019), melahirkan sejumlah kesepakatan. Di antaranya, perlunya segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kematian dan kesakitan ribuan petugas Pemilu 2019.

Sejak berlangsung Pemilu pada 17 April hingga Selasa 14 April 2019, tercatat sebanyak 604 orang petugas Pemilu telah meninggal dunia. Mereka meninggal dunia secara beruntun dari hari ke hari. Jumlah terbanyak terjadi di Jawa Barat 131 orang, diikuti Kalimantan Selatan sebanyak 66 orang, Jawa Timur 60 orang, Jawa Tengah 44 orang, dan lain-lain.

Pembentukan TGPF Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 tersebut dimaksud bukan untuk mencari kesalahan siapa pun, tetapi untuk mencari penyebab kematian mereka yang tak terbantahkan berdasarkan bukti-bukti jelas dan valid. Hal ini sekaligus dimaksud untuk menepis berbagai rumor yang berkembang di masyarakat mengenai penyebab kematian mereka.

Salah satu tokoh Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 Din Syamsuddin mengakui, Tim Gabungan Pencari Fakta yang diusulkan agar segera dibentuk tersebut dimaksud agar masyarakat akan mendapatkan informasi yang jelas terkait kematian ratusan petugas Pemilu 2019.

"Jika tidak clear soal kematian mereka, itu akan menjadi dosa warisan dan beban sejarah bagi bangsa kita," kata Din yang mantan Ketua Umum Muhammadyah dan Ketua Pengarah AMP-TKP. "Jika itu tidak jelas, sampai kapun pun peristiwa kematian itu akan dikenang dalam sejarah sebagai tragedi demokrasi pertama di dunia," tambahnya,

Din berpendapat, meninggalnya ratusan petugas Pemilu 2019 yang terdiri dari petugas KPPS, pengawas Pemilu dan pihak keamanan, adalah kejadian luar biasa. Menurutnya, fenomena tersebut tidak bisa dianggap remeh. Bahkan dunia internasional mulai menyorot kasus kematian yang tidak biasanya tersebut.

Itu sebabnya, pihaknya mendesak agar DPR mendorong Pemerintah segera membentuk TPF yang independen bersama masyarakat sipil. Menurut Din, tim ini mesti dibentuk oleh negara dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari kalangan medis maupun tokoh masyarakat, sehingga hasilnya dipercaya dan tidak digugat.

Salah tugas TGPF Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 adalah menyingkap penyebab kematian para petugas Pemilu, di antaranya dengan melakukan otopsi. "Tidak ada cara lain. Itu perlu dilakukan supaya jernih sehingga tidak lagi menyesatkan atau muncul dugaan-dugaan. Negara harus segera hadir. Khawatir kalau negara tidak hadir, ini akan menjadi hiruk-pikuk," katanya.

Eratkan Silahturahmi, Kappija-21 dan JICA Indonesia Akan Adakan Buka Puasa Bersama

Jakarta(Aenews9.com) – Bersempena bulan penuh rahmat, bulan puasa Ramadhan 1440 Hijriah (2019 Masehi), Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Kappija-21) akan menyelenggarakan acara berbuka bersama pada hari Senin, 20 Mei 2019 mendatang di Gedung Sentral Senayan II Lantai 14, Jl. Asia Afrika No. 8 Jakarta (samping Senayan Plaza) Jakarta Pusat. Pada acara yang akan digelar di ruang Jawa Room, di gedung tersebut, akan hadir juga para pimpinan dan staf the Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia.

Presiden Kappija-21, Mulyono Lodji menyampaikan bahwa tujuan utama pelaksanaan acara ini antara lain untuk meningkatkan hubungan silahturahmi antar anggota Kappija-21 secara interen, juga dengan pihak mitra utama Kappija-21 yaitu JICA Indonesia dan beberapa lembaga lainnya. “Melalui acara buka bersama ini kita ingin membangun dan mengeratkan kembali hubungan silahturahmi antar anggota Kappija-21 secara internal. Juga menjalin persahabatan yang kuat dengan JICA Indonesia serta beberapa lembaga lainnya,” jelas Mulyono kepada media melalui saluran WhatsApp-nya, 14 April 2019.

Selain anggota Kappija-21 dan para pimpinan JICA Indonesia, tambah Mulyono, pihaknya juga akan mengundang beberapa pejabat dari Sekretariat Negara dan beberapa Kementerian. “Kita juga mengharapkan kehadiran beberapa pejabat dari Sekretariat Negara dan Kementerian. Mereka ini adalah para penasehat Kappija-21, yang merupakan alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21,” imbuh Bang Moel, demikian ia sering disapa kawan-kawannya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kappija-21, Wilson Lalengke, menambahkan keterangan terkait acara buka bersama yang akan digelar minggu depan itu. Melalui pesan WhatsApp-nya, alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang angkatan tahun 2000 itu menjelaskan bahwa disamping acara berbuka bersama, Kappija-21 bersama JICA Indonesia juga akan menggalang donasi untuk membantu para anak yatim dan dhuafa. “Yaa, disamping acara berbuka puasa, Kappija-21 juga sedang menggalang sumbangan dari internal kami untuk disampaikan kepada para anak yatim, agar nanti mereka juga dapat merayakan lebaran dengan hati yang gembira,” kata Wilson.

Terkait jumlah peserta buka bersama, Wilson Lalengke yang juga adalah Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu mengatakan bahwa sampai saat ini sudah lebih-kurang 30 orang menyatakan akan hadir di acara tersebut. “Sementara ini, sudah hampir 30 orang anggota Kapiija-21 yang mengkonfirmasi akan hadir di acara buka puasa bersama nanti. Kita masih menunggu informasi dari kawan-kawan lainnya hingga Jumat depan. Maklum, anggota Kappija-21 yang lebih 4000-an orang itu tersebar di berbagai daerah, menduduki berbagai posisi penting di lembaga pemerintah maupun swasta, jadi semua sangat sibuk,” tambah alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Bagi setiap anggota Kappija-21 yang ingin hadir bersilahturahmi sambil berbuka puasa bersama, kata Wilson, silahkan menghubungi panitia di nomor HP/WA: 081371549165 (Bang Shony) atau 081399119669 (Mbak Seni). Terkait penggalangan dana untuk anak yatim, para donator dapat memberikan sumbangan melalui rekening Bank Mandiri, No. Rekening: 1200005308114, atas nama Seni Asiati. Konfirmasi pengiriman bantuan melalui pesan WhatsApp ke 081371549165 (Shony).

“Sumbangan dapat juga diberikan langsung di tempat acara,” pungkas Wilson. (APL/Red)
MEDIA GROUP